tirto.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memerintahkan militernya untuk menunda serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari ke depan.
Ia mengeklaim, perintah ini disampaikan usai adanya dialog terkait penyelesaian konflik dengan perwakilan Taheran, Iran.
"Dengan senang hati saya melaporkan bahwa Amerika Serikat, dan negara Iran, telah mengadakan percakapan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah," tulis Trump di platform Truth Social miliknya, yang dikutip dari AlJazeera Senin (23/3/2026).
Trump mengatakan, penundaan ini dilakukan dengan syarat pertemuan dan diskusi yang tengah berlangsung dan berhasil.
Sementara itu, Media Iran menyatakan tidak ada kontak langsung maupun tidak langsung dengan Donald Trump, serta mengklaim ia “mundur”.
Kantor berita Fars di Iran, mengutip sumber anonim dari Iran, menyebutkan bahwa tidak ada kontak langsung dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, “bahkan melalui perantara”.
Sumber tersebut mengklaim bahwa Trump “mundur” setelah diperingatkan bahwa Iran akan menargetkan pembangkit listrik di seluruh kawasan Teluk dan di Israel.
Laporan itu menambahkan bahwa Trump sebelumnya menyatakan pembicaraan dengan Iran sedang berlangsung, meskipun sumber tersebut membantah adanya komunikasi semacam itu.
Klaim tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen, dan belum ada komentar resmi dari pejabat Iran.
Diketahui, pada Sabtu (21/3/2026) Trump memberi Iran waktu selama 48 jam untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi semua kapal. Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika hal tersebut tidak dilakukan.
Sementara, Iran mengatakan akan menutup sepenuhnya selat tersebut yang merupakan jalur transit untuk seperlima saokam minyak dunia. Iran juga menyatakan akan menyerang fasilitas energi di Israel dan sejumlah negara lainnya.
Penutupan selat Hormuz telah menyebabkan kenaikan harga minyak global dan menyebabkan kekurangan gas untuk beberapa negara Asia. Pihak Badan Energi Internasional memperingatkan bahwa hal ini menjadi yang terburuk sejak 1970.
Korps Garda Revolusi Iran menyebut jika Trump masih melanjutkan ancamannya maka Iran akan menargetkan seluruh wilahah pemasok listrik ke Amerika dan sejumlah infrastruktur ekonomi, industri, dan energi yang terdapat saham Amerika.
Iran juga memperingatkan bahwa setiap serangan ke pantai selatan dan pulau-pulau Iran, akan memicu pemasangan ranjau laut yang menjadi pemutus jalur pelayaran.
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id

































