tirto.id - Co-founder sekaligus Komisaris PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Andre Soelistyo, memberikan klarifikasi terkait skema pemberian 106,9 miliar lembar saham perusahaannya kepada sebuah entitas bisnis di Kepulauan Cayman atau Cayman Island.
Klarifikasi itu disampaikan saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riyadi menanyakan keterkaitan entitas di Kepulauan Cayman dengan skema pemberian saham GoTo kepada manajemen dan karyawan via Management and Employee Stock Option Program (MESOP).
“Lalu di sini ada juga kaitan dengan beberapa skema terkait dengan saham-saham yang di sebanyak 106,9 saham itu melalui MESOP. Gimana ceritanya Cayman itu?” tanya JPU dalam sidang kasus Chromebook dengan terdakwa Nadiem Makarim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026).
Andre, yang menjadi saksi dalam persidangan tersebut, kemudian menjelaskan bahwa GoTo membentuk satu perusahaan bernama GoTo Peopleverse Fund (GPF) untuk mengelola program kepemilikan saham dari program MESOP.
“Ada satu perusahaan yang namanya GoTo Peopleverse Fund yang dibuat untuk memanage program kepemilikan opsi saham buat karyawan atau participants. Yang mendapatkan opsi tersebut di dalam perusahaan dari 10 ribu orang, Pak. Hampir seluruh karyawan dari perusahaan,” jawab Andre.
JPU selanjutnya menyinggung adanya transaksi antara GoTo dengan entitas di Kepulauan Cayman tersebut. Dalam skema itu, GoTo diketahui memberikan pinjaman kepada GPF, yang kemudian mengelola saham MESOP.
“Dan itu manajemen dan direksi. Termasuk manajemen dan direksi?” tanya JPU.
Menanggapi hal itu, Andre menjelaskan bahwa saham MESOP diberikan kepada berbagai pihak di internal perusahaan, mulai dari direksi, manajemen, komisaris, hingga karyawan yang telah memenuhi persyaratan.
Berdasarkan data internal GoTo, tercatat lebih dari 10 ribu orang yang menerima saham melalui skema MESOP tersebut.
“Diberikan kepada participants, yaitu karyawan, manajemen, direksi, komisaris yang memenuhi syarat. Dan jumlahnya setelah dicek, itu 10 ribu orang lebih, Pak,” tegas Andre.
Selain Andre, JPU juga mengajukan pertanyaan serupa kepada Sekretaris Perusahaan GoTo, R. A. Koesoemohadiani.
“Ada saham fungsi ESOP, perusahaan di Cayman, pernah dengar?” ucap JPU.
“Iya, ada di prospektus juga,” jawab R. A. Koesoemohadiani, yang akrab disapa Diani.
Berdasarkan Prospektus Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) GoTo, perusahaan sebenarnya telah mengungkapkan secara terbuka fungsi dan tujuan pembentukan GPF.
Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa bersamaan dengan IPO GoTo, GPF yang berbasis di Kepulauan Cayman melakukan penawaran melalui pemberian opsi saham secara cuma-cuma kepada karyawan, mantan karyawan, anggota direksi, dan dewan komisaris yang berhak.
Skema tersebut merupakan bagian dari Program Insentif Jangka Panjang (Long-Term Incentive Plan/LTIP). Prospektus mencatat, jumlah saham Seri A yang dimiliki GPF mencapai 106,9 miliar lembar saham, atau setara sekitar 9,03 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id

































