Menuju konten utama

Kapan 9-10 Muharram 2025 Puasa Tasu'a Asyura, Niat, & Hikmahnya?

Jadwal puasa Tasu'a dan Asyura, bacaan niat dan berbuka puaa, serta keutamaan melaksanakannya.

Kapan 9-10 Muharram 2025 Puasa Tasu'a Asyura, Niat, & Hikmahnya?
Ilustrasi buka puasa. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam sistem penanggalan Hijriyah. Selama bulan Muharram, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan ibadah. Kapan 9-10 Muharram 2025 dalam rangka puasa Tasu'a Asyura? Bagaimana bacaan niat dan apa saja hikmahnya?

Menurut salah satu hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda bahwa dalam setahun terdapat empat bulan yang mulia. Di antaranya yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

Salah satu amalan yang dianjurkan yakni puasa selama bulan Muharram. Melalui salah satu hadis yang diriwayatkan Imam Muslim no.1163, puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan yakni puasa sunah pada bulan Muharram.

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah—Muharram. Sementara salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR. Muslim no. 1163; dari Abu Hurairah).

Salah satunya yakni puasa sunah Asyura. Hukum melaksanakan puasa Asyura ini adalah sunnah muakkad. Artinya sangat dianjurkan. Pelaksanaan puasa sunah Asyura adalah setiap tanggal 10 Muharram.

Selain puasa sunah Asyura, juga ada puasa sunah lain pada bulan Muharram, yakni puasa sunah Tasu’a. Puasa sunah Tasu’a dilakukan setiap tanggal 9 Muharram. Kedua puasa sunah ini memiliki hikmah dan keutamaan. Salah satunya bisa menghapus dosa.

Jadwal 9-10 Muharram 2025

Sistem penanggalan Masehi dan Hijriyah tentunya berbeda. Oleh karena itu, pelaksanaan puasa Tasu'a dan Asyura tanggal 9-10 Muharram pun tidak sama setiap tahunnya.

Umat Islam dapat mengetahui penyesuaian tanggal berdasarkan kalender Hijriyah. Hal ini berkaitan dengan pelaksanaan beberapa ibadah (seperti puasa) dan harus di waktu-waktu tertentu.

Tanggal 1 Muharram 1447 H jatuh pada tanggal 27 Juni 2025 M. Maka, tanggal 9 dan 10 Muharram bertepatan dengan tanggal 5 dan 6 Juli 2025. Dengan demikian, puasa Tasu'a dilaksanakan pada 9 Juli 2025 dan puasa Asyura tanggal 10 Juli 2025.

Ilustrasi Buka Puasa

Ilustrasi berbuka puasa. FOTO/iStockphoto

Bacaan Niat Puasa dan Buka Puasa Tasu’a Asyura

Hal pertama sebelum melakukan ibadah yakni mengucap niat. Niat tersebut dapat diucap dalam hati, tetapi juga dapat dilafalkan.

Berikut ini lafal niat puasa sunah Tasu’a dan Asyura:

Niat puasa Tasu’a (tanggal 9 Muharram)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

(nawaitu shauma Tâsû’â-a lilâhi ta’âlâ)

Artinya: “Saya niat puasa Tasu’a karena Allah Ta’ala.”

Niat puasa Asyura (tanggal 10 Muharram)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى

(nawaitu shauma Âsyûrâ-a lilâhi ta’âlâ)

Artinya: “Saya niat puasa Asyura karena Allah Ta’ala.”

Bacaan niat juga dapat disempurnakan menjadi seperti berikut.

Niat puasa Tasu’a (9 Muharram): “Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa i sunnatit-Tasu’a lillaahi Ta’ala.”

Niat puasa Asyura (10 Muharram): “Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa i sunnatil-Asyura lillaahi Ta’ala.”

Kemudian, setelah berpuasa, saat tiba waktu magrib dapat menyegerakan berbuka puasa. Orang yang menunaikan puasa juga dianjurkan untuk membaca doa berbuka puasa.

Bacaan keduanya tidak berbeda dan merupakan bacaan doa buka puasa yang biasa dilafalkan pada saat puasa wajib. Berikut ini doa buka puasa Tasu’a dan Asyura:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

(dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insyaa-allah.)

Artinya: "Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah dan semoga pahala telah ditetapkan insya Allah." (HR. Abu Daud no.2357)

Hikmah dan Keutamaan Puasa Tasu’a Asyura

Setiap amalan ibadah memiliki hikmah dan keutamaan. Tidak terkecuali puasa sunah Tasu’a dan Asyura.

Orang yang melakukan puasa Tasu’a, mengutip laman resmi Baznas Tulungagung, akan memperoleh tiga hikmah. Ini disebutkan oleh Sayyid Muhammad Syatho dalam kitab Ianah-nya.

Tiga hikmah disunnahkannya puasa Tasu’a menyertai puasa Asyura di antaranya adalah sebagai berikut:

    • Untuk berhati-hati sebab ada kemungkinan menentukan awal bulan Muharram terjadi kesalahan
    • Agar tidak menyamai orang Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura
    • Untuk menghindari puasa hanya satu hari saja sebagaimana mengkhususkan puasa pada hari Jumat tanpa didahului hari sebelumnya dan tidak diikuti hari setelahnya
Adapun keutamaan puasa Asyura yakni dapat menghapus dosa pada satu tahun sebelumnya. Maksud dosa tersebut adalah dosa-dosa kecil dan bukan termasuk dosa-dosa besar.

Rasulullah pernah bersabda,“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulannya Allah, Muharam,” (HR Muslim).

Baca juga artikel terkait HARI PENTING atau tulisan lainnya dari Umu Hana Amini

tirto.id - Edusains
Kontributor: Umu Hana Amini
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Beni Jo