Menuju konten utama

Daftar Lagu Nasional untuk Hardiknas 2026 dan Liriknya

Daftar lagu nasional untuk Hardiknas 2026 beserta lirik, makna, dan audio, dari penghormatan guru hingga semangat wajib belajar dan nasionalisme.

Daftar Lagu Nasional untuk Hardiknas 2026 dan Liriknya
Hardiknas. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Lagu nasional memegang peranan penting dalam setiap peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Dalam konteks tersebut, lagu-lagu nasional hadir sebagai elemen untuk memperkuat makna peringatan, baik dalam upacara resmi maupun kegiatan di lingkungan sekolah.

Selain jadi pengiring upacara resmi, lagu-lagu nasional seputar Hardiknas juga menghidupkan kembali semangat Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, menghargai guru, serta membangun generasi berilmu.

Berikut lima lagu nasional pilihan untuk Hardiknas 2026 beserta kaitannya dengan tema Hari Pendidikan Nasional 2026 dari Kemendiksasmen, "Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

1. Hymne Guru (Sartono)

Hymne Guru merupakan salah satu lagu wajib nasional paling ikonik untuk Hardiknas. Lagu tersebut diciptakan pada awal 1980-an oleh Sartono, seorang guru seni musik honorer asal Madiun, dan resmi menjadi lagu nasional setelah memenangkan sayembara pada 1987.

Lagu tersebut langsung menyentuh inti Hari Pendidikan Nasional, yaitu penghargaan tertinggi kepada guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang mencerdaskan generasi bangsa.

Berikut lirik lengkap Hymne Guru terbaru sesuai Surat Edaran PGRI Nomor 447/Um/PB/XIX/2007.

Hymne Guru

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup

Dalam sanubariku

Semua baktimu akan ku ukir

Di dalam hatiku

Sebagai prasasti terima kasihku

Tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan

Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

Engkau patriot pahlawan bangsa pembangun insan cendekia

2. Mars Wajib Belajar (Restu Narwan Sutarmas & H. Winarno)

Mars Wajib Belajar diciptakan pada 2007 oleh Restu Narwan Sutarmas dibantu H. Winarno, sangat identik dengan Hardiknas. Ritmenya tegas diiringi semangat menggebu, membuatnya sering dijadikan sebagai lagu inti upacara.

Lagu Mars Wajib Belajar relevan dengan filosofi pendidikan nasional karena secara langsung mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk melaksanakan semangat wajib belajar sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai visi utama Ki Hajar Dewantara.

Berikut lirik lengkapnya.

Mars Wajib Belajar

Mari kita laksanakan wajib belajar

Putera puteri tunas bangsa

Harapan negara

Wajib belajar cerdaskan

Kehidupan bangsa

Untuk menuju masyarakat

Adil sejahtera

Gunakan waktumu isilah hidupmu

Tekunlah belajar giatlah berkerja

Berantas kebodohan perangi kemiskinan

Habis gelap terbit terang

Hari depan cerlang

Ayo kita giatkan wajib belajar

Jangan putus tengah jalan

Marilah tamatkan

Tanam ilmu sekarang

Petik hari depan cerdas terampil berwibawa

penuh daya cipta

Gunakan waktumu isilah hidupmu

Tekunlah belajar giatlah bekerja

Jadikan tunas bangsa inti pembangunan

Adil Makmur sejahtera

Merata Bahagia

3. Terima Kasih Guruku (Sri Widodo)

Lagu Ciptaan Sri Widodo yang dipopulerkan oleh A.T. Mahmud ini memiliki nuansa lebih personal dan penuh rasa syukur. Nada yang lembut membuat lagu ini sering dibawakan siswa sebagai bentuk ekspresi langsung kepada guru mereka saat Hari Pendidikan Nasional.

Lagu Terima Kasih Guruku menghubungkan generasi muda dengan pendidiknya melalui ungkapan terima kasih yang tulus. Berikut lirik lengkap lagu Terima Kasih Guruku.

Terima Kasih Guruku

Terima kasihku ku ucapkan

Pada guruku yang luhur

Ilmu yang berguna selalu dilimpahkan

Untuk bekalku nanti

Setiap hari ku dibimbingnya

Agar tumbuhlah bakatku

Kan ku ingat selalu nasihat guruku

Terima kasih ku ucapkan...

Terima kasihku ku ucapkan

Pada guruku yang luhur

Ilmu yang berguna selalu dilimpahkan

Untuk bekalku nanti

Setiap hari ku dibimbingnya

Agar tumbuhlah bakatku

Kan ku ingat selalu nasihat guruku

Terima kasih ku ucapkan

4. Bangun Pemudi Pemuda (Alfred Simanjuntak)

Lagu klasik ciptaan Alfred Simanjuntak ini mengajak pemuda-pemudi Indonesia untuk bangkit dan berkontribusi bagi bangsa.

Dalam konteks Hari Pendidikan Nasional, Bangun Pemudi Pemuda menegaskan bahwa pendidikan harus menghasilkan generasi muda yang sadar akan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

Berikut lirik lengkap lagu Bangun Pemudi Pemuda.

Bangun Pemudi Pemuda

Bangun pemudi pemuda Indonesia

Tangan bajumu singsingkan untuk negara

Masa yang akan datang kewajibanmu lah

Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

Sudi tetap berusaha jujur dan kuat

Tak usah banyak bicara trus kerja keras

Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih

Bertingkah laku halus hai putra negri

Bertingkah laku halus hai putra negri

Bangun pemudi pemuda Indonesia

Tangan bajumu singsingkan untuk negara

Masa yang akan datang kewajibanmu lah

Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

5. Indonesia Raya (Wage Rudolf Supratman)

Lagu kebangsaan Indonesia ini selalu menjadi pembuka sekaligus penutup hampir setiap upacara nasional, termasuk Hardiknas. Kendati bukan lagu khusus pendidikan, "Indonesia Raya" mengajak semua insan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa demi kejayaan dan persatuan Indonesia.

Lagu kebangsaan tersebut mengikat seluruh lagu sebelumnya dalam satu semangat besar, yakni nasionalisme yang dibangun melalui pendidikan.

Baca juga artikel terkait HARDIKNAS 2026 atau tulisan lainnya dari Rofi Ali Majid

tirto.id - Edusains
Kontributor: Rofi Ali Majid
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Yantina Debora