tirto.id - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara telah menyaring ratusan perusahaan yang memperebutkan keterlibatannya dalam proyek waste to energy (WtE) atau Pengelolaan Sampah dan Energi Lokal (PSEL).
Managing Director Investment di Danantara, Stefanus Ade Hadiwidjaja, menjelaskan bahwa dari sekitar 200 perusahaan yang mengikuti tender awal, sebanyak 24 perusahaan asing berhasil melangkah ke tahap berikutnya.
Keputusan tersebut diambil setelah melalui proses seleksi dan review ketat yang dilakukan oleh tim Danantara. Proses seleksi berlangsung cepat setelah keluarnya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Program Waste to Energy (WtE).
“Batch 1 kemarin sudah keluar, ada 24 nama. Kita review dari seluruh dunia yang punya pengalaman baik di sektor waste to energy dengan kemampuan teknologi incinerator untuk mengubah sampah menjadi energi listrik,” ujarnya dalam media briefing di Kompleks Danantara, Senin (3/11/2025).
Stefanus menambahkan, seluruh perusahaan dalam DPT batch pertama ini berasal dari berbagai negara, termasuk Jepang, Tiongkok, dan Eropa.
“Karena di batch 1 ini, kita ingin buat tender yang cukup cepat dan memakai pemain berpengalaman global. Tujuannya agar transfer teknologi dan pengetahuan berlangsung, sehingga lokal juga mendapatkan manfaat dan pengalaman,” katanya.
Targetnya, proses lelang proyek PSEL di tiap kota akan dimulai pada 6 November mendatang di tujuh kota yang sudah siap. Jika semuanya berjalan lancar, pada kuartal I-2026 diharapkan proses groundbreaking sudah dapat dilakukan di masing-masing lokasi.
Ketujuh lokasi yang ditetapkan meliputi Provinsi Bali, DI Yogyakarta serta sekitarnya, Bogor Raya, Tangerang Raya, Kota Semarang, Bekasi Raya, dan Medan Raya atau Kota Medan beserta kabupaten di sekitarnya.
“Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) ini kita akan minta juga untuk mencari partner lokal, untuk konsorsium. Nanti tanggal 6 November, kita buka dengan tujuh kota. Masing-masing kota akan ada tendernya sendiri. Dari 24 penyedia teknologi, kita minta mereka berpartner dengan pemain lokal, baik swasta, BUMN, atau BUMD,” tambahnya.
Adapun 24 perusahaan asing yang lolos tahap lanjutan untuk mengembangkan proyek PSEL di tujuh kota tersebut adalah sebagai berikut:
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id






































