tirto.id - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyambut baik rencana pemerintah pusat tentang pemberlakuan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Sebab, kebijakan ini mampu menghemat belanja penggunaan bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan.
Herman menyebut berdasarkan kajian, WFH satu kali sepekan akan menghemat BBM hingga 18 persen per bulan. Artinya, langkah itu sudah tepat dilakukan seiring bergulirnya efisiensi anggaran.
"Bayangkan, satu kali seminggu ada WFH, artinya ada empat kali sebulan. Dari kajian, bisa hemat belanja BBM 18 persen. Angka yang cukup besar," ungkap Gubernur Herman, Selasa (31/3/2026).
Hanya saja, pelaksanaan WFH mesti dikaji secara matang agar tidak berdampak pada perekonomian masyarakat. Misalnya, operasional kantin di kantor pemerintah otomatis akan turut terdampak.
"Jangan sampai kita menghemat BBM, tapi di sisi lain justru membuat aktivitas ekonomi menjadi mandek," kata Herman.
Dia juga meminta pemilihan hari WFH dipertimbangkan. Sebab, penempatan WFH di akhir pekan berpotensi disalahgunakan ASN untuk memperpanjang libur dan tidak masuk kerja di hari normal.
"Kalau Jumat atau Senin, nanti panjang sekali weekend-nya. Kalau Senin, Selasa, Kamis, atau Jumat nanti dijadikan Hari Kejepit Nasional (Harpitnas), jadi yang paling mungkin itu Rabu," kata Herman.
Terkait ancaman gangguan pasokan BBM akibat dinamika geopolitik dunia, Herman memastikan pemerintah melakukan pemantauan terhadap distribusi energi. Sejauh ini, belum ada kelangkaan atau tumpukan antrean kendaraan di SPBU.
"Di Sumsel belum ada gejolak tentang keterbatasan BBM. Masih normal-normal saja, tapi tetap terus dipantau," tutup Herman.
Penulis: Irwanto
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id







































