Menuju konten utama

Diterpa Isu Fraud, Investasi Startup di Asia Tenggara Jeblok 24%

Meski jeblok East Venture tetap akan melakukan investasi ke perusahaan rintisan potensial dengan portofolio bagus dan founder kredibel.

Diterpa Isu Fraud, Investasi Startup di Asia Tenggara Jeblok 24%
Perusahaan modal ventura, East Venture, mengungkapkan bahwa realisasi investasi ke perusahaan rintisan (startup) di Asia Tenggara mengalami penurunan di semester I-2025 saat konferensi pers, Jumat (25/7/2025). Tirto.id/Nanda Aria Putra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Perusahaan modal ventura, East Venture, mengungkapkan bahwa realisasi investasi ke perusahaan rintisan (startup) di Asia Tenggara mengalami penurunan di semester I-2025.

Managing Partner East Venture, Melisa Irene, menjelaskan hingga Juni 2025 realisasi investasi ke perusahaan rintisan sebesar 2 miliar dolar AS atau anjlok 24 persen dibandingkan semester II-2024 yang sebesar 2,6 miliar dolar AS.

Menurut melisa, turunnya realisasi investasi ini lantaran sejumlah isu yang menerpa perusahaan rintisan ini, seperti fraud, penggelapan, atau pemalsuan laporan keuangan perusahaan.

“Memang banyak kasus-kasus yang terjadi, tapi dari this East Venture sendiri, fundamental yang kita utamakan adalah fundamental companies-nya, portofolionya,” katanya saat konferensi pers, Jumat (25/7/2025).

Meskipun turun dibandingkan dengan semester dua tahun lalu, namun jika dilihat secara tahunan realisasi investasi ke perusahaan rintisan di kuartal I-2025 tetap tumbuh 7 persen dibandingkan semester I-2024 yang sebesar 1,8 miliar dolar AS.

“Memang ada event di 2020-2022 terjadi penurunan, tapi kalau kita berusaha untuk melihat yang positif side-nya, sebetulnya angkanya itu kalau kita bandingkan di H1 2025, sebetulnya naik kalau kita bandingkan dengan H1 di 2024,” ujarnya.

Meski begitu, dia mengatakan bahwa East Venture tetap akan melakukan investasi ke perusahaan rintisan potensial dengan portofolio bagus dan founder kredibel.

“Terus kita juga sangat founder-driven, jadi kita membuat opportunity itu dari apa yang sudah available atau yang founder memang mau mengerjakan,” tambahnya.

Perlu diketahui, East Venture di 2025 menyasar empat sektor strategis yang akan diinvestasikan. Sektor kesehatan, Artificial intelligence (AI), consumer, dan climate tech.

Baca juga artikel terkait STARTUP atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Dwi Aditya Putra