tirto.id - Nobel Chemistry merupakan salah satu penghargaan tahunan ternama dalam bidang kimia dan ilmu terkait. Nobel Chemistry dimulai pada tahun 1901 oleh Alfred Nobel, sosok penemu asal Swedia yang terkenal dengan dinamit.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia yang ada di Stockholm. Nobel ini dinilai sebagai penghargaan paling terhormat secara global serta mengapresiasi para ilmuwan inovatif seperti Marie Curie, Frederick Sanger, dan Jennifer Doudna.
Masuk dalam nominasi di Nobel Chemistry tidaklah mudah, harus melibatkan undangan ke sekelompok nominator terpilih yang memenuhi syarat, termasuk pemenang sebelumnya hingga akademisi terkemuka.
Pemenang Nobel Chemistry ini dapat medali emas, diploma, serta penghargaan moneter selama upacara formal pada bulan Desember.
Pada tahun 2025 ini, Nobel Chemistry telah mengumumkan ada tiga sosok pemenangnya. Simak selengkapnya penerima Nobel Chemistry beserta asal negaranya.
Peraih Nobel Kimia 2025 dan Bidangnya
Pada 2025 ini, pemenang dalam bidang Kimia telah diumumkan. Komite Nobel Kimia mengumumkan jika ketiga ilmuwan tersebut berhasil mengembangkan konstruksi berbasis ion logam yang dihubungkan oleh molekul organik panjang berbasis karbon.
Kombinasi tersebut membuat kristal dengan rongga besar di dalamnya, menjadikan MOF jadi material berpori dengan kemampuan serbaguna. Tiga pemenang diketahui sudah menciptakan konstruksi molekuler dengan ruang besar di mana gas dan bahan kimia lainnya bisa mengalir.
Konstruksi yang satu ini yang mana merupakan kerangka logam-organik, bisa dipakai untuk memanen air dari udara gurun, menangkap karbon dioksida, menyimpan gas beracun ataupun mengkatalisis reaksi kimia.
Ada tiga pemenang atau peraih Nobel Kimia 2025, mereka berasal dari berbeda negara. Di antaranya yakni:
- Susumu Kitagawa, ia merupakan seorang profesor di Universitas Kyoto di Jepang.
- Richard Robson, sosok profesor di Universitas Melbourne, Australia, mengajar siswa pada tahun 1974 tentang struktur molekuler dengan mengubah bola kayu menjadi model atom.
- Omar Yaghi, adalah sosok profesor kimia di Universitas California, Berkeley yang lahir di Yordania.
Ion logam dan molekul diatur untuk membentuk kristal yang mengandung rongga besar. Kemudian, bahan berpori ini disebut kerangka kerja logam-organik (MOF).
Dengan membuat variasi blok bangunan yang digunakan dalam MOF, ahli kimia bisa mendesainnya untuk menangkap dan menyimpan zat tertentu. MOF juga dapat mendorong reaksi kimia atau menghantarkan listrik.
Apabila pembaca ingin mengetahui informasi atau berita tentang penghargaan Nobel bisa langsung klik tautan berikut ini:
Penulis: Lita Candra
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id





























