tirto.id - Harga minyak dunia hari ini kembali melonjak di atas 100 dolar Amerika Serikat (AS) per barel pada perdagangan Senin (13/4/2026). Pemicunya, Angkatan Laut AS bersiap untuk memblokade kapal-kapal yang akan menuju Iran melalui Selat Hormuz.
Blokade AS ini menjadi langkah baru untuk membatasi ekspor minyak Iran. Kebijakan diterapkan setelah Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Mengutip Reuters, kontrak berjangka Brent naik 6,71 dolar AS atau 7,05 persen ke posisi 101,91 dolar AS per barel pada pukul 01.04 GMT. Jumat (11/4/2026) lalu, harganya sempat turun 0,75 persen.
Di sisi lain, minyak acuan AS West Texas Intermediate (WTI) berada pada level 104,16 dolar AS, naik 7,59 dolar AS atau 7,76 persen pada perdagangan hari ini. Minyak ini telah mengalami kerugian hingga 1,33 persen pada sesi sebelumnya.
“Pasar kini pada dasarnya telah kembali ke kondisi sebelum gencatan senjata, hanya saja sekarang Amerika Serikat juga akan memblokir sisa aliran minyak terkait Iran hingga sekitar 2 juta barel per hari melalui Selat Hormuz,” kata kepala riset energi di MST Marquee, Saul Kavonic.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Minggu (12/4/2026) bahwa Angkatan Laut AS akan mulai melakukan blokade di Selat Hormuz. Pernyataan ini kembali meningkatkan ketegangan setelah perundingan panjang untuk mengakhiri perang dengan Iran gagal mencapai kesepakatan. Pada akhirnya, hal tersebut mengancam gencatan senjata rapuh yang berlangsung selama dua minggu.
Karena rencana blokade ini pula, harga minyak dan bensin berpotensi akan tetap tinggi hingga pemilu sela AS pada bulan November.
Blokade AS di Selat Hormuz Dimulai Senin Ini
Sementara itu, komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan, pasukan AS akan mulai menerapkan blokade terhadap seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran pada pukul 10.00 waktu Timur (14.00 GMT) pada Senin ini.
“[Blokade tersebut] ditegakkan secara tidak memihak terhadap kapal dari semua negara yang masuk atau keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk seluruh pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman,” demikian pernyataan CENTCOM di platform X.
Meski begitu, pasukan AS tidak akan menghambat kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan non-Iran.
Analis pasar IG, Tony Sycamore, mengatakan langkah tersebut secara efektif akan mencekik aliran minyak Iran. Dengan demikian, sekutu dan para pembeli Iran akan memberikan tekanan yang diperlukan agar jalur perairan itu dibuka kembali.
Di sisi lain, Garda Revolusi Iran pada Minggu menyatakan, setiap kapal militer yang mencoba mendekati Selat Hormuz dianggap sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata dua minggu dengan AS. Mereka akan ditindak dengan keras dan tegas.
Sementara itu, meskipun gangguan di Selat Hormuz masih berlangsung, data pelayaran menyebutkan tiga kapal tanker super yang bermuatan penuh minyak melintasi Selat tersebut pada Sabtu kemarin. Kapal-kapal tersebut tampaknya menjadi yang pertama keluar dari kawasan Teluk sejak kesepakatan gencatan senjata dicapai pekan lalu.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id
































