tirto.id - Gempa bumi berkekuatan M 8,7 mengguncang Semenanjung Kamchatka, Rusia, pada Rabu (30/7/2025) pagi. Gempa ini pun dianggap sebagai salah satu gempa terkuat yang terjadi dalam satu dekade terakhir.
Gempa bumi ini juga menyebabkan gelombang tsunami setinggi 3-4 meter yang menghantam kota pelabuhan Severo-Kurilsk dan beberapa wilayah di Kamchatka.
Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) turut mengeluarkan peringatan dini tsunami karena gempa Rusia berpotensi menyebabkan tsunami di sebagian wilayah Indonesia.
Gempa bumi yang terjadi di Kamchatka pada pertengahan 2025 ini ternyata hanyalah satu dari sekian banyak gempa bumi yang pernah terjadi di Rusia. Negara dengan wilayah geografis luas ini diketahui memiliki sejarah panjang terkait aktivitas seismik.
Beberapa wilayah Rusia, terutama di dekat lempeng tektonik seperti Semenanjung Kamchatka, Kepulauan Kuril, dan Sakhalin, rupanya pernah mengalami sederet gempa besar dan tsunami dahsyat. Beberapa peristiwa tersebut bahkan tercatat sebagai bencana alam paling mematikan dalam sejarah Rusia.
Sejarah Gempa Terbesar di Rusia, Tsunami Besar, & Tahun Terjadi
Rusia pernah mengalami sejumlah gempa bumi besar yang meninggalkan jejak mendalam dalam catatan sejarahnya. Beberapa di antaranya bahkan memicu tsunami dahsyat yang menghantam wilayah pesisir, khususnya di kawasan timur jauh seperti Kamchatka dan Kuril.
Daftar Gempa Besar yang Pernah Terjadi di Rusia
1. Gempa Kamchatka – 1952
Gempa bumi berkekuatan M 9,0 pernah mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka. Peristiwa ini terjadi pada 5 November 1952, pukul 04.58 waktu setempat.Bencana alam ini menyebabkan kehancuran parah pada banyak pemukiman di Oblast Sakhalin dan Oblast Kamchatka, sedangkan dampak paling buruk dialami oleh kota Severo-Kurilsk. Gempa ini tercatat sebagai gempa terkuat yang pernah tercatat di Rusia.
Gempa ini berasal dari zona subduksi Kuril-Kamchatka ketika Lempeng Pasifik bergerak menunjam di bawah Lempeng Laut Okhotsk. Zona subduksi ini memang dikenal sebagai pemicu gempa-gempa besar di Kamchatka yang kerap menghasilkan tsunami.
2. Gempa Dagestan – 1970
Tanggal 14 Mei 1970, gempa bumi berkekuatan M 6.7 pernah melanda Republik Dagestan, Uni Soviet. Gempa ini menyebabkan intensitas Mercalli Maksimum VIII (Parah), yang menunjukkan tingkat kerusakan yang signifikan.Gempa bumi ini menghancurkan 257 pemukiman, termasuk kota-kota besar seperti Makhachkala, Buynaksk, Kaspiysk, Khasavyurt, dan Kizilyurt. Gempa ini juga tercatat menyebabkan sedikitnya 31 kematian, sekitar 1.000 orang terluka, serta membuat 45.000 orang kehilangan tempat tinggal.
3. Gempa Kuril – 1994
Pada tanggal 5 Oktober 1994, gempa bumi besar berkekuatan M 8,3 mengguncang wilayah Kepulauan Kuril. Gempa ini dikenal juga sebagai gempa Hokkaido Toho-oki.Berbeda dengan beberapa gempa lain di wilayah ini yang terjadi di zona subduksi antar lempeng, gempa tahun 1994 ini merupakan gempa intra-slab, yaitu terjadi di dalam Lempeng Pasifik itu sendiri saat menunjam di bawah mikroplate Okhotsk.
Guncangan dahsyat yang dihasilkan menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur seperti jalan dan bangunan. Sedikitnya 10 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana ini.
Kerusakan juga meluas ke fasilitas vital, seperti tangki penyimpanan minyak di Malokurilsk dan Krabozavodsk yang rusak, mengakibatkan kebocoran minyak dan kontaminasi parah di area pelabuhan.
4. Gempa Neftegorsk (Shakalin) – 1995
Kota Neftegorsk di Oblast Sakhalin, Rusia, diguncang gempa bumi dahsyat berkekuatan M 7.0 pada 28 Mei 1995. Gempa ini terjadi pada kedalaman 17 km di bawah permukaan bumi. Gempa ini tidak hanya dirasakan di seluruh Pulau Sakhalin, tapi juga Jepang yang ada di dekatnya.Kota Neftegorsk yang dihuni oleh sekitar 3.000 jiwa akhirnya hancur lebur dalam waktu singkat. Sebagian besar bangunan di kota itu adalah blok apartemen beton bertingkat lima yang dibangun di atas tanah aluvial yang tidak stabil, menjadikannya sangat rentan terhadap guncangan gempa.
Gempa bumi ini menjadi salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah Rusia modern. Setidaknya 1.989 orang meninggal dunia, sementara 317 lainnya mengalami luka-luka akibat bencana dahsyat ini.
5. Gempa Kuril – 2006
Gempa bumi megathrust berkekuatan M 8.3 pernah melanda Kepulauan Kuril tengah pada 15 November 2006. Gempa ini merupakan peristiwa seismik terbesar di wilayah tersebut sejak tahun 1915.Gempa ini menimbulkan gelombang tsunami yang mencapai Jepang hingga Amerika Serikat. Tidak ada laporan korban jiwa akibat gempa ini karena lokasinya di lautan dan jauh dari pemukiman penduduk.
Namun, ada survei yang mengungkapkan bahwa tsunami lokal di Kepulauan Kuril tengah bisa mencapai ketinggian gelombang hingga sekitar 21,9 meter atau lebih saat kejadian.
6. Gempa Kuril – 2007
Pada tanggal 13 Januari 2007, gempa bumi megathrust berkekuatan M 8,1 kembali mengguncang Kepulauan Kuril. Gempa ini terjadi di wilayah yang sama dengan gempa besar yang terjadi pada November 2006.Episentrum gempa terletak di kedalaman 10 km, sedikit lebih dalam daripada gempa sebelumnya. Peristiwa ini memicu tsunami yang melintasi Samudra Pasifik, menyebabkan dampak di berbagai lokasi meskipun skalanya lebih kecil dibandingkan gempa sebelumnya.
Masih banyak gempa besar yang pernah terjadi di Rusia, berikut daftar lengkapnya:
- 7 September 1918: Kepulauan Kuril (Magnitudo 8.1)
- 3 Februari 1923: Kamchatka (Magnitudo 8.4)
- 13 April 1923: Kamchatka (Magnitudo 6.8)
- 5 November 1952: Kamchatka (Magnitudo 9.0)
- 6 November 1958: Kepulauan Kuril (Magnitudo 8.3)
- 4 Mei 1959: Kamchatka (Magnitudo 8.0)
- 13 Oktober 1963: Kepulauan Kuril (Magnitudo 8.5)
- 20 Oktober 1963: Kepulauan Kuril (Magnitudo 7.8)
- 14 Mei 1970: Dagestan (Magnitudo 6.7)
- 4 Oktober 1994: Kepulauan Kuril (Magnitudo 8.3)
- 27 Mei 1995: Sakhalin (Magnitudo 7.0)
- 5 Desember 1997: Kamchatka (Magnitudo 7.7)
- 4 Agustus 2000: Sakhalin (Magnitudo 6.8)
- 27 September 2003: Republik Altai (Magnitudo 7.3)
- 21 April 2006: Kamchatka (Magnitudo 7.6)
- 15 November 2006: Kepulauan Kuril (Magnitudo 8.3)
- 13 Januari 2007: Kepulauan Kuril (Magnitudo 8.1)
- 2 Agustus 2007: Selat Tatar (Magnitudo 6.2)
- 27 Agustus 2008: Danau Baikal (Magnitudo 6.3)
- 11 Oktober 2008: Kaukasus Utara (Magnitudo 5.8)
- 14 Oktober 2011: Amur (Magnitudo 6.0)
- 27 Desember 2011: Tuva (Magnitudo 6.6)
- 24 Mei 2013: Laut Okhotsk (Magnitudo 8.3)
- 17 Juli 2017: Kamchatka (Magnitudo 7.8)
- 25 Maret 2020: Kepulauan Kuril (Magnitudo 7.5)
- 17 Agustus 2024: Kamchatka (Magnitudo 7.0)
- 20 Juli 2025: Kamchatka (Magnitudo 7.4)
- 30 Juli 2025: Kamchatka (Magnitudo 8.7)
Daftar Tsunami yang Pernah Terjadi di Rusia

1. Tsunami Kamchatka – 1952
Tsunami ini terjadi setelah gempa Kamchatka yang dahsyat di tahun 1952. Gempa bumi tersebut memicu tsunami besar setinggi 15-18 meter di Severo-Kurilsk, Kepulauan Kuril. Gempa dan tsunami ini pun menewaskan lebih dari 2.000 orang.Selain dampak lokal yang menghancurkan, gelombang tsunami Kamchatka ini juga mencapai Kepulauan Hawaii dan menyebabkan kerusakan cukup besar.
2. Tsunami Kuril – 1994
Gelombang tsunami ini dipicu oleh gempa Kuril yang terjadi pada tahun 1994. Gelombang tsunami mencapai ketinggian lebih dari 3 meter di Teluk Yuzhno-Kurilsk, bahkan sampai 5 meter di Pulau Zelenyi, Rusia.Sementara ketinggian gelombang maksimum tercatat 10,4 meter di bagian selatan Teluk Dimitrova. Tak hanya Rusia, tsunami juga mencapai Hanasaki, Jepang, dengan ketinggian 3,46 meter.
3. Tsunami Nevelsk (Shakalin) – 2007
Tsunami ini dipicu oleh gempa berkekuatan M 6.2 yang terjadi di Nevelsk pada 2 Agustus 2007. Tiga gelombang tsunami melanda pantai Pulau Sakhalin.Meskipun gelombang ini tidak menyebabkan kerusakan signifikan, ukurannya tergolong luar biasa besar apabila dibandingkan dengan magnitudo gempa pemicunya.
Ketinggian maksimum tsunami mencapai 3,2 meter di muara Sungai Asanai, dekat desa Zavety Il'icha. Gelombang kecil juga teramati di Hokkaido, Jepang, tapi tidak menimbulkan kerusakan.
Berikut daftar lengkap tsunami yang pernah terjadi di Rusia:
- 7 September 1918: Kepulauan Kuril (dipicu gempa M 8.1)
- 13 April 1923: Kamchatka (dipicu gempa M 6.8)
- 5 November 1952: Kamchatka (dipicu gempa M 9.0)
- 6 November 1958: Kepulauan Kuril (dipicu gempa M 8.3)
- 4 Mei 1959: Kamchatka (dipicu gempa M 8.0)
- 13 Oktober 1963: Kepulauan Kuril (dipicu gempa M 8.5)
- 20 Oktober 1963: Kepulauan Kuril (dipicu gempa M 7.8)
- 4 Oktober 1994: Kepulauan Kuril (dipicu gempa M 8.3)
- 15 November 2006: Kepulauan Kuril (dipicu gempa M 8.3)
- 13 Januari 2007: Kepulauan Kuril (dipicu gempa M 8.1)
- 2 Agustus 2007: Selat Tatar (dipicu gempa M 6.2)
- 25 Maret 2020: Kepulauan Kuril (dipicu gempa M 7.5)
Dampak Lokal dan Global dari Gempa & Tsunami Rusia

Gempa dan tsunami yang pernah terjadi di wilayah Rusia memiliki dampak yang bervariasi, baik secara lokal maupun global. Meskipun tidak selalu menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, bencana ini tetap meninggalkan jejak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, infrastruktur, dan lingkungan.
1. Kerusakan Infrastruktur dan Pemukiman
Kerusakan bangunan dan pemukiman warga menjadi salah satu dampak yang bisa dirasakn dari gempa bumi di Rusia. Gempa besar seperti yang terjadi di Kamchatka pada tahun 1952 pernah menghancurkan kota Severo-Kurilsk serta pemukiman di Oblast Sakhalin dan Oblast Kamchatka.Gempa Dagestan juga merusak 257 pemukiman serta kota-kota besar seperti Makhachkala dan Buynaksk. Sementara gempa dahsyat Neftegorsk membuat kota ini hancur dan tak dibangun lagi hingga sekarang, seolah menjadi kota hantu sejak gempa dahsyat tahun 1970 silam.
2. Korban Jiwa
Gempa-gempa besar di Rusia diketahui menimbulkan cukup banyak korban jiwa, terutama gempa besar tahun 1952 di Kamchatka yang korbannya mencapai lebih dari 2.000 orang. Gempa Kuril di tahun 1994 juga menelan korban jiwa hingga lebih dari 1.900 orang.Wilayah timur jauh Rusia sebenarnya tercatat sering mengalami gempa yang cukup besar, tapi karena lokasi episentrumnya yang cukup jauh dari pemukiman, sebagian gempa besar tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
3. Kerugian Ekonomi
Gempa bumi dan tsunami di Rusia seringkali menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan. Sebagai contoh, gempa bumi Neftegorsk 1995 secara efektif melenyapkan sebuah kota minyak.Gempa ini juga menghancurkan infrastruktur vital dan merenggut ribuan nyawa. Artinya, bencana ini secara langsung menyebabkan hilangnya tenaga kerja, aset properti, dan kapasitas produksi minyak.
Demikian pula, bencana seperti gempa Severo-Kurilsk 1952 yang menghancurkan pemukiman dan menyebabkan kerugian finansial di Hawaii. Gempa Kepulauan Kuril 2006 juga mengakibatkan kerugian sekitar $10 juta pada dermaga di Crescent City, California.
4. Trauma Psikologis
Di luar kerugian material dan korban jiwa, gempa bumi dan tsunami di Rusia juga meninggalkan dampak psikologis mendalam berupa trauma bagi para penyintas.Bagi mereka yang kehilangan anggota keluarga, rumah, atau mata pencarian, rasa duka dan kehilangan yang mendalam dapat memperburuk kondisi psikologis mereka.
Penyebab Gempa & Tsunami Rusia

Gempa bumi umumnya disebabkan oleh pergeseran lempeng tektonik di kerak bumi yang melepaskan energi secara tiba-tiba. Hal ini menciptakan getaran hebat di permukaan.
Jika gempa terjadi di bawah laut, pergeseran dasar laut dapat menggerakkan massa air dan memicu gelombang tsunami. Tsunami bisa menjadi sangat merusak ketika mencapai daratan, tergantung pada kekuatan gempa, kedalaman pusat gempa, dan topografi dasar laut.
Sementara itu, penyebab utama seringnya terjadi gempa bumi dan tsunami di wilayah Rusia, khususnya di wilayah timur jauh seperti Kamchatka dan Kepulauan Kuril, adalah posisinya yang strategis di dekat Cincin Api Pasifik.
Area ini merupakan zona geologis yang sangat aktif di mana beberapa lempeng tektonik utama bertemu dan saling berinteraksi. Secara spesifik, sebagian besar gempa-gempa di wilayah ini disebabkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Pasifik dan Lempeng Okhotsk (yang merupakan bagian dari Lempeng Eurasia).
Proses subduksi ini menyebabkan akumulasi energi tektonik yang sangat besar di sepanjang batas lempeng. Ketika tekanan yang terkumpul antara kedua lempeng ini melebihi batas, energi tersebut tiba-tiba dilepaskan dalam bentuk gempa bumi.
Potensi tsunami yang tinggi di wilayah ini juga merupakan konsekuensi langsung dari gempa besar tersebut. Karena gempa terjadi di bawah laut dan dekat dengan zona kontak lempeng, pergeseran vertikal dasar laut yang tiba-tiba dapat memindahkan sejumlah besar kolom air di atasnya.
Perpindahan air inilah yang kemudian merambat keluar sebagai gelombang tsunami yang dapat bergerak melintasi samudra dengan kecepatan tinggi hingga menyebabkan kehancuran di wilayah pesisir, baik yang dekat maupun jauh dari pusat gempa.
Itulah sejarah gempa bumi dan tsunami yang pernah terjadi di Rusia beserta dampak dan penyebabnya. Dengan memahami latar belakang geologis serta karakteristik wilayah rawan gempa, diharapkan kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana dapat meningkat.
Upaya peningkatan sistem peringatan dini, perencanaan tata ruang yang tangguh, serta edukasi masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan kerugian di masa depan apabila bencana serupa kembali terjadi.
Ingin membaca artikel lainnya mengenai gempa bumi? Tirto.id telah merangkumnya secara lengkap untuk Anda. Silakan kunjungi tautan di bawah ini untuk informasi selengkapnya.
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id






































