Menuju konten utama

Danantara Ungkap Daftar Korporasi Berebut Proyek Waste to Energy

Proses seleksi berlangsung cepat setelah keluarnya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Program Waste to Energy (WtE).

Danantara Ungkap Daftar Korporasi Berebut Proyek Waste to Energy
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir (kanan) dalam media briefing, di Kompleks Danantara, Senin (3/11/2025). tirto.id/Nanda Aria Putra
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara telah menyaring ratusan perusahaan yang memperebutkan keterlibatannya dalam proyek waste to energy (WtE) atau Pengelolaan Sampah dan Energi Lokal (PSEL).

Managing Director Investment di Danantara, Stefanus Ade Hadiwidjaja, menjelaskan bahwa dari sekitar 200 perusahaan yang mengikuti tender awal, sebanyak 24 perusahaan asing berhasil melangkah ke tahap berikutnya.

Keputusan tersebut diambil setelah melalui proses seleksi dan review ketat yang dilakukan oleh tim Danantara. Proses seleksi berlangsung cepat setelah keluarnya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Program Waste to Energy (WtE).

“Batch 1 kemarin sudah keluar, ada 24 nama. Kita review dari seluruh dunia yang punya pengalaman baik di sektor waste to energy dengan kemampuan teknologi incinerator untuk mengubah sampah menjadi energi listrik,” ujarnya dalam media briefing di Kompleks Danantara, Senin (3/11/2025).

Stefanus menambahkan, seluruh perusahaan dalam DPT batch pertama ini berasal dari berbagai negara, termasuk Jepang, Tiongkok, dan Eropa.

“Karena di batch 1 ini, kita ingin buat tender yang cukup cepat dan memakai pemain berpengalaman global. Tujuannya agar transfer teknologi dan pengetahuan berlangsung, sehingga lokal juga mendapatkan manfaat dan pengalaman,” katanya.

Targetnya, proses lelang proyek PSEL di tiap kota akan dimulai pada 6 November mendatang di tujuh kota yang sudah siap. Jika semuanya berjalan lancar, pada kuartal I-2026 diharapkan proses groundbreaking sudah dapat dilakukan di masing-masing lokasi.

Ketujuh lokasi yang ditetapkan meliputi Provinsi Bali, DI Yogyakarta serta sekitarnya, Bogor Raya, Tangerang Raya, Kota Semarang, Bekasi Raya, dan Medan Raya atau Kota Medan beserta kabupaten di sekitarnya.

“Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) ini kita akan minta juga untuk mencari partner lokal, untuk konsorsium. Nanti tanggal 6 November, kita buka dengan tujuh kota. Masing-masing kota akan ada tendernya sendiri. Dari 24 penyedia teknologi, kita minta mereka berpartner dengan pemain lokal, baik swasta, BUMN, atau BUMD,” tambahnya.

Adapun 24 perusahaan asing yang lolos tahap lanjutan untuk mengembangkan proyek PSEL di tujuh kota tersebut adalah sebagai berikut:

1. China Everbright Environment Group Limited
2. Dynagreen Environmental Protection Group Co., Ltd
3. China TianYing Inc
4. Wangneng Environment Co., Ltd
5. Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd
6. Grandblue Environment Co., Ltd
7. PT Jinjiang Environment Indonesia
8. Chongqing Sanfeng Environment Group Corp., Ltd
9. Mitsubishi Heavy Industries Environmental & Chemical Engineering
10. PT MCC Technology Indonesia (MCC)
11. GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd
12. Beijing China Sciences Runyu Environmental Technology Co., Ltd (CSET)
13. Beijing GeoEnviron Engineering & Technology, Inc
14. CEVIA Enviro Inc.
15. ITOCHU Corporation
16. Kanadevia Corporation
17. SUS Indonesia Holding Limited
18. China Conch Venture Holding Limited
19. Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd
20. Hunan Construction Engineering Group Co., Ltd
21. QiaoYin City Management Co., Ltd
22. Wuhan Tianyuan Group Co., Ltd
23. China National Environmental Protection Group Co., Ltd (CECEP)
24. Tianjin TEDA Environmental Protection Co., Ltd

Baca juga artikel terkait DANANTARA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Insider
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Hendra Friana