Menuju konten utama

Negosiasi Iran Gagal, Trump Ancam Blokir Kapal yang Lewat Hormuz

Trump mengaku telah menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk mencegat setiap kapal di perairan internasional yang membayar “tol ilegal” kepada Iran.

Negosiasi Iran Gagal, Trump Ancam Blokir Kapal yang Lewat Hormuz
Presiden AS Donald Trump berbicara setelah menandatangani perintah eksekutif tentang penipuan di Ruang Oval di Gedung Putih di Washington, DC, pada 16 Maret 2026. AFP/Alex Wong/Getty Images

tirto.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan pemerintahannya akan segera memulai blokade terhadap seluruh kapal yang melintas di Selat Hormuz di tengah kebuntuan perundingan dengan Iran terkait isu nuklir. Dalam pernyataan panjang di platform Truth Social, Trump mengklaim sebagian besar poin negosiasi telah disepakati, namun isu utama terkait program nuklir Iran belum mencapai titik temu.

“Pertemuan berjalan baik, sebagian besar poin disepakati, tetapi satu-satunya poin yang benar-benar penting, nuklir, belum,” tulisnya di akun Truth pada Minggu (12/4/2026) sebagaimana dikutip dari BBC.

Trump menuding Iran menghambat kesepakatan soal kebebasan navigasi dengan alasan ancaman ranjau yang tidak dapat diverifikasi. Dia juga mengaku telah menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk mencegat setiap kapal di perairan internasional yang membayar “tol ilegal” kepada Iran, serta memulai operasi penghancuran ranjau yang diklaim dipasang Teheran di Selat Hormuz.

Dalam nada konfrontatif, Trump memperingatkan bahwa tidak akan ada jaminan keamanan bagi kapal yang membayar pungutan tersebut.

“Siapa pun yang membayar tarif ilegal tidak akan mendapatkan jalur aman di laut lepas,” ujarnya seraya menambahkan bahwa setiap serangan terhadap kapal damai atau pasukan AS akan dibalas keras.

Ia menutup pernyataannya dengan memastikan bahwa blokade akan segera diberlakukan. Dalam unggahan lanjutan di Truth Social, Trump menyatakan Iran tidak menepati komitmennya, sehingga memicu kecemasan dan gangguan ekonomi global.

“Hal ini menyebabkan kecemasan, dislokasi, dan penderitaan bagi banyak orang dan negara di seluruh dunia,” tulisnya.

Trump juga menyinggung hasil perundingan di Islamabad yang menurutnya telah dilaporkan secara lengkap oleh Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, serta negosiator Jared Kushner.

Sosok presiden dengan latar belakang pebisnis tersebut turut memuji peran Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, dan timnya dalam memfasilitasi pembicaraan yang berlangsung hampir 20 jam tersebut.

Meski sejumlah poin disebut telah disepakati, Trump menegaskan satu isu krusial tetap menjadi ganjalan utama: ambisi nuklir Iran.

“Hanya ada satu hal yang penting—Iran tidak bersedia melepaskan ambisi nuklirnya,” ujarnya.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Andrian Pratama Taher