Menuju konten utama

Indonesia Jadi Negara Penghasil Sampah Makanan Terbesar di ASEAN

Komposisi sampah makanan di tingkat nasional mencapai 39 persen, dengan kontribusi terbesar berasal dari kawasan perkotaan, khususnya di Pulau Jawa.

Indonesia Jadi Negara Penghasil Sampah Makanan Terbesar di ASEAN
Ilustrasi Food Waste. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Indonesia berada di posisi puncak sebagai negara penghasil sampah makanan (food waste) terbesar di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Berdasarkan data United Nations Environment Programme (UNEP) volume sampah makanan Indonesia mencapai 20,9 juta ton per tahun.

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara tetangga. Filipina berada di posisi kedua dengan 9,3 juta ton, disusul Vietnam 7,3 juta ton, Thailand 5,4 juta ton, Myanmar 4,6 juta ton, Malaysia 2,9 juta ton, dan Singapura 465 ribu ton.

Deputi Bidang Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Nani Hendiarti, mengakui bahwa isu food waste sedang menjadi perhatian serius pemerintah.

“Jadi kita bukan hanya terkait dengan waste isu yang dari sampah rumah tangga. Tapi sebenarnya food waste kita itu juara,” ujar Nani Hendiarti dalam paparannya di Katadata SAFE 2025, Rabu (10/9/2025).

Dia menjelaskan bahwa komposisi sampah makanan di tingkat nasional mencapai 39 persen, dengan kontribusi terbesar berasal dari kawasan perkotaan, khususnya di Pulau Jawa.

“Kita lihat komposisinya memang food waste itu di nasional 39 persen. Terutama di kota. Kota-kota ini di Jawa karena 70% waste itu ada dari Jawa,” jelasnya.

Menurut Nani, persoalan utama dari tingginya food waste ini adalah perilaku masyarakat. Oleh karena itu, upaya penanganannya memerlukan peningkatan kesadaran masyarakat dan pendekatan ekonomi sirkuler.

“Kita perlu meningkatkan awareness kita… ekonomi sirkuler akan didorong,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait SAMPAH MAKANAN atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra