Menuju konten utama

Iran Buka Selat Hormuz Buat Negara yang Tak Dukung Agresi AS

Misi Tetap Iran untuk PBB menyebutkan bahwa kapal-kapal yang tidak bermusuhan dengan Teheran masih diperbolehkan menggunakan Selat Hormuz.

Iran Buka Selat Hormuz Buat Negara yang Tak Dukung Agresi AS
selat hormuz. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Iran menyatakan bahwa kapal-kapal yang tidak terlibat dalam tindakan “agresi” terhadap Teheran tetap dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.

Dalam pernyataan, Misi Tetap Iran untuk PBB menyebutkan bahwa kapal-kapal “non-hostile” atau tidak bermusuhan dengan Teheran masih diperbolehkan menggunakan jalur pelayaran strategis tersebut, dengan syarat tertentu.

“Kapal-kapal yang tidak bermusuhan, termasuk yang dimiliki atau terkait dengan negara lain, dapat—dengan syarat tidak berpartisipasi dalam atau mendukung tindakan agresi terhadap Iran serta sepenuhnya mematuhi regulasi keselamatan dan keamanan yang telah ditetapkan—memperoleh hak lintas aman melalui Selat Hormuz dengan koordinasi bersama otoritas Iran yang berwenang,” tulis misi tersebut dalam pernyataannya di platform media sosial X, pada Selasa (24/3/2026) waktu setempat, sebagaimana dilansir dari Anadolu Agency.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangkaian serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.

Di sisi lain, Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global, dilaporkan mengalami gangguan signifikan sejak awal Maret. Sekitar 20 juta barel minyak biasanya melintasi selat ini setiap hari. Gangguan tersebut turut mendorong kenaikan biaya pengiriman dan memicu lonjakan harga minyak dunia.

Baca juga artikel terkait IRAN atau tulisan lainnya

tirto.id - Flash News
Reporter: Nabila Ramadhanty
Editor: Hendra Friana