Menuju konten utama

Yield Panda Bond Rp18,7 T, Purbaya: Lebih Bagus dari Dim Sum

Pemerintah rilis Panda Bond Rp18,7 triliun dengan yield kompetitif. Instrumen utang ini diklaim jadi alternatif pendanaan yang jauh lebih murah.

Yield Panda Bond Rp18,7 T, Purbaya: Lebih Bagus dari Dim Sum
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, China, Kamis malam (18/6/2026). ANTARA/Desca Lidya Natalia/aa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah resmi menerbitkan surat utang berdenominasi yuan atau Panda Bond senilai 7 miliar yuan atau setara 1 miliar dolar AS (Rp18,7 triliun).

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyebut imbal hasil instrumen ini lebih kompetitif dibandingkan Dim Sum Bond yang diterbitkan di Hongkong.

Transaksi dilakukan pada 23 Juli 2026 melalui dua tenor, yaitu obligasi bertenor 3 tahun sebesar 5,6 miliar yuan dengan yield 1,90 persen, dan tenor 5 tahun sebesar 1,4 miliar yuan dengan yield 2,19 persen.

Total permintaan yang masuk upn oversubscribed mencapai 17 miliar yuan atau 2,4 kali lipat dari target, dengan rincian tenor 3 tahun oversubscribed 2,2 kali dan tenor 5 tahun 3,3 kali.

Purbaya menjelaskan, pemerintah sengaja tidak menyerap seluruh permintaan yang masuk. Langkah ini berdasarkan saran dari lead underwriter agar harga tetap terjaga untuk penerbitan berikutnya.

"Lead underwriter-nya bilang sekarang jangan terlalu dilebihin dulu, kenapa, biar harganya bagus sehingga next-nya lebih bagus juga. Kalau kita lihat dari yield-nya kan bagus kan? Yang 3 tahun itu 1,9 sekian, di bawah Global Bond. Yang 5 tahun 2,19. Bagus kan? Lebih bagus daripada Dim Sum Bond," ujar Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jumat (24/7/2026).

Dia mengatakan, penerbitan ini merupakan langkah diversifikasi sumber pendanaan pemerintah di tengah dinamika pasar global.

Purbaya menegaskan bahwa keberhasilan penerbitan Panda Bond membuka alternatif sumber pendanaan yang lebih murah bagi pemerintah.

"Nanti kita lihat, yang jelas gini, kita punya alternatif sumber pendanaan yang lebih murah dibanding sebelumnya," katanya.

Menyoal kemungkinan penerbitan ulang tahun ini mengingat animo yang besar dari investor Purbaya memberikan sinyal terbuka. "Nanti kita lihat," jawabnya singkat.

Pemerintah juga membantah keraguan soal peringkat surat utang yang mendapat predikat AAA dari lembaga pemeringkat China. "Rata kanan kan? Ada yang bilang saya bohong, nggak itu emang seperti itu dari sananya seperti itu," tuturnya.

Baca juga artikel terkait INVESTASI CINA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Siti Fatimah