Menuju konten utama

Dubes Iran untuk PBB: Kami Akan Terus Membela Diri dari Serangan

Dubes Iran untuk PBB menyatakan negaranya akan terus membela diri dari serangan AS-Israel. Iran juga menegaskan tidak akan menyerang sipil.

Dubes Iran untuk PBB: Kami Akan Terus Membela Diri dari Serangan
Dalam gambar yang diperoleh dari kantor berita ISNA Iran ini, tim penyelamat mencari di antara reruntuhan bangunan yang runtuh di lokasi serangan terhadap sebuah lingkungan, di Teheran pada 28 Februari 2026. (Photo by AMIR KHOLOUSI / ISNA / AFP)

tirto.id - Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel telah melanjutkan serangan brutal dan besar-besaran mereka terhadap Iran. Serangan tersebut dilakukan tanpa henti dan tanpa jeda pada Jumat (6/3/2026) waktu setempat.

"Serangan ini tidak pandang bulu. Mereka sengaja menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil di seluruh negara saya. Amerika Serikat dan Israel telah menunjukkan bahwa mereka tidak mengakui adanya garis merah dalam melakukan kejahatan mereka," katanya kepada awak media, di markas PBB, New York, dikutip laman resmi PBB, Sabtu (7/3/2026).

Daerah pemukiman padat penduduk dan infrastruktur sipil yang penting sengaja menjadi sasaran, termasuk dengan bom seberat 2.000 pon.

Karena itu, ia pun mendesak Dewan Keamanan untuk menyerukan kepada AS dan Israel agar mereka segera menghentikan kejahatan perang ini. Selain itu, seiring dengan serangan brutal yang terjadi, Iravani menegaskan, negaranya akan terus membela diri hingga AS dan Israel berhenti menyerang.

Peluncuran rudal dan drone oleh Iran ke situs-situs vital AS dan Israel di negara-negara tetangga menjadi salah satu upaya perlindungan diri yang dilakukan Teheran.

"Kami terus menggunakan hak inheren kami untuk membela diri berdasarkan pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa sampai agresi dan serangan barbar ini berhenti. Tanggapan kami sah, perlu, dan proporsional. Izinkan saya menekankan sekali lagi, Iran hanya menargetkan tujuan militer para agresor. Kami tidak menargetkan warga sipil. Kami tidak menargetkan kepentingan negara-negara tetangga," tegas dia.

Iravani juga turut menjelaskan, Iran tidak mencari perang dan tidak bermaksud untuk menyulut eskalasi. Namun sebaliknya, Iran juga tidak akan pernah menyerahkan kedaulatannya kepada negara manapun.

"Peradaban kuno dan membanggakan kami bersaksi bahwa Iran selalu menjadi negara yang damai dan cinta damai yang berkomitmen untuk hidup berdampingan, bermartabat, dan menghormati di antara negara-negara," katanya.

Sebaliknya, Iravani menilai, niat AS dan Israel jelas, melancarkan serangan brutal untuk meneror warga sipil, membantai orang tak bersalah, dan menyebabkan kehancuran dan penderitaan maksimum.

Sayangnya, meskipun permintaan agar kecaman diberikan kepada AS dan Israel atas kejahatan perang yang mereka lakukan terus diutarakan, Dewan Keamanan tetap diam.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Dipna Videlia Putsanra