Menuju konten utama

Gedung Putih Ungkap Pembahasan Trump dan Xi Jinping soal Hormuz

Trump sebut Xi Jinping menegaskan bahwa Cina ingin Selat Hormuz tetap terbuka karena Beijing membeli minyak dalam jumlah besar dari kawasan tersebut.

Gedung Putih Ungkap Pembahasan Trump dan Xi Jinping soal Hormuz
Presiden Tiongkok Xi Jinping (tengah) dan Presiden AS Donald Trump (kanan) mengunjungi Kuil Surga di Beijing pada 14 Mei 2026. Xi memperingatkan Trump bahwa isu Taiwan dapat mendorong kedua negara mereka ke dalam "konflik" jika ditangani dengan tidak tepat, sebuah pernyataan pembuka yang keras saat KTT negara adidaya yang akan membahas berbagai isu pelik dimulai di Beijing pada 14 Mei. AFP/ Brendan SMIALOWSKI / POOL

tirto.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membahas Selat Hormuz hingga perang Iran dalam pertemuannya dengan Presiden Cina Xi Jinping di Beijing, Kamis (14/5/2026). Menurut Gedung Putih, Trump dan Xi sepakat bahwa Selat Hormuz “harus tetap terbuka untuk mendukung kelancaran arus energi”.

“Presiden Xi juga menegaskan penolakan Tiongkok terhadap militerisasi selat tersebut dan segala upaya untuk mengenakan tarif atas penggunaannya,” kata Gedung Putih, seperti dikutip Al Jazeera.

Dalam wawancara terpisah, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa ia percaya Beijing akan “melakukan apa yang mereka bisa” untuk membuka jalur perairan tersebut karena hal itu “sangat sesuai dengan kepentingan mereka”.

Sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada akhir Februari, Teheran hampir sepenuhnya menutup Selat Hormuz. Kondisi ini mengganggu pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga bahan bakar akibat kapal tanker minyak tidak dapat melintas.

Di sisi lain, negosiasi untuk mengakhiri konflik sekaligus membuka kembali jalur pelayaran tersebut masih menemui jalan buntu.

Dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis, Trump mengklaim Xi menyampaikan bahwa Beijing tidak akan memasok peralatan militer kepada Iran.

“Ketika Anda mengatakan ‘mendukung’, mereka tidak sedang berperang melawan kami atau semacamnya,” kata Trump saat ditanya apakah ia membahas dukungan Tiongkok terhadap Iran. “Dia bilang dia tidak akan memberikan peralatan militer. Itu pernyataan besar,” ujarnya.

Trump juga mengatakan Xi menegaskan bahwa Tiongkok ingin Selat Hormuz tetap terbuka karena Beijing membeli minyak dalam jumlah besar dari kawasan tersebut.

Namun, otoritas Tiongkok belum memberikan tanggapan atas klaim Trump. Ringkasan pembicaraan yang dirilis Kementerian Luar Negeri Tiongkok juga tidak menyinggung Iran maupun Selat Hormuz.

Meski demikian, di bawah perjanjian khusus, Iran tetap mengizinkan sejumlah kapal pengangkut melintas di jalur perairan strategis tersebut. Pada Rabu (13/5/2026), misalnya, sebuah kapal tanker Cina tercatat melintasi selat itu berdasarkan data pelayaran yang dilihat Reuters. Kantor berita Iran, Fars News Agency, juga melaporkan adanya kesepakatan untuk mengizinkan beberapa kapal Tiongkok melintas.

Selain itu, penyiar pemerintah Iran, IRIB, melaporkan sekitar 30 kapal telah melintasi Selat Hormuz sejak Rabu malam.

Sementara itu, AS menyatakan telah mengalihkan rute 70 kapal dan melumpuhkan empat kapal lainnya untuk menegakkan blokade Trump terhadap kapal-kapal yang bepergian menuju atau dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz.

“Hingga hari ini, pasukan CENTCOM telah mengalihkan rute 70 kapal komersial dan melumpuhkan 4 kapal untuk memastikan kepatuhan,” kata Komando Pusat AS (CENTCOM) melalui X.

Baca juga artikel terkait CINA atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Flash News
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana