Menuju konten utama

Pemerintah Klaim Harga Beras Sudah Turun, Bagaimana Faktanya?

Pada pekan kedua Agustus 2025 harga rerata nasional beras medium dan premium di zona I masing-masing Rp14.012/kg dan Rp 15.435/kg.

Pemerintah Klaim Harga Beras Sudah Turun, Bagaimana Faktanya?
Warga membeli beras kemasan di salah satu supermarket Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (11/8/2025). ANTARA FOTO/Aditya Nugroho/bar
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengklaim harga beras yang sempat naik di tengah produksi melimpah, sudah mulai turun menyusul percepatan distribusi dan pengawasan.

“Sebagian sudah mulai turun (harga). Terus kita masih melakukan pengawasan,” kata Budi saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan di Jakarta, dikutip Antra, Kamis (21/8/2025).

Ia menilai bahwa masalah distribusi merupakan salah satu faktor dari kenaikan harga beras nasional. “Ya kalau misalnya dari ritel modern saja berkurang (pasokan berasnya), ya berarti kan distribusinya. Barangnya kan ada,” ujar Budi.

Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan terus mendorong penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasaran agar lebih luas menjangkau masyarakat.

“Kami sama Bapanas terus mendorong, dan kami akan membantu di pengawasan di lapangan, termasuk percepatan distribusi,” kata Budi.

Di sisi lain, klaim harga beras turun justru dinilai Pakar Pertanian dari dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Khudori, tidak sesuai kenyataan.

Merujuk data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan yang diolah Badan Pusat Statistik (BPS), pada pekan kedua Agustus 2025 harga rerata nasional beras medium dan premium di zona I masing-masing Rp14.012/kg dan Rp 15.435/kg.

Harga itu lebih tinggi dibandingkan harga pada Juli 2025: Rp13.853/kg untuk beras medium dan Rp15.310/kg untuk beras premium. Keduanya melampaui harga eceran tertinggi (HET).

Di zona II dan III situasinya sama. Harga rerata nasional beras medium dan premium di zona II pada pekan kedua Agustus 2025 masing-masing Rp14.875/kg dan Rp16.625/kg. Harga itu lebih tinggi dibandingkan harga Juli 2025: Rp14.666/kg untuk beras medium dan Rp16.458/kg untuk beras premium. Keduanya juga melampaui HET di zona II.

"Lalu, kenapa ini terjadi? Pertama, operasi pasar SPHP belum efektif," sebut Khudori dalam pernyataanya, Kamis (21/8/2025).

Menurutnya sejak disalurkan kembali mulai 14 Juli lalu, BULOG baru mengalirkan 226.005 ton beras SPHP. Itu hitungan sampai 19 Agustus 2025. Dari 226.005 ton itu 181.192 ton diantaranya tersalur pada Januari hingga pekan pertama Februari 2025.

"Itu berarti dari 14 Juli-19 Agustus 2025 tersalur 44.813 ton atau rerata 1.211 ton per hari. Jumlah ini terlalu kecil. Tidak nendang," jelasnya.

Baca juga artikel terkait HARGA BERAS atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Insider
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Hendra Friana