tirto.id - Badan Pengaturan (BP) BUMN memutuskan untuk memangkas jumlah entitas PT Pupuk Indonesia secara drastis dari 57 entitas menjadi hanya sisa 15 entitas. Langkah perampingan (streamlining) ini akan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2026 hingga 2027.
Transformasi tersebut akan membentuk struktur bisnis yang lebih fokus melalui tiga Sub-Holding utama, yaitu Agrichemical, Industrial Chemical, dan Clean Ammonia, yang didukung oleh Feedstock Co sebagai pengelola pasokan bahan baku strategis.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, berujar pemangkasan diyakini akan meningkatkan kinerja PT Pupuk Indonesia.
“Penyederhanaan entitas akan memperkuat fokus bisnis dan meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan,” ujar Dony dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).
Dony sempat menemui Direksi PT Pupuk Indonesia untuk membahas perkembangan pelaksanaan streamlining dan transformasi bisnis Pupuk Indonesia Group.
Pembahasan diklaim fokus pada percepatan penataan portofolio usaha, penyederhanaan struktur perusahaan, penguatan fokus pada bisnis inti, serta pembentukan ekosistem bisnis yang lebih terintegrasi.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi bisnis perusahaan agar lebih adaptif terhadap perubahan industri sekaligus mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.
Melalui struktur baru tersebut, Pupuk Indonesia diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat sinergi antarentitas usaha, serta mengoptimalkan pengelolaan aset dan sumber daya perusahaan.
Sementara itu, kehadiran tiga Sub-Holding utama disebut akan memperjelas fokus pengembangan setiap lini bisnis sehingga mampu mendukung pertumbuhan usaha yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Selain meningkatkan efisiensi, transformasi tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing Pupuk Indonesia di sektor pupuk dan petrokimia, sekaligus membuka peluang pengembangan bisnis baru yang sejalan dengan kebutuhan industri masa depan.
Di satu sisi, dukungan Feedstock Co. sebagai pengelola pasokan bahan baku strategis disebut menjadi elemen penting dalam memastikan integrasi rantai pasok dan keberlangsungan operasi perusahaan.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id







































