tirto.id - Majas termasuk salah satu materi penting dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Pemahaman tentang majas membantu seseorang mengenali gaya bahasa dalam karya sastra, maupun untuk komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Jika ingin memperdalam pemahaman tersebut, latihan pakai contoh soal majas bisa menjadi cara efektif. Adapun sebelum masuk ke latihan soal tentang majas, berikut materi awal tentang pengertian dan contoh berbagai jenis majas sebagai bahan belajar.
Pengertian, Jenis Majas, Ciri-Ciri & Contohnya
Majas merupakan bagian dari gaya bahasa yang berfungsi untuk membuat pesan jadi lebih berbobot atau menjalankan fungsi puitis.
Secara linguistik, majas atau trope adalah kata atau ungkapan yang dipakai dengan makna atau kesan berbeda dari makna yang biasa digunakan.
Berikut klasifikasi lengkap jenis-jenis majas, merujuk penelitian Okke Kusuma Sumantri Zaimar bertajuk Majas dan Pembentukannya dalam Jurnal Makara Human Behavior Studies in Asia.
1. Majas Berdasar Persamaan Makna
Kelompok ini terbentuk karena adanya kesamaan komponen makna secara keseluruhan atau sebagian antara bentuk pertama dan pengulangannya.Majas Repetisi
Majas Repetisi memiliki ciri utama berupa pengulangan seluruh kata, frasa, klausa, atau bahkan kalimat yang sama secara utuh dalam teks.Kata yang diulang mengandung makna dan acuan yang tetap sama tanpa adanya perubahan pada unsur penanda maupun petandanya.
Contohnya dapat dilihat dalam cuplikan sajak karya Ramadhan K.H. yang berbunyi: "Jamrut di pucuk-pucuk, Jamrut di hati gadis menurun".
Majas Pleonasme
Majas Pleonasme ditandai dengan penggunaan kata yang dianggap lewah karena komponen makna pada kata pertama sebenarnya sudah mencakup wilayah makna kata yang mengikutinya.Kendati tidak ada penambahan komponen makna baru, pemunculan penanda yang berbeda ini berfungsi untuk memberi kesan intensitas lebih kuat. Sebagai contoh, dalam kalimat "Ibu sedang turun ke bawah dari lantai 3", makna 'ke bawah' sebenarnya sudah tercakup secara implisit di dalam kata 'turun'.
2. Majas Berdasar Perbandingan Makna
Majas ini bekerja dengan membandingkan dua hal yang memiliki persamaan komponen makna tertentu meski secara acuan berbeda.Majas Simile (Perumpamaan)
Majas Simile memiliki ciri khas berupa perbandingan bersifat eksplisit yang mudah dikenali karena kedua penandanya muncul bersamaan dalam teks.Perbandingan ini selalu dihubungkan oleh kata pembanding khusus seperti "seperti, bagaikan, umpama, atau ibarat."
Contoh penggunaan majas ini adalah: "Wajah ibu dan anak itu bagaikan pinang dibelah dua".
Majas Metafora
Majas Metafora merupakan perbandingan yang seringkali bersifat implisit (in absentia), di mana salah satu unsur yang dibandingkan tidak hadir dalam teks, sehingga memicu interaksi makna dan perubahan acuan.Proses ini menciptakan penyimpangan makna karena konsep awal berinteraksi dengan konsep baru di latar belakang.
Contohnya terdapat pada kalimat: "Banyak pemuda yang ingin mempersunting mawar desa itu," yang mana kata 'mawar' dipakai untuk menggantikan posisi 'gadis'.
Majas Personifikasi
Majas Personifikasi adalah bagian dari metafora yang khusus menampilkan benda mati, tanaman, atau binatang seolah-olah memiliki perilaku atau sifat manusia.Ciri semantiknya melibatkan penyimpangan kolokasi karena tindakan manusia dikenakan pada objek non-manusia.
Contohnya yakni kalimat: "Melambai-lambai, nyiur di pantai," di mana gerakan daun nyiur dimiripkan dengan gerakan tangan manusia.
Majas Depersonifikasi
Majas Depersonifikasi kebalikan dari personifikasi, yakni menampilkan manusia sebagai benda alam, binatang, atau benda lainnya.Proses pembentukannya sama dengan metafora, di mana penanda benda muncul sementara unsur manusianya bersifat implisit.
Contohnya dapat ditemukan pada kalimat: "Aku heran melihat Tono, mematung."
3. Majas Berdasar Oposisi Makna
Kelompok ini memanfaatkan pertentangan atau perbedaan kontras antara dua gagasan atau penanda.Majas Antitesis
Majas Antitesis memiliki ciri berupa penyandingan dua kata atau gagasan yang mengandung makna berlawanan secara serentak agar kontrasnya terlihat menonjol.Kedua penanda tersebut muncul bersamaan dalam teks dan tidak bersifat implisit. Contohnya yakni: "Besar kecil, tua muda, kaya miskin, semua berlomba-lomba ingin hidup senang."
Majas Paradoks
Majas Paradoks ditandai dengan pernyataan yang tampak aneh atau berlawanan dengan pendapat umum, tapi sebenarnya menyembunyikan kebenaran yang bisa dipertahankan.Pemahaman majas ini sangat bergantung pada konteks pengujaran, baik secara tekstual maupun situasional.
Contohnya adalah kalimat: "Meskipun hatinya sangat panas, kepalanya tetap dingin."
Majas Ironi
Majas Ironi memiliki ciri di mana pengujar menyampaikan sesuatu yang sebaliknya dari maksud sebenarnya, sehingga ada kesenjangan antara makna harfiah dan makna kiasan.Majas ini selalu memiliki sasaran atau "bulan-bulanan" dan sering dipakai untuk mengolok-olok. Sebagai contoh: "Wah, pemerintah sekarang memang sukses, ya! Sukses menaikkan harga sembako."
4. Majas Berdasar Pertautan Makna
Majas ini tidak berlandaskan pada persamaan sifat, melainkan pada kedekatan atau keterhubungan antar acuan di dunia pengalaman.Majas Metonimi
Majas Metonimi bercirikan penggunaan suatu penanda untuk mengemukakan petanda lain berkat adanya hubungan kedekatan acuan yang bersifat spasial, temporal, atau kausal.Hubungan ini terjadi secara eksternal antar unsur dunia nyata, bukan berdasar persamaan makna intern bahasa. Contoh populernya: "Budi baru saja membeli Honda," di mana nama perusahaan dipakai untuk menyebut motor hasil produksinya.
Majas Sinekdoke
Majas Sinekdoke ditandai dengan hubungan antar acuan di mana satu bagian mewakili keseluruhan atau sebaliknya.Jika acuan bagian menggantikan keseluruhan, disebut pars pro toto, seperti pada contoh: "Kemarin, Budi tak tampak batang hidungnya".
Sebaliknya, jika acuan keseluruhan menggantikan bagian, disebut totem pro parte, contohnya:
"Italia mengalahkan Inggris dengan telak."
5. Majas yang Mengambil Bentuk Majas Lain
Beberapa jenis majas menggunakan proses pembentukan yang bervariasi atau seringkali meminjam pola dari majas lainnya untuk mencapai efek tertentu.Majas Hiperbola
Majas Hiperbola memiliki ciri utama berupa pernyataan kiasan yang dibesar-besarkan atau dilebih-lebihkan untuk memperoleh efek intensitas makna yang kuat.Proses pembentukannya seringkali meminjam bentuk majas lain seperti simile atau metafora. Contohnya yaitu: "Dengan suara menggelegar, ia berkata: 'Pergi kau dari sini!'".
Majas Litotes
Majas Litotes bercirikan pengungkapan pikiran yang sengaja melemahkan nilai si pengujar atau merendahkan kualitas topik ujarannya dengan tujuan bersopan santun.Berbeda dengan metafora, majas ini biasanya tetap mempertahankan makna pusatnya sehingga susunan kata tetap berkolokasi.
Contohnya adalah ungkapan: "Silakan singgah di gubuk saya."
Majas Eufemisme
Majas Eufemisme adalah ungkapan yang dihaluskan untuk menggantikan gagasan yang jika disampaikan secara langsung dapat terasa kasar atau tidak enak.Majas ini banyak menggunakan bentuk majas lain seperti metafora atau metonimi dalam proses penghalusannya.
Sebagai contoh, kalimat "uang sumbangan telah disunat oleh pejabat" merupakan bentuk eufemisme untuk kata 'dikorupsi'.
40 Contoh Soal Tentang Majas dan Jawabannya
Berikut 40 contoh majas beserta jawabannya yang bisa Anda pakai untuk belajar maupun bahan latihan. Kunci jawaban bisa ditemukan setelah soal terakhir.
1. "Jamrut di pucuk-pucuk, Jamrut di hati gadis menurun."
Kutipan sajak Priangan si Jelita ini menggunakan majas...
a. Majas Pleonasme
b. Majas Repetisi
c. Majas Metafora
d. Majas Sinekdoke
e. Majas Paradoks
Jawaban: b. Majas Repetisi
2. "Sebagai bupati, Ibu Tuti harus sering turun ke bawah untuk melihat penderitaan rakyat."
Penggunaan frasa "turun ke bawah" merupakan contoh...
a. Majas Repetisi
b. Majas Hiperbola
c. Majas Pleonasme
d. Majas Antitesis
e. Majas Litotes
Jawaban: c. Majas Pleonasme
3. "Susi telah melihat penyelewengan suaminya dengan mata kepalanya sendiri."
Kalimat ini mengandung majas...
a. Majas Pleonasme
b. Majas Simile
c. Majas Ironi
d. Majas Metonimi
e. Majas Eufemisme
Jawaban: a. Majas Pleonasme
4. "Wajah ibu dan anak itu bagaikan pinang dibelah dua."
Kata "bagaikan" menandakan kalimat ini menggunakan...
a. Majas Metafora
b. Majas Simile
c. Majas Personifikasi
d. Majas Depersonifikasi
e. Majas Sinekdoke
Jawaban: b. Majas Simile: Ada kata pembanding "bagaikan"
5. "Gadis itu sangat cantik, matanya seperti bintang kejora."
Jenis majas pada kalimat tersebut adalah...
a. Majas Metafora
b. Majas Pleonasme
c. Majas Simile
d. Majas Hiperbola
e. Majas Metonimi
Jawaban: c. Majas Simile: Ada kata pembanding "seperti"
6. "Tono memang buaya darat."
Kalimat ini adalah contoh metafora jenis...
a. Metafora in absentia
b. Metafora in praesentia (Asimilasi)
c. Metafora Abstrak
d. Metafora Konkret
e. Metafora Kausal
Jawaban: b. Metafora in praesentia: Kedua unsur muncul eksplisit dalam teks
7. "Banyak pemuda yang ingin mempersunting mawar desa itu."
Kata "mawar desa" menggantikan "gadis" tanpa menyebutkan kata gadisnya secara langsung. Ini disebut...
a. Metafora in praesentia
b. Metafora in absentia
c. Majas Simile
d. Majas Paradoks
e. Majas Antitesis
Jawaban: b. Metafora in absentia: Kata "gadis" tidak muncul
8. "Melambai-lambai, nyiur di pantai."
Kalimat dalam lagu Rayuan Pulau Kelapa ini menggunakan majas...
a. Majas Depersonifikasi
b. Majas Personifikasi
c. Majas Metonimi
d. Majas Litotes
e. Majas Pleonasme
Jawaban: b. Majas Personifikasi: Nyiur melakukan gerakan manusia
9. "Tidak semua percintaan bermuara dalam perkawinan."
Kata "bermuara" yang biasanya untuk sungai namun digunakan untuk perasaan merupakan ciri...
a. Majas Personifikasi
b. Majas Depersonifikasi
c. Majas Metonimi
d. Majas Antitesis
e. Majas Repetisi
Jawaban: a. Majas Personifikasi: "Bermuara" digunakan untuk perasaan
10. "Rani tidur di teras, dibelai angin sepoi-sepoi."
Frasa "dibelai angin" menggunakan majas...
a. Majas Metafora
b. Majas Personifikasi
c. Majas Simile
d. Majas Sinekdoke
e. Majas Hiperbola
Jawaban: b. Majas Personifikasi: Angin "membelai"
11. "Aku heran melihat Tono, mematung."
Kata "mematung" menunjukkan majas...
a. Majas Personifikasi
b. Majas Depersonifikasi
c. Majas Metonimi
d. Majas Antitesis
e. Majas Ironi
Jawaban: b. Majas Depersonifikasi: Manusia sebagai benda diam
12. "Penonton tampak menyemut."
Penggunaan kata "menyemut" untuk menggambarkan manusia adalah contoh...
a. Majas Personifikasi
b. Majas Depersonifikasi
c. Majas Pleonasme
d. Majas Paradoks
e. Majas Sinekdoke
Jawaban: b. Majas Depersonifikasi
13. "Hari tidak disukai karena ia sering menjadi bunglon."
Majas yang digunakan adalah...
a. Majas Metafora
b. Majas Simile
c. Majas Depersonifikasi
d. Majas Personifikasi
e. Majas Antitesis
Jawaban: c. Majas Depersonifikasi: Manusia sebagai bunglon
14. "Si tiang listrik bersolek menyolok."
Kalimat ini membandingkan orang kurus tinggi dengan benda mati, termasuk kategori metafora...
a. Konkrit dengan Konkrit
b. Konkrit dengan Abstrak
c. Abstrak dengan Konkrit
d. Abstrak dengan Abstrak
e. Majas Simile
Jawaban: a. Konkrit dengan Konkrit
15. "Si Marni memang murahan."
Kata "murahan" membandingkan manusia dengan barang, yang merupakan metafora...
a. Unsur abstrak dengan konkret
b. Unsur konkret dengan konkret lain
c. Unsur konkret dengan abstrak
d. Unsur abstrak dengan abstrak
e. Majas Personifikasi
Jawaban: b. Unsur konkret dengan konkret lain
16. "Menjadi tiang keluarga tidaklah mudah."
Kalimat ini merupakan contoh metafora...
a. Unsur konkret dengan konkret lain
b. Unsur abstrak dengan konkret
c. Unsur konkret dengan abstrak
d. Unsur abstrak dengan abstrak
e. Majas Litotes
Jawaban: a. Unsur konkret dengan konkret lain
17. "Masa depannya hancur berantakan."
Kalimat ini membandingkan sesuatu yang abstrak (masa depan) dengan benda pecah belah, termasuk metafora...
a. Unsur konkret dengan konkret
b. Unsur konkret dengan abstrak
c. Unsur abstrak dengan konkret
d. Unsur abstrak dengan abstrak
e. Majas Sinekdoke
Jawaban: c. Unsur abstrak dengan konkret
18. "Kesedihan membayangi wajahnya."
Kalimat ini menggunakan majas metafora jenis...
a. Perbandingan unsur abstrak dengan konkret
b. Perbandingan unsur konkret dengan abstrak
c. Perbandingan unsur konkret dengan konkret
d. Perbandingan unsur abstrak dengan abstrak
e. Majas Personifikasi
Jawaban: a. Unsur abstrak dengan konkret
19. "Keserakahan adalah penyakit menular."
Karena membandingkan dua hal yang tidak berwujud indra, ini disebut metafora...
a. Unsur konkret dengan konkret
b. Unsur abstrak dengan abstrak lain
c. Unsur abstrak dengan konkret
d. Unsur konkret dengan abstrak
e. Majas Paradoks
Jawaban: b. Unsur abstrak dengan abstrak
20. "Besar kecil, tua muda, kaya miskin, semua berlomba-lomba ingin hidup senang."
Kalimat ini menggunakan...
a. Majas Paradoks
b. Majas Antitesis
c. Majas Ironi
d. Majas Sinekdoke
e. Majas Metonimi
Jawaban: b. Majas Antitesis
21. "Hidup mati saya ada di tangan Anda."
Kalimat ini mengandung majas...
a. Majas Paradoks
b. Majas Ironi
c. Majas Antitesis
d. Majas Metafora
e. Majas Repetisi
Jawaban: c. Majas Antitesis: Oposisi kata "hidup" dan "mati"
22. "Meskipun hatinya sangat panas, kepalanya tetap dingin."
Pernyataan yang tampak aneh atau berlawanan ini disebut...
a. Majas Antitesis
b. Majas Paradoks
c. Majas Ironi
d. Majas Hiperbola
e. Majas Litotes
Jawaban: b. Majas Paradoks: Pernyataan bertentangan
23. "Wah, pemerintah sekarang memang sukses, ya! Sukses menaikkan harga-harga."
Kalimat ini menggunakan majas...
a. Majas Paradoks
b. Majas Antitesis
c. Majas Ironi
d. Majas Sinekdoke
e. Majas Metonimi
Jawaban: c. Majas Ironi: "Sukses" untuk hal negatif
24. "Memang pandai kau, ya!" (Diucapkan saat seseorang melakukan kebodohan).
Ini adalah contoh...
a. Majas Ironi
b. Majas Paradoks
c. Majas Antitesis
d. Majas Litotes
e. Majas Metafora
Jawaban: a. Majas Ironi: Makna berlawanan
25. "Budi baru saja membeli Honda."
Penggunaan nama merek untuk menggantikan motor adalah...
a. Majas Sinekdoke
b. Majas Metonimi
c. Majas Metafora
d. Majas Simile
e. Majas Hiperbola
Jawaban: b. Majas Metonimi: Merek untuk benda
26. "Gedung Putih telah mengumumkan perang."
Kata "Gedung Putih" menggantikan Presiden Amerika berdasarkan kedekatan lokasi, disebut...
a. Metonimi hubungan spasial
b. Metonimi hubungan temporal
c. Metonimi hubungan kausal
d. Sinekdoke pars pro toto
e. Sinekdoke totem pro parte
Jawaban: a. Metonimi hubungan spasial
27. "Mingguan itu berisi gosip saja."
Kata "Mingguan" menggantikan surat kabar berdasarkan waktu terbit, disebut...
a. Metonimi hubungan spasial
b. Metonimi hubungan temporal
c. Metonimi hubungan kausal
d. Majas Metafora
e. Majas Ironi
Jawaban: b. Metonimi hubungan temporal
28. "Paman Hamzah adalah seorang kuli tinta."
"Kuli tinta" menggantikan wartawan karena hubungan sebab-akibat, disebut...
a. Metonimi hubungan spasial
b. Metonimi hubungan temporal
c. Metonimi hubungan kausal
d. Majas Sinekdoke
e. Majas Litotes
Jawaban: c. Metonimi hubungan kausal
29. "Kemarin, Budi tak tampak batang hidungnya."
Disebut...
a. Sinekdoke totem pro parte
b. Sinekdoke pars pro toto
c. Majas Metonimi
d. Majas Metafora
e. Majas Paradoks
Jawaban: b. Sinekdoke pars pro toto
30. "Ia menawarkan dagangannya dari pintu ke pintu."
Disebut...
a. Sinekdoke pars pro toto
b. Sinekdoke totem pro parte
c. Majas Metonimi
d. Majas Hiperbola
e. Majas Eufemisme
Jawaban: a. Sinekdoke pars pro toto
31. "Italia mengalahkan Inggris dengan telak."
Disebut...
a. Sinekdoke pars pro toto
b. Sinekdoke totem pro parte
c. Majas Metonimi
d. Majas Antitesis
e. Majas Ironi
Jawaban: b. Sinekdoke totem pro parte
32. "Baso adalah makanan favorit anak muda."
Merupakan...
a. Sinekdoke totem pro parte
b. Sinekdoke pars pro toto
c. Majas Metonimi
d. Majas Repetisi
e. Majas Paradoks
Jawaban: a. Sinekdoke totem pro parte
33. "Dengan suara menggelegar, ia berkata: 'Pergi kau dari sini!'"
Kata "menggelegar" adalah bentuk...
a. Majas Litotes
b. Majas Hiperbola
c. Majas Paradoks
d. Majas Pleonasme
e. Majas Sinekdoke
Jawaban: b. Majas Hiperbola
34. "Tiga tahun telah berlalu... namun tak sedetik pun wajahnya hilang dari ingatanku."
Menunjukkan majas...
a. Majas Litotes
b. Majas Hiperbola
c. Majas Ironi
d. Majas Antitesis
e. Majas Repetisi
Jawaban: b. Majas Hiperbola
35. "Secepat kilat ia berlari menuju garis finis."
Menggunakan...
a. Majas Simile
b. Majas Metafora
c. Majas Sinekdoke
d. Majas Metonimi
e. Majas Repetisi
Jawaban: a. Majas Simile
36. "(Sabun) sa'ndulit, untung selangit."
Menggunakan...
a. Majas Metafora
b. Majas Simile
c. Majas Sinekdoke
d. Majas Metonimi
e. Majas Litotes
Jawaban: b. Majas Simile
37. "Silakan singgah di gubuk saya."
Merupakan...
a. Majas Hiperbola
b. Majas Litotes
c. Majas Eufemisme
d. Majas Metafora
e. Majas Ironi
Jawaban: b. Majas Litotes
38. "Wah, merupakan suatu kehormatan bagi saya, bila Anda sudi naik gerobak saya."
Merupakan...
a. Majas Hiperbola
b. Majas Litotes
c. Majas Sinekdoke
d. Majas Metonimi
e. Majas Repetisi
Jawaban: b. Majas Litotes
39. "Putra Bapak mungkin kurang pandai dalam matematika."
Merupakan...
a. Majas Hiperbola
b. Majas Litotes
c. Majas Ironi
d. Majas Paradoks
e. Majas Antitesis
Jawaban: b. Majas Litotes
40. "Uang sumbangan korban banjir telah disunat oleh para pejabat."
Merupakan...
a. Majas Metafora
b. Majas Metonimi
c. Majas Sinekdoke
d. Majas Simile
e. Majas Repetisi
Jawaban: a. Majas Metafora
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id






































