Menuju konten utama

Alasan Rangkap Jabatan Rosan di Danantara & Totodua di Pertamina

Peran strategis Danantara untuk menggenjot investasi jadi alasan Totodua dan Rosan rangkap jabatan.

Alasan Rangkap Jabatan Rosan di Danantara & Totodua di Pertamina
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/ BKPM Todotua Pasaribu. foto/dok. Pertamina
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu, menjelaskan alasan rangkap jabatan dirinya sebagai Komisaris Utama Pertamina dan Rosan Roeslani sebagai CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Menurutnya, keputusan ini dilatarbelakangi oleh strategi pemerintah untuk fokus menggenjot investasi di sektor hilirisasi. Selain itu, pembentukan Kedeputian Bidang Hilirisasi Investasi Strategisyang khusus dimandatkan untuk mengurus masalah investasi hilirisasijuga jadi faktor rangkap jabatan tersebut.

"Sekarang itu diletakkan benar-benar dalam suatu nomenklatur, menjadi satu kementerian yang ditaruh dalam Kementerian Investasi. Kita sekarang sebutnya kementerian kami ini Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Menterinya sekarang juga sekaligus menjabat sebagai CEO (Danantara) dan Wakil Menterinya diberikan penugasan sebagai wakil, Komisaris (Utama) Pertamina,” kata Todotua, dalam sambutannya pada Pertamina Investor Day, di St. Regis Jakarta, Jakarta Selatan, Rabu (16/7/2025).

Rangkap jabatan tersebut, menurut Totodua, juga dapat diartikan bahwa Pertamina merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Danantara yang cukup strategis dan memang didorong untuk menggenjot investasi, termasuk melalui hilirisasi.

"Dan juga Danantara dalam hal me-running dalam konteks strategic investment butuh vehicle-vehicle-nya. Salah satu strategic vehicle yang ada itu adalah Pertamina dalam industri oil and gas. Maka inilah konteks yang sebenarnya terus kita sinergikan bersama,” jelas Todotua.

Sementara itu, dengan hubungan erat antara Kementerian Investasi dan Hilirisasi dengan Danantara juga dapat mempermudah komunikasi antara pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap pertumbuhan investasi di Tanah Air. Dus, dapat terlihat pula kira-kira strategi investasi apa yang seharusnya dijajaki untuk mengelola investasi di masa depan.

"Kita ini terus berkomunikasi dan terus melihat kira-kira strategic investment apa yang kita mau kelola ke depan. Khususnya trennya ke depan memang kita akan masuk kepada konsep down streaming atau hilirisasi,” ujar dia.

"Semua resources kita itu harus benar-benar kita manfaatkan dan kita kelola di dalam negeri kita sendiri. Sehingga, konteks investasi itu tidak hanya berbicara terhadap volume saja. Not only berbicara terhadap volume, quantity, tetapi value daripada investasi itu sendiri,” tukas Todotua.

Baca juga artikel terkait INVESTASI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana