Menuju konten utama

Apakah Trump Akan Terima Nobel 10 Oktober 2025? Ini Menurut Ahli

Menjelang pengumuman Nobel 2025, peluang Donald Trump dinilai kecil meski dukungan kuat bermunculan dari berbagai negara dan tokoh dunia.

Apakah Trump Akan Terima Nobel 10 Oktober 2025? Ini Menurut Ahli
Presiden AS Donald Trump memberikan pidato pada pengarahan pemulihan pasca Badai Helene di hanggar Bandara Regional Asheville di Fletcher, North Carolina, pada 24 Januari 2025. Trump mengatakan ia mungkin akan "menyingkirkan FEMA," jika dianggap perlu. Badan Penanggulangan Bencana Federal Badan Penanggulangan Bencana (FEMA) bertugas mengoordinasikan respons terhadap bencana. (Foto oleh Mandel NGAN / AFP)

tirto.id - Pada 10 Oktober 2025, Komite Nobel akan mengumumkan penerima Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini. Di tengah pusaran spekulasi jelang pengumuman, nama Presiden Amerika Serikat Donald Trump muncul dengan klaim-klaim kepantasan atas hadiah tersebut.

Trump memang kerap muncul dalam pemberitaan terkait nominasi Nobel Perdamaian tahun 2025. Beberapa tokoh dan kelompok seperti Benjamin Netanyahu, Darrell Issa, Buddy Carter, pemerintah Pakistan, sekelompok pemimpin Afrika seperti Gabon, Liberia, dan Senegal, serta pemerintah Kamboja, menyuarakan dukungan terhadap Trump.

Salah satu janji utama Donald Trump dalam kampanye Pilpres Amerika Serikat 2024 adalah mengakhiri konflik dan mewujudkan perdamaian di Timur Tengah. Khususnya perang antara Hamas dan Israel di Gaza.

Setelah itu, Trump tampak berupaya menepati janji tersebut. Ia menunjukkan ambisi besar untuk menjadi pelopor perdamaian di kawasan Timur Tengah dan dunia. Beragam langkah diplomatik pun ditempuh guna merealisasikan hal tersebut.

Namun, di balik berbagai manuver, terseli dorongan kuat agar Trump diganjar Hadiah Nobel Perdamaian 2025. Pertanyaannya kini, bagaimana Trump punya kans merebut penghargaan tertinggi di bidang perdamaian ini?

Apakah Trump Akan Menerima Nobel pada 10 Oktober 2025?

Walaupun namanya mencuat dalam wacana publik, sampai hari ini Donald Trump belum ditetapkan sebagai pemenang Nobel Perdamaian 2025. Trump hanyalah salah satu dari ratusan kandidat yang masuk dalam proses seleksi. Pengumuman secara resmi baru dilangsungkan 10 Oktober 2025.

Tahun ini, Institut Nobel Norwegia mencatat 338 kandidat untuk hadiah Nobel Perdamaian. Terdiri dari 244 individu dan 94 organisasi sesuai persyaratan dan kategori. Angka ini lebih besar dibanding tahun 2024 lalu yang berjumlah 286 kandidat, dengan 197 individu dan 89 organisasi.

Dengan demikian, meskipun publik dan media ramai membahasnya, peluang Trump untuk dinyatakan sebagai pemenang sangatlah jauh dari kepastian. Sementara sebagian besar ahli berpendapat peluang kemenangan sangatlah kecil.

Pendapat Ahli Tentang Potensi Trump Menang Nobel 2025

Sebagaimana dilaporkan dalam ABC News, para ahli umumnya bersikap skeptis terhadap kans Trump merebut Nobel Perdamaian 2025. Salah satu alasan utamanya adalah bahwa Komite Nobel cenderung menghargai kerja damai yang berkelanjutan dan kolaboratif, bukan sekedar manuver diplomatik jangka pendek.

Dr. Theo Zenou, sejarawan dan peneliti di Henry Jackson Society, menegaskan bahwa klaim-klaim Trump, seperti prestasi mengakhiri tujuh perang, diragukan sebagai pencapaian besar dengan dampak jangka panjang. Baginya, ada perbedaan besar antara menghentikan konflik dalam sementara waktu dengan menyelesaikan akar permasalahan konflik.

Kristin Sandvik dari Peace Research Institute Oslo, juga menyuarakan keraguannya. Menurutnya, prestasi Trump belum bisa dipastikan akan bertahan dalam jangka waktu lama. Selain itu, ia menyoroti bahwa kebijakan Trump yang sering mengabaikan institusi internasional dan skeptisisme terhadap perubahan ikilim bisa menjadi faktor negatif dalam penilaian komite.

Pihak Komite Nobel pun tampak sinis terhadap upaya publik mendukung Trump yang terlalu terang-terangan. Wakil ketua Komite Nobel, Asle Toje, pernah menyatakan bahwa dukungan publik secara agresif justru memberikan kesan tekanan politik dan tidak disukai oleh badan pemberi penghargaan.

Sementara itu, Trump secara blak-blakan pernah menyebut dirinya panta mendapatkan Nobel Perdamaian. Gaya komunikasi ini dianggap kurang cocok dengan selera Komite Nobel.

Sebagian besar pengamat berpendapat bahwa Trump kemungkinan besar tidak akan memenangkan Nobel Perdamaian 2025. Namun bukan berarti peluang kemenangannya nol. Dalam catatan sejarah, terkadang Komite Nobel mengejutkan dengan pilihan figur yang kontroversial.

Jika Trump benar-benar ingin bersaing dalam Nobel Perdamaian 2025, bagi beberapa pengamat ia harus menunjukkan kontribusi damai konkret dan tahan lama. Khususnya di konflik besar seperti Ukraina dan Gaza, bukan hanya mengandalkan retorika dan publisitas.

Ingin membaca artikel lain terkait berita internasional di Tirto.id, klik tautan di bawah ini:

Kumpulan Artikel Berita Internasional di Tirto.id

Baca juga artikel terkait PENGHARGAAN NOBEL atau tulisan lainnya dari Arif Budiman

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Arif Budiman
Penulis: Arif Budiman
Editor: Dipna Videlia Putsanra