Menuju konten utama

Info Aksi MBG di Jogja Hari Ini Buntut KLB Keracunan Massal

Aksi demo MBG di Jogja hari ini digelar di bundaran UGM pukul 16.00 WIB. Simak tuntutan massa dan update terbaru unjuk rasa.

Info Aksi MBG di Jogja Hari Ini Buntut KLB Keracunan Massal
Ilustrasi Ibu Ibu Demo. foto.IStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Aksi damai menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan digelar di Jogja hari ini, Jumat, 26 September 2025 pukul 16.00 WIB. Massa akan berpusat di Bundaran Universitas Gadjah Mada (UGM). Massa yang merupakan kelompok ibu itu menggelar aksi setelah melihat kasus KLB keracunan MBG di Bandung Barat.

Program MBG sedang hangat-hangatnya disorot publik setelah muncul kasus keracunan makanan yang diduga terjadi setelah siswa menyantap menu MBG.

Pada Senin hingga Rabu pekan ini, total kurang lebih 911 siswa dari berbagai tingkatan di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat mengalami gejala yang mengindikasikan sebagai keracunan makanan.

Mereka mengeluhkan mual, sesak napas, pusing, lemas, hingga kejang setelah menyantap menu MBG. Bupati Bandung Barat Ritchie Ismail mengambil langkah cepat dengan menetapkan kasus ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

⁠Info Demo MBG di Jogja Hari Ini 26 September 2025

Beredar ajakan untuk aksi damai pada hari ini, Jumat, 26 September 2025 di media sosial (medsos), salah satunya dari akun Instagram @suaraibuindonesia. Massa akan mulai berkumpul sore hari di bundaran UGM untuk menyuarakan tuntutannya.

  • Hari/Tanggal: Jumat, 26 September 2025
  • Pukul: 16.00 WIB
  • Titik Aksi: Bundaran UGM, Jogja
  • Massa: Ibu-ibu se Jogja
  • Dresscode: Tidak boleh hitam, pilih warna-warna cerah atau ceria
  • Catatan: Membawa panci dari rumah
Dalam narasinya, undangan unjuk rasa hari ini di Jogja yang diprakarsai oleh kelompok ibu-ibu itu menuntut Pemerintah untuk menghentikan program MBG yang dinilai memakan korban banyak.

“Aksi membunyikan panci adalah simbol keprihatinan ibu terhadap KLB keracunan massal MBG pelajar putra dan putri di Bandung Barat dan wilayah-wilayah lain se-Indonesia,” tulis poster demo tersebut.

Tuntutan Aksi Damai Suara Ibu Indonesia di Yogyakarta

Masyarakat yang mengatasnamakan Suara Ibu Indonesia tersebut mengajukan sejumlah tuntutan yaitu:

1. Hentikan program prioritas MBG yang sentralistik dan militeristik.

2. Menuntut pertanggungjawaban kepada Presiden, Badan Gizi Nasional, Yayasan, SPPG, Dapur yang terlibat penyelenggaraan MBG yang menyebabkan ribuan kasus keracunan periode Januari-September 2025.

3. Mendesak Badan Gizi Nasional untuk terbuka dan transparan dalam proses penelusuran ribuan kasus korban keracunan sesuai mandat UU Kesehatan dan berikan hak pemulihan kepada korban.

4. Kasus keracunan tidak seharusnya diidentifikasi berdasarkan nama kota atau nama sekolah, mereka adalah nama-nama anak manusia di mana setiap nama tersebut adalah milik berharga dari sebuah keluarga dan masa depan bangsa yang berhak pulih seutuhnya.

5. Usut pemburu rente dalam program MBG yang dibiayai negara, yang dalam desain tata kelolanya sarat konflik kepentingan.

6. Kembalikan peran pemenuhan gizi anak ke komunitas dan daerah.

Mahasiswa UGM Gelar Demo Protes MBG

Pada Rabu, 24 September kemarin, mahasiswa UGM juga menggelar demonstrasi untuk memprotes program MBG. Menggelar aksi di Bundaran UGM sekitar pukul 15.00 WIB. mahasiswa membawa seekor sapi yang ditempeli potret Presiden Prabowo Subianto.

Para mahasiswa mengkritik pidato Prabowo di Sidang Majelis Umum PBB yang dijadikan simbol kebanggaan nasional dan unjuk diri di hadapan dunia. Padahal menurut mereka, ada perbedaan antara narasi megah yang disampaikan Prabowo dan realitas rakyat Indonesia yang justru menderita.

Mahasiswa UGM juga menyebut program MBG yang menjadi andalan Presiden Prabowo sebagai contoh dari kebijakan yang gagal diimplementasikan dengan aman dan bertanggung jawab.

“Sekitar 44% dari total anggaran pendidikan untuk MBG. Anak-anak diberi makan, tapi masa depan pendidikan mereka justru dikorbankan. Presiden Prabowo harusnya malu karena sejatinya ia tidak layak tampil di muka dunia,” tulis mahasiswa UGM di akun @bemkm_ugm.

Baca juga artikel terkait DEMO atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra