Menuju konten utama

5 Dalil Aqiqah Menurut Hadis Beserta Latin dan Artinya

Dalil aqiqah ditemukan di berbagai hadis Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Simak hadis tentang aqiqah yang mengatur ketentuan dan tata caranya.

5 Dalil Aqiqah Menurut Hadis Beserta Latin dan Artinya
Ilustrasi penyembelihan kambing aqiqah. Hadis tentang aqiqah menerangkan berbagai ketentuan syariat tersebut, termasuk jumlah sembelihan bagi bayi laki-laki dan perempuan. foto/istockphoto

tirto.id - Aqiqah (akikah) menjadi ibadah yang dilaksanakan umat Islam saat diberikan anak oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Apakah ada dalil aqiqah dalam Islam sehingga menjadi amalan sesuai sunah?

Pengertian aqiqahadalah penyembelihan hewan yang dilakukan untuk mendekatkan diri pada Allah subhanahu wa ta'ala sebagai rasa syukur telah diberikannya nikmat berupa keturunan atau anak. Aqiqah disunahkan dilakukan pada hari ketujuh dari waktu kelahiran bayi, atau jika terlewat bisa ke hari ke-14 atau ke-21. Meski begitu, ada pendapat lain yang memperbolehkan aqiqah dilakukan saat orang tua benar-benar mampu melaksanakannya.

Ketentuan aqiqahyaitu melakukan penyembelihan dua ekor kambing untuk kelahiran bayi laki-laki dan satu kambing bagi bayi perempuan. Kewajiban aqiqah dibebankan pada orang tua si anak, namun tidak mengapa dibiayai orang lain. Daging aqiqahdisunahkan sepertiganya dimakan sendiri oleh keluarga, sepertiga selanjutnya dihadiahkan pada sahabat, dan sepertiga terakhir disedekahkan pada kaum muslimin.

Apakah Aqiqah Disebutkan dalam Al Quran?

Ayat tentang aqiqah tidak ditemukan dalam Al-Qur'an. Syariat aqiqah secara langsung disebutkan dalam beberapa hadis dari Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Hadis yang menjadi dalil aqiqahArab tersebut tidak hanya membahas mengenai keberadaan syariat ibadah ini saja. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga menjelaskan mengenai tata caranya sehingga informasi dari hadis cukup lengkap.

Hukum pelaksanaan aqiqahadalah sunnah muakadah atau sunnah yang dikuatkan terutama bagi keluarga yang mampu melaksanakannya. Jika tidak ada kemampuan untuk melaksanakannya, maka tidak masalah ditinggalkan.

Dalil Aqiqah Beserta Artinya

Dalil hadis aqiqahtidak hanya berkutat soal hukum saja saja. Ada pula hadis tentang aqiqah yang menerangkan tentang tata cara dan persoalan lain yang masih berhubungan. Berikut daftar dalil aqiqah arab dan artinya, serta dalil aqiqah latin:

1. Hadis dari Salman bin 'Amir Ad-Dhabiy

عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِيّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَعَ اْلغُلاَمِ عَقِيْقَةٌ فَاَهْرِيْقُوْا عَنْهُ دَمًا وَ اَمِيْطُوْا عَنْهُ اْلاَذَى

‘An Salmān bin ‘Āmir ad-Dabbī qāla: Sami‘tu Rasūlallāh yaqūlu: “Ma‘a al-ghulāmi ‘aqīqah, fa-ahrīqū ‘anhu daman wa amīṭū ‘anhu al-adhā.

Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” (H.R. Bukhari)

2. Hadis dari Samurah bin Jundab

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى

‘An Samurah bin Jundab, anna Rasūlallāh qāla: “Kullu ghulāmin rahīnatun bi-‘aqīqatih, tuzbaḥu ‘anhu yauma sābi‘ihi, wa yuḥlaqu wa yusammā.

Dari Samurah bin Jundab dia berkat, Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama, dan dicukur rambutnya.” (H.R. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ad Darimi)

3. Hadis dari Aisyah

أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُمْ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

Anna ‘Āisyah akhbarathā anna Rasūlallāh ṣallallāhu ‘alayhi wa sallam amarahum ‘an al-ghulāmi syātāni mukāfi’atāni wa ‘an al-jāriyah syātun.

Dari Aisyah dia berkata, Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” (H.R. Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah dengan sanad hasan)

4. Hadis dari ‘Amr bin Syu’aib

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدّهِ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص مَنْ اَحَبَّ مِنْكُمْ اَنْ يَنْسُكَ عَنْ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ عَنِ اْلغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَ عَنِ اْلجَارِيَةِ شَاةٌ

‘An ‘Amr bin Syu‘aib, ‘an abīhi, ‘an jaddihi qāla: Qāla Rasūlullāh: “Man aḥabba minkum an yansuka ‘an waladihi falyaf‘al ‘an al-ghulāmi syātāni mukāfi’atāni wa ‘an al-jāriyah syātun.

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda : “Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.” (H.R. Abu Dawud, Nasa'i, Ahmad, Abdur Razaq, dan dishahihkan Al Hakim)

5. Hadis dari Ibnu Abbas

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَقَّ عَنْ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا

‘An Ibni ‘Abbās, anna Rasūlallāh ṣallallāhu ‘alayhi wa sallam ‘aqqa ‘an al-Ḥasan wa al-Ḥusayn kabshan kabshan

Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah bersabda: “Mengaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing.” (H.R. Abu Dawud (2841), Ibnu Jarud dalam kitab al-Muntaqa (912), Thabrani (11/316), dengan sanad sahih sebagaimana dikatakan Ibnu Daqiqiel ‘Ied)

Tujuan Aqiqah

Salah satu tujuan aqiqah yaitu melepaskan anak dari ketergadaian. Makna tergadai dapat berarti membebaskan anak dari penahanan setan. Setan telah bersumpah pada Allah akan menghancurkan semua keturunan Adam kecuali sedikit dari mereka.

Setan telah mengincar setiap anak sejak dilahirkan di dunia. Gangguan pertama dilakukan dengan mencubit anak saat lahir sehingga menangis. Setan akan bersemangat menjadikan si anak dalam genggamannya agar mudah diarahkan menjadi pengikutnya.

Syariat aqiqah menjadi cara untuk melepaskan gadai atau tertahannya anak dari genggaman setan. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama, dan dicukur rambutnya.” (H.R. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ad Darimi)

Menyembelih aqiqah untuk menghilangkan gadai anak tersebut. Anak akan bebas dari kotoran lahir dan batin. Anak akan lepas dari ikatan setan yang membelenggunya sehingga tidak lagi mudah diatur oleh setan. Wallahualam.

Hikmah Aqiqah

Aqiqahmemiliki hikmah yang dapat diteladani setiap muslim. Berbagai hikmah tersebut adalah:

  • Menghidupkan sunah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, terutama meneladani Nabi ibrahim yang bersungguh-sungguh melaksanakan perintah Allah ketika harus berkurban dengan putra beliau Nabi Ismail lalu digantikan Allah dengan kambing.
  • Aqiqah menjadikan anak terlindungi dari gangguan setan yang telah membelenggu setiap ada kelahiran.
  • Pelaksanaan aqiqah menjadi penebus anak agar bisa memberikan syafaat bagi kedua orang tuanya jika meninggal di usia muda. Imam Ahmad berpendapat tergadainya anak sebelum diaqiqahi terkait dengan syafaat. Meski demikian, keterkaitan aqiqah dengan syafaat ini memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama.
  • Aqiqah menjadi cara untuk mendekatkan diri dan rasa syukur kepada Allah
  • Pelaksanaan aqiqah menunjukan kegembiraan untuk menjalankan syariat dengan bertambahnya keturunan dan memperbanyak jumlah umat Islam.
Baca juga:

Baca juga artikel terkait HUKUM AQIQAH atau tulisan lainnya dari Ilham Choirul Anwar

tirto.id - Edusains
Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Ilham Choirul Anwar