tirto.id - Intelijen Amerika Serikat (AS) membeberkan indikasi kuat bahwa Cina tengah bersiap mengirimkan sistem pertahanan udara baru, yakni rudal bahu MANPADS, ke Iran dalam beberapa pekan ke depan. Pengiriman ini diduga akan disalurkan melalui negara ketiga guna menyamarkan asal-usul senjata, di tengah upaya mediasi gencatan senjata yang kian rapuh antara Teheran dan Washington.
Kabar yang muncul di tengah rencana pembicaraan Amerika Serikat dengan AS terkait pembahasan gencatan senjata permanen ini dinilai berpotensi memicu provokasi. Mengingat Beijing sebelumnya menyatakan bakal turut memediasi kesepakatan gencatan senjata yang rapuh, untuk menghentikan sementara konflik antara Iran dan Amerika Serikat awal pekan ini.
Presiden AS Donald Trump juga dijadwalkan mengunjungi Cina pada awal bulan depan untuk melakukan pembicaraan dengan Xi Jinping.
Intelijen tersebut juga menyoroti bahwa Iran kemungkinan memanfaatkan gencatan senjata sebagai peluang untuk mengisi kembali sejumlah sistem persenjataannya dengan bantuan mitra asing utama.
Dua sumber mengatakan kepada CNN bahwa terdapat indikasi Beijing tengah berupaya menyalurkan pengiriman tersebut melalui negara ketiga untuk menyamarkan asal-usul sebenarnya. "Sistem yang disiapkan China untuk dikirim adalah rudal pertahanan udara yang diluncurkan dari bahu, dikenal sebagai MANPADS," kata para sumber, dikutip dari CNN, Sabtu (11/4/2026).
Senjata ini terbukti menjadi ancaman asimetris bagi pesawat militer Amerika Serikat yang terbang rendah sepanjang konflik lima pekan tersebut, dan berpotensi kembali menjadi ancaman jika gencatan senjata runtuh.
Namun, kabar ini dengan tegas dibantah Juru bicara Kedutaan Besar Cina di Washington. Dia mengatakan, Cina tidak pernah memasok senjata kepada pihak mana pun dalam konflik ini. Sehingga, informasi tersebut tidak benar.
“Sebagai negara besar yang bertanggung jawab, Cina secara konsisten memenuhi kewajiban internasionalnya. Kami mendesak pihak Amerika Serikat untuk menahan diri dari membuat tuduhan tanpa dasar, mengaitkan isu secara tidak berdasar, serta melakukan sensasionalisasi; kami berharap pihak-pihak terkait dapat berbuat lebih banyak untuk membantu meredakan ketegangan," tambahnya.
Awal pekan ini, seorang juru bicara kedutaan mengatakan bahwa sejak perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dimulai, Beijing telah berupaya membantu mendorong tercapainya gencatan senjata dan mengakhiri konflik. Kemudian, Presiden AS Donald Trump menyatakan dalam konferensi pers pada Senin bahwa jet tempur F-15 yang ditembak jatuh di atas Iran pekan lalu terkena 'rudal bahu genggam, yakni rudal pencari panas'.
Sementara itu, Iran menyebut telah menggunakan sistem pertahanan udara 'baru' untuk menjatuhkan jet tersebut, tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Hingga kini belum jelas apakah sistem tersebut merupakan buatan Cina.
Pengiriman sistem MANPADS ke Iran akan menandai eskalasi dalam dukungan Cina terhadap negara tersebut sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan kampanye militer bersama pada Februari. Meski begitu, sumber menyebutkan, perusahaan-perusahaan Cina tetap menjual teknologi dual-use yang terkena sanksi kepada Iran—teknologi yang memungkinkan negara itu terus mengembangkan persenjataan serta meningkatkan sistem navigasinya. Namun, jika pemerintah Cina secara langsung mentransfer sistem senjata, hal itu akan menandai tingkat bantuan yang baru.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id




























