Menuju konten utama

Harga-harga Naik Jelang Ramadhan, Mendag: Kami Cari Masalahnya

Mendag akui masih ada sejumlah komoditas yang dijual di atas harga eceran tertinggi, seperti Minyakita dan telur ayam.

Harga-harga Naik Jelang Ramadhan, Mendag: Kami Cari Masalahnya
Menteri Perdagangan Budi Santoso (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai meninjau ketersediaan minyak goreng di salah satu pabrik minyak goreng di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (5/2/2026). ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/app/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan akan terus memantau pergerakan harga pangan maupun kebutuhan pokok jelang Ramadan 2026.

Ia mengakui, berdasarkan data termutakhir pada Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang dikelola Kemendag, masih ada sejumlah komoditas yang dijual di atas harga eceran tertinggi (HET).

Menurut dia, salah satu komoditas yang dijual di atas HET adalah minyak goreng dengan merek Minyakita. Berdasar data SP2KP, Minyakita saat ini dijual dengan harga Rp16.020 per liter, sementarah HET-nya sebesar Rp15.700 per liter.

"Ada memang yang di atas HET, misalnya Minyakita. Hari ini harganya Rp16.020, padahal HET-nya Rp15.700," ujarnya saat ditemui di Kementerian Perdagangan, Rabu (18/2/2026).

Meski demikian, lanjut Budi, harga tersebut lebih baik ketimbang eceran Minyakita sebelum diintervensi Kemendag, yakni mencapai sekitar Rp16.800. "Kemarin sebelum keluar peraturan menteri, rata-rata harganya Rp16.800, jadi sekarang sudah mengalami penurunan," imbuh dia.

Budi menyatakan, selain Minyakita, harga telur ayam juga naik di atas HET. Kini, telur ayam disebut dijual dengan harga Rp30.750. Sedangkan, HET telur ayam Rp30.000.

Namun, ia mengeklaim, komoditas pangan maupun kebutuhan selain telur ayam dan minyak goreng masih di ambang batas normal. Misalnya, harga daging sapi yang dipatok sekitar Rp133.618 atau di bawah HET daging sapi, yakni Rp140.000.

Dalam kesempatan itu, Budi meminta masyarakat turut memantau pergerakan harga kebutuhan pokok maupun pangan melalui SP2KP.

"Kemudian bawang putih, harga rata-rata nasionalnya Rp36.875, sedangkan HET-nya Rp38.000," tuturnya. "Jadi, nanti teman-teman media bisa cek sendiri di data SP2KP, karena itu terbuka untuk siapa saja, untuk masyarakat umum," lanjut Budi.

Menurut Budi, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga stabilitas harga pangan dan kebutuhan pokok selama Ramadan. Pertama, memastikan kelancaran di sisi pasokan atau suplai.

"Kemarin kita sudah kumpulkan pelaku usaha memastikan pasokan ada atau tidak. Yang pertama itu kan. Dan mereka menyampaikan pasokan semua ada, tidak ada masalah ya," tuturnya.

Selain itu, pemerintah juga akan memastikan kelancaran distribusi pangan dan komoditas strategis hingga ke pasar-pasar. Hal ini tak hanya dilakukan oleh Kementerian Perdagangan melainkan juga instansi lain hingga pemerintah daerah.

"Masing-masing kementerian kan juga ada Satgasnya, ya. Jadi kita itu kerja bareng-bareng, bersama-sama, tidak hanya sendiri, dengan Bapanas (Badan Pangan Nasional), dengan Kementerian Pertanian dan kementerian yang lain, pemerintah daerah, Polri, Satgas Pangan kami bareng-bareng," jelas Budi.

"Kami monitor supaya tidak ada harga-harga yang naik. Kalau pun (harga) itu naik, kita cari masalahnya apa," imbuhnya.

Sebagai informasi, harga pangan di pasar tradisional menjelang bulan Ramadhan 2026 mengalami pergerakan yang beragam pada hari ini.

Berdasarkan data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional pukul 10.17 WIB, mayoritas harga bahan pokok mengalami lonjakan.

Misalnya, harga cabai rawit merah naik 9,54 persen atau naik Rp7.300 menjadi Rp83.850 per kilogram. Cabai merah keriting juga mengalami kenaikan, yakni sebesar 8,16 persen atau Rp3.800 menjadi Rp50.350 per kilogram.

Lalu, bawang merah ukuran sedang naik 5,68 persen atau Rp2.500 menjadi Rp46.500 per kilogram. Bawang putih ukuran sedang mengalami kenaikan 1,35 persen menjadi Rp41.350 per kilogram.

Sementara itu, beras kualitas bawah I naik 3,13 persen menjadi Rp14.850 per kilogram, sementara beras kualitas bawah II naik 4,55 persen menjadi Rp15.100 per kilogram.

Kemudian, harga daging ayam ras segar naik 2,18 persen atau Rp900 menjadi Rp42.150 per kilogram. Daging sapi kualitas I naik 1,74 persen menjadi Rp145.900 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II meningkat 2,83 persen menjadi Rp139.400 per kilogram.

Baca juga artikel terkait MENDAG atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Insider
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana