Menuju konten utama

Juda Agung Ditugasi Prabowo Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter

Juda mengaku belum bisa menjelaskan detail tugasnya karena baru akan bertemu dengan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, Jumat (6/2/2026).

Juda Agung Ditugasi Prabowo Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter
Pelantikan Wamen Keuangan Kabinet Merah Putih, Juda Agung. (YouTube/Sekretariat Presiden)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Juda Agung, mengaku mengundurkan diri dari jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia (DG BI) karena mendapat tugas sebagai Wakil Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo.

“Alasan pengunduran diri jelas, karena saya ditugaskan sebagai Wakil Menteri Keuangan. Tentu saja tidak bisa merangkap sebagai Deputi Gubernur BI, dua otoritas yang berbeda. Bukan mendadak,” jelas Juda kepada awak media, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026).

Meski begitu, Juda mengaku belum bisa menjelaskan detail tugasnya karena baru akan bertemu dengan Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, secara resmi pada esok hari, Jumat (6/2/2026).

“Detailnya belum lah, nanti besok saya ketemu beliau untuk membahas detail pembagian tugasnya,” tutur dia.

Juda mengaku, sebagai Wakil Menteri Keuangan, Presiden Prabowo Subianto menugasinya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mencapai program-program pemerintah yang sudah dicanangkan. Menurut Juda, upaya mencapai target itu jelas memerlukan koordinasi yang erat antara kebijakan fiskal dan moneter, serta kebijakan di sektor riil.

“Sehingga ini menjadi efektif dalam upaya kita untuk mendorong PE ke depan,” tambah Juda.

Dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Juda menjelaskan, perpindahan dari Thamrin (kantor Bank Indonesia-Red) ke Lapangan Banteng (kantor Kemenkeu-Red) memang merupakan hal baru.

Namun, ia yakin bisa mengoordinasikan kebijakan fiskal dan moneter dengan pengalaman sebelumnya sebagai DG BI. Juda mengaku sudah jamak berkomunikasi dan berkoordinasi dengan para pejabat Eselon I hingga Eselon IV di lingkungan Kementerian Keuangan saat menjabat sebagai DG BI.

“Bukan hal yang baru bagi saya ya, bidang koordinasi SSK (stabilitas sistem keuangan), fiskal-moneter, itu sudah biasa. Jadi saya merasa nyaman lah untuk otoritas fiskal Kementerian Keuangan ini, bukan hal yang baru,” jelas Juda.

Dengan pengalaman ini pula, Juda yakin, ke depan koordinasi antara pemangku kebijakan fiskal –Kementerian Keuangan dengan Bank Indonesia akan menjadi lebih baik.

“Saya dari Bank Indonesia kemudian ke sini, saya kira koordinasi sinergi antara fiskal dan moneter insyaallah akan semakin baik, semakin erat, dan ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden pada kami, pada saya. Waktu saya bertemu beliau arahnya, intinya, adalah bahwa fiskal-moneter harus terkoordinasi, tersinergi dengan baik, untuk mencapai target-target pertumbuhan,” tukas dia.

Baca juga artikel terkait PEMERINTAHAN PRABOWO-GIBRAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Andrian Pratama Taher