tirto.id - Mengetahui harga minyak goreng kemasan termurah di Indonesia dapat membantu kita untuk menentukan pilihan yang paling sesuai dengan anggaran. Meski mencari produk yang murah, kita tidak boleh mengabaikan kualitas agar masakan yang dihasilkan tetap sehat.
Belakangan ini, minyak goreng menjadi sorotan publik karena harganya yang terus melambung. Dilansir dari Antaranews, harga minyak goreng curah berkisar antara Rp20.000 - Rp21.000 per 18 April 2026. Sementara itu, minyak goreng kemasan dijual dengan harga sekitar Rp22.000 - Rp24.000.
Harga minyak goreng 1 kg yang terus merangkak naik diketahui disebabkan oleh harga crude palm oil (CPO) yang juga melonjak di pasar global. Kenaikan harga ini pun ikut dipicu oleh kondisi geopolitik yang tak menentu akibat konflik Timur Tengah yang terjadi sejak beberapa waktu lalu.
Di tengah kondisi harga pangan yang terus melonjak, konsumen di Tanah Air pun diharapkan tetap bijak dalam membeli minyak goreng. Tidak hanya membandingkan harga, tapi juga memperhatikan kualitas, label gizi, serta kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Daftar Harga Minyak Goreng Kemasan dari Termurah sampai Termahal

Dengan banyaknya pilihan merek minyak goreng di pasaran, mengetahui kisaran harga setiap produk akan membantu kita membandingkan minyak goreng yang satu dengan yang lain. Berikut harga minyak goreng kemasan termurah sampai termahal yang dijual di Indonesia.
Catatan: Harga minyak goreng di bawah ini mengacu pada harga di marketplace (termasuk Klik Indomaret). Harga bisa berubah sewaktu-waktu dan berbeda-beda tergantung wilayah pemasaran.
Harga Minyak Goreng 1 Liter di Indomaret
| Merek | Kemasan/Ukuran | Harga |
| Sania | Pouch 1 L | Rp21.000 |
| Bimoli | Pouch 1 L | Rp21.000 |
| Sovia | Pouch 1 L | Rp21.100 |
| Bimoli Special | Pouch 1 L | Rp21.500 |
| Tropical | Botol 1 L | Rp21.900 |
| Kara Minyak Goreng Kelapa | Pouch 1 L | Rp54.900 |
| Aroma Minyak Goreng Kelapa | Pouch 1 L | Rp55.900 |
| Ikan Dorang Minyak Kelapa | Pouch 1 L | Rp55.900 |
| Barco Minyak Kelapa | Pouch 1 L | Rp59.900 |
Harga Minyak Goreng 2 Liter di Indomaret
| Merek | Kemasan/Ukuran | Harga |
| Harumas | Pouch 2 L | Rp38.500 |
| Sovia | Pouch 1,8 L | Rp39.500 |
| Indomaret Minyak Goreng | Pouch 2 L | Rp39.900 |
| Bimoli | Pouch 2 L | Rp40.500 |
| Bimoli Special | Pouch 2 L | Rp42.500 |
| Fortune | Pouch 2 L | Rp42.700 |
| Sania | Pouch 2 L | Rp42.900 |
| Filma | Pouch 2 L | Rp43.100 |
| Tropical | Botol 2 L | Rp45.000 |
| Bimoli | Botol 2 L | Rp45.500 |
| Sunco | Pouch 2 L | Rp47.500 |
| Barco Minyak Kelapa | Pouch 2 L | Rp119.900 |
Harga Minyak Goreng Botol 1 Liter
| Merek | Kemasan/Ukuran | Harga |
| Rizky | 800 ml | Rp21.000 - Rp24.000 |
| Fitri | 800 ml | Rp21.000 - Rp25.000 |
| Tropical | 1 L | Rp21.000 - Rp23.000 |
| Hemart | 900 ml | Rp23.000 - Rp29.000 |
| Sunco | 1 L | Rp30.000 - Rp35.000 |
| Kunci Mas | 950 ml | Rp30.000 - Rp35.000 |
| Filma | 1 L | Rp32.000 - Rp35.000 |
Harga Minyak Goreng Botol 2 Liter
| Merek | Kemasan/Ukuran | Harga |
| Bimoli | 2 L | Rp44.000 - Rp46.000 |
| Tropical | 2 L | Rp48.000 - Rp52.000 |
| Sunco | 2 L | Rp57.000 - Rp62.000 |
| Kunci Mas | 1,9 L | Rp60.000 - Rp65.000 |
| Filma | 2 L | Rp62.000 - Rp67.000 |
| Barco Minyak Kelapa | 2 L | Rp110.000 - Rp128.000 |
Harga Minyak Goreng Kemasan Termurah (Pouch 1 L)
| Merek | Kemasan/Ukuran | Harga |
| Sovia | 1 L | Rp21.000 - Rp22.000 |
| Bimoli | 1 L | Rp21.000 - Rp25.000 |
| Kunci Mas | 900 ml | Rp23.000 - Rp29.000 |
| Rose Brand | 1 L | Rp23.000 - Rp32.000 |
| Vipco | 1 L | Rp24.000 - Rp27.000 |
| Mitra | 1 L | Rp24.000 - Rp30.000 |
| Segi Tiga Emas | 1 L | Rp26.000 - Rp27.000 |
| Sania | 1 L | Rp21.000 - Rp29.000 |
| Filma | 1 L | Rp25.000 - Rp31.000 |
| Fortune | 1 L | Rp25.000 - Rp30.000 |
| Sunco | 1 L | Rp25.000 - Rp34.000 |
Harga Minyak Goreng 500ml
| Merek | Kemasan/Ukuran | Harga |
| Fitri | Botol 400 ml | Rp12.000 - Rp13.000 |
| Fortune | Pillow Pack 500 ml | Rp13.000 - Rp16.000 |
| Vipco | Pouch 500 ml | Rp14.000 - Rp15.000 |
| Rose Brand | Pouch 500 ml | Rp14.000 - Rp17.000 |
| Amago | Botol 500 ml | Rp14.000 - Rp19.000 |
| Hemart | Botol 500 ml | Rp15.000 - Rp17.000 |
Kenapa Harga Minyak Goreng Bisa Beda Jauh Padahal Sama-Sama 1 Liter?

Terdapat banyak merek minyak goreng yang beredar di pasaran, tapi harganya bisa berbeda-beda meskipun memiliki ukuran yang sama. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari bahan baku hingga distribusi, berikut penjelasannya:
1. Jenis Bahan Baku
Kelapa sawit adalah bahan minyak goreng terpopuler di Indonesia, tapi banyak juga minyak kemasan yang dibuat dari bahan baku lain, contohnya minyak kelapa. Perbedaan bahan baku ini tentu menjadi salah satu faktor kenapa harga minyak bisa berbeda.Umumnya, harga minyak goreng kemasan termurah terbuat dari kelapa sawit. Jenis minyak lain seperti minyak kelapa atau minyak jagung biasanya memiliki harga lebih tinggi, bahkan bisa dua kali lipat lebih mahal.
2. Proses Pengolahan
Proses produksi minyak goreng juga sangat memengaruhi kualitas sekaligus harga jualnya. Minyak yang melalui proses pemurnian berlapis (refined) biasanya lebih jernih, tidak berbau, dan tahan lama saat digunakan untuk menggoreng.Selain itu, beberapa produk juga melalui proses tambahan seperti fortifikasi vitamin (misalnya vitamin A). Proses-proses ini meningkatkan nilai gizi dan kualitas minyak, tapi pastiya juga menambah biaya produksi sehingga harga jualnya jadi lebih mahal.
3. Merek dan Reputasi Produk
Merek memiliki peran besar dalam penentuan harga. Produk dari merek ternama biasanya dibanderol lebih tinggi karena sudah memiliki reputasi, kepercayaan konsumen, serta standar kualitas tertentu.Di sisi lain, minyak goreng dari merek yang kurang dikenal atau minyak goreng curah yang tanpa merek cenderung lebih murah. Hal ini karena biaya pemasaran dan branding yang lebih rendah dibandingkan produk bermerek besar.
4. Jenis dan Kualitas Kemasan
Kemasan juga menjadi faktor penting dalam perbedaan harga. Di Indonesia, minyak goreng umumnya dijual dalam kemasan plastik, baik botol maupun kemasan pouch. Setiap merek memiliki standar tertentu sehingga kualitas kemasan setiap produk minyak goreng di pasaran pasti berbeda.Sementara itu, minyak goreng kemasan botol umumnya sedikit lebih mahal dibandingkan kemasan pouch (refill/isi ulang). Dengan perbedaan jenis kemasan, harga minyak goreng bisa berbeda walau berasal dari 1 merek dan dengan ukuran yang sama.
5. Distribusi dan Tempat Penjualan
Faktor lain yang juga bisa memengaruhi harga minyak goreng adalah distribusi dan lokasi penjualan. Harga minyak goreng setiap kota bisa berbeda-beda. Selain itu, tempat penjualan seperti minimarket, supermarket, pasar tradisional, hingga toko online memiliki operasional yang berbeda-beda.Faktor seperti biaya logistik, penyimpanan, hingga margin keuntungan penjual membuat harga di satu tempat bisa lebih tinggi dibandingkan tempat lainnya, meskipun produknya sama persis.
Jenis Minyak Goreng di Pasaran: Sawit, Kelapa, Jagung, atau Campuran?

Minyak goreng tidak hanya terbatas dari kelapa sawit, tapi juga bisa menggunakan bahan baku lain, contohnya minyak kelapa atau minyak jagung. Namun, dari semua jenis minyak nabati, minyak goreng berbahan dasar kelapa sawit adalah jenis minyak yang paling banyak di pasar Indonesia.
Minyak sawit sendiri diketahui memiliki komposisi asam lemak seimbang dan titik asap yang relatif tinggi. Hal ini membuat minyak dari kelapa sawit cukup stabil pada suhu panas sehingga cocok untuk proses memasak seperti menggoreng dan menumis.
Selain itu, minyak dari kelapa sawit menjadi minyak yang banyak dijual di Indonesia karena ketersediaan bahan bakunya cukup melimpah. Indonesia dikenal sebagai satu produsen kelapa sawit terbesar di dunia sehingga pasokan bahan bakunya sangat banyak.
Kondisi ini membuat biaya produksi bisa ditekan dan harga jual di pasaran menjadi lebih terjangkau dibandingkan jenis minyak lain seperti minyak jagung atau minyak kelapa.
Selain itu, minyak sawit juga dianggap memiliki rasa netral atau tidak mengganggu cita rasa makanan sehingga cocok untuk berbagai jenis masakan, mulai dari gorengan hingga tumisan.
Kesimpulannya, jenis minyak goreng yang ada di pasaran umumnya adalah minyak kelapa sawit karena memiliki harga terjangkau, mudah didapat, dan serbaguna. Meski demikian, di pasaran tetap tersedia pilihan jenis minyak goreng lainnya seperti minyak kelapa dan minyak jagung yang dinilai lebih sehat.
Cara Baca Label Minyak Goreng sebelum Membeli

Informasi tentang harga minyak goreng kemasan termurah tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan saat memilih produk minyak goreng. Sebelum membeli minyak untuk memasak, pastikan kita mencermati label pada kemasan untuk mengetahui kualitas produk.
Lalu, informasi apa saja yang sebaiknya diperhatikan? Berikut penjelasannya:
1. Isi Bersih (Netto)
Isi bersih atau netto menunjukkan jumlah minyak goreng di dalam kemasan, biasanya ditulis dalam satuan liter (L) atau mililiter (ml). Sekilas terlihat sederhana, tapi informasi ini penting untuk memastikan bahwa kita benar-benar mendapatkan volume yang sesuai dengan harga yang dibayar.Konsumen kadang terkecoh dengan ukuran kemasan. Misalnya, produk A memiliki netto 1 liter, sedangkan berat bersih produk B 900 ml. Keduanya dikemas dalam botol dengan ukuran yang mirip sehingga membuat konsumen mengira kedua produk tersebut sama-sama berukuran 1 liter, padahal berbeda.
Jadi, memperhatikan informasi netto pada kemasan minyak goreng sangat penting agar konsumen benar-benar mengetahui jumlah minyak yang ia beli.
2. Fortifikasi Vitamin
Banyak minyak goreng di Indonesia sudah diperkaya dengan vitamin A sebagai bagian dari program peningkatan gizi masyarakat. Informasi ini biasanya tertulis jelas pada bagian depan atau tabel komposisi di belakang kemasan.Fortifikasi vitamin A bermanfaat untuk membantu menjaga kesehatan mata dan daya tahan tubuh. Selain vitamin, ada pula merek minyak goreng yang menambahkan vitamin E ke dalam produknya. Jadi, utamakan memilih produk minyak goreng yang mendapat tambahan vitamin di dalamnya.
3. Tanggal Produksi dan Kedaluwarsa
Tanggal produksi dan tanggal kedaluwarsa adalah informasi krusial yang tidak boleh diabaikan. Minyak goreng yang masih baru umumnya memiliki kualitas yang lebih bagus, baik dari segi rasa maupun kestabilannya saat dipanaskan.Menggunakan minyak yang sudah mendekati atau melewati masa kedaluwarsa dapat memengaruhi kualitas makanan dan berpotensi kurang baik bagi kesehatan. Oleh karena itu, selalu periksa tanggal ini sebelum membeli, terutama jika membeli dalam jumlah banyak.
Pencantuman tanggal produk dan kedaluwarsa bisa berbeda-beda pada setiap produk. Ada yang langsung menuliskan “tanggal produksi”, ada pula yang menggunakan kode manufacturing date (MFG/MFD), lalu diikuti dengan tanggal, bulan, dan tahunnya.
Begitu pula dengan tanggal kedaluwarsa, biasanya dituliskan dengan kode “EXP” yang diikuti oleh informasi tanggal, bulan dan tahun. Namun, ada juga merek minyak goreng yang hanya mencantumkan tanggal kedaluwarsanya tanpa kode apa pun.
4. Jenis dan Kualitas Kemasan
Produk minyak goreng di pasaran umumnya dijual dalam kemasan plastik, baik itu botol maupun pouch. Minyak goreng di Indonesia umumnya sudah mencantumkan kode PET 1 di kemasannya (angka 1 di dalam segitiga panah, dengan tulisan “PET” di bawahnya).Kode ini menandakan bahwa kemasan tersebut menggunakan polyethylene terephthalate. Plastik dengan kode ini umum digunakan untuk produk pangan, termasuk minyak goreng dan berbagai produk minuman. Bahan ini tergolong aman, tapi hanya untuk sekali pakai.
Sebagian orang mungkin membeli minyak goreng kemasan botol, lalu selanjutnya membeli kemasan refill untuk diisi ulang ke dalam botol minyak goreng yang sudah kosong. Hal ini tidak disarankan jika kemasan botol tersebut memiliki kode PET 1.
Pemakaian berkali-kali berpotensi membuat lapisan polimer pada botol tersebut meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik berbahaya. Jadi, untuk penyimpanan di rumah lebih dianjurkan menggunakan botol kaca yang jauh lebih aman.
Demikian informasi terkait harga minyak goreng kemasan termurah yang bisa dijadikan referensi sebelum membeli. Pastikan untuk selalu membandingkan beberapa pilihan, membaca label dengan teliti, dan menyesuaikan dengan kebutuhan agar penggunaan minyak goreng tetap efisien, aman, dan mendukung kesehatan keluarga.
Ikuti berita terkini dan berbagai informasi terkait minyak di kumpulan artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id






































