tirto.id - Pemerintah Arab Saudi menyatakan lima pegawai Kedutaan Besar Iran di Riyadh sebagai persona non grata atau individu yang tidak diinginkan.
Kelima diplomat tersebut, termasuk atase militer, juga diminta meninggalkan wilayah Arab Saudi dalam waktu 24 jam.
Keputusan itu diumumkan melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Sabtu (21/3/2026), menyusul meningkatnya ketegangan akibat serangan terhadap wilayah kerajaan.
“Kerajaan Arab Saudi telah memberitahukan atase militer Iran, asistennya, serta tiga pegawai misi diplomatik lainnya untuk meninggalkan wilayah kerajaan dalam waktu 24 jam, dan menyatakan mereka sebagai persona non grata,” demikian bunyi pernyataan tersebut seperti dikutip Antara.
Langkah ini menambah eskalasi hubungan diplomatik di kawasan Timur Tengah yang tengah memanas.
Sebelumnya, Qatar juga mengambil langkah serupa dengan mengusir pegawai kantor atase militer Iran pada pekan ini. Pengusiran tersebut dilakukan dengan alasan pelanggaran prinsip hubungan bertetangga yang baik.
Ketegangan regional meningkat sejak serangan gabungan yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat ke ibu kota Teheran serta sejumlah kota lain di Iran pada 28 Februari lalu.
Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior serta ribuan warga sipil.
Merespons hal tersebut, Iran melancarkan serangkaian serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan dan aset milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id

































