Menuju konten utama

3 Contoh Khutbah tentang Qurban Singkat & Menarik

Ada banyak contoh khutbah Jumat tentang qurban singkat yang menarik. Contoh khutbah di antaranya membahas keutamaan, hikmah hingga syarat sah hewan kurban.

3 Contoh Khutbah tentang Qurban Singkat & Menarik
Ilustrasi Khutbah Jumat. Ada banyak contoh khutbah Jumat tentang qurban singkat. Contoh khutbah dapat disampaikan kepada umat Islam agar termotivasi untuk berkurban. foto/istockphoto

tirto.id - Ada banyak contoh khutbah Jumat tentang qurban singkat. Contoh khutbah di antaranya membahas tentang hikmah hingga keutamaan berkurban.

Penting untuk menyiarkan tentang kurban kepada masyarakat menjelang Hari Raya IdulAdha. Tujuannya adalah agar masyarakat lebih termotivasi berkurban di 10, 11, 12, dan 13 Zulhijah.

Materi tentang kurban salah satunya dapat disyiarkan melalui khutbah Jumat. Penceramah dapat menyampaikan perihal ketakwaan melalui ibadah kurban.

Contoh Khutbah tentang Qurban Singkat dan Menarik

Khutbah Jumat tentang keutamaan berkurban dapat dilengkapi dengan hukum penyelenggaraan, jenis hewan sembelihan hingga syarat sahibul qurban alias orang yang berkurban.

Berikut ini contoh khutbah Jumat hikmah dan keutamaan berkurban:

1. Khutbah Jumat Keutamaan Berkurban

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْاٰنِ: وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا. وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan banyak kenikmatan. Tanpa rida serta izin-Nya, kita tidak akan bisa berkumpul dalam majelis khotbah dan salat Jumat yang penuh berkah ini.

Mari kita tingkatkan keimanan kepada Allah SWT dan senantiasa bertakwa kepada-Nya. Sungguh siksa-Nya begitu pedih bagi umat yang ingkar atas segala nikmat.

Hadirin kaum muslimin jemaah Jumat rahimakumullah....

Umat Islam telah memasuki bulan Zulhijah sebagai salah satu bulan istimewa dalam agama Islam sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah At-Taubah ayat 36:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Arab Latinnya:

Inna ‘iddatasy-syuhūri ‘indallāhiṡnā ‘asyara syahran fī kitābillāhi yauma khalaqas-samāwāti wal-arḍa minhā arba‘atun ḥurum(un), żālikad-dīnul-qayyim(u), falā taẓlimū fīhinna anfusakum wa qātilul-musyrikīna kāffatan kamā yuqātilūnakum kāffah(tan), wa‘lamū annallāha ma‘al-muttaqīn(a).

Artinya:

"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya [terdapat] empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya dirimu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah bersama-sama orang yang bertakwa," (QS. At-Taubah [9]: 36).

Islam menganjurkan umat selama bulan Zulhijah untuk memperbanyak amal dan menjauhi maksiat. Alasannya, pahala dan dosa pada bulan Zulhijah dilipatgandakan. Hal ini dijelaskan Imam Abu Muhammad al-Husain bin Mas’ud al-Baghawi dalam kitab Ma’alimut Tanzil fi Tafsiril Qur’an:

العَمَلُ الصَّالِحُ أَعْظَمُ أَجْرًا فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ، وَالظُّلْمُ فِيْهِنَّ أَعْظَمُ مِنَ الظُّلْمِ فِيْمَا سِوَاهُنَّ

Artinya:"Amal saleh lebih agung [besar] pahalanya di dalam bulan-bulan haram [Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab). Sedangkan zalim pada bulan tersebut [juga] lebih besar dari zalim di dalam bulan-bulan selainnya,".

Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah.....

Banyak amalan sunah yang dapat dilakukan selama bulan Zulhijah. Salah satu yang utama adalah berkurban. Kurban, yaitu menyembelih hewan ternak yang memenuhi kriteria tertentu pada Hari Raya IdulAdha (10 Zulhijah) dan hari-hari tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah).

Menurut Imam Malik dan Imam Syafi'i, hukum kurban adalah sunah muakadah dan sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Nabi Muhammad SAW juga senantiasa berkurban semenjak ibadah ini disyariatkan.

Imam Abu Hanifah memberi hukum kurban sebagai ibadah wajib bagi yang mampu dan tidak dalam keadaan bepergian. Pendapat ini merujuk kepada sabda Rasulullah SAW dalam hadis berikut:

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

Artinya:"Barang siapa yang memiliki kelapangan [harta], sedangkan ia tidak berkurban, janganlah dekat-dekat tempat salat kami," (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Hakim).

Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah....

Ibadah kurban memiliki banyak keutamaan bagi orang yang menunaikan alias sahibul kurban. Keutamaan pertama, kurban adalah ibadah yang paling dicintai Allah SWT selama Hari IdulAdha atau Hari Nahar.

Dalam suatu hadis yang diriwayatkan Aisyah Ra, Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنْ الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

Artinya:"Aisyah menuturkan dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda, 'Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam [manusia] pada hari raya IdulAdha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kuku kakinya. Darah hewan itu akan sampai di sisi Allah sebelum menetes ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwamu untuk melakukannya,'" (Hadits Hasan, riwayat al-Tirmidzi: 1413 dan Ibn Majah: 3117).

Keutamaan kedua, berkurban mengikuti sunah Nabi Ibrahim As. Nabi Ibrahim pernah diperintah Allah SWT untuk menyembelih putranya, Ismail. Perintah ini dikisahkan dalam surah As-Saffat ayat 102-107:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰٓاِبْرٰهِيْمُ ۙ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّءْيَا ۚاِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰۤؤُا الْمُبِيْنُ وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ

Arab Latinnya:

Falammā balaga ma‘ahus-sa‘ya qāla yā bunayya innī arā fil-manāmi annī ażbaḥuka fanẓur māżā tarā, qāla yā abatif‘al mā tu'mar(u), satajidunī in syā'allāhu minaṣ-ṣābirīn(a). Falammā aslamā wa tallahū lil-jabīn(i). Wa nādaināhu ay yā ibrāhīm(u). Qad ṣaddaqtar-ru'yā, innā każālika najzil-muḥsinīn(a). Inna hāżā lahuwal-balā'ul-mubīn(u). Wa fadaināhu biżibḥin ‘aẓīm(in).

Artinya:

"Ketika anak itu sampai pada [umur] ia sanggup bekerja bersamanya, ia [Ibrahim] berkata, 'Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?' Dia [Ismail] menjawab, 'Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan [Allah] kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar,".

Ketika keduanya telah berserah diri dan dia [Ibrahim] meletakkan pelipis anaknya di atas gundukan [untuk melaksanakan perintah Allah], Kami memanggil dia, 'Wahai Ibrahim, sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Kami menebusnya dengan seekor [hewan] sembelihan yang besar,” (QS. As-Saffat [37]: 102-107).

Keutamaan ketiga, berkurban adalah ibadah yang dicontohkan dan disunahkan Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah riwayat hadis Anas bin Malik, Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Siapa yang menyembelih [hewan kurban] sebelum salat Iduladha, maka sesungguhnya ia menyembelih untuk dirinya sendiri dan siapa yang menyembelih sesudah salat Iduladha, maka sempurnalah ibadahnya dan [ia] mengikuti sunah kaum muslim," (Mutafaq ‘alaih).

Demikianlah isi khutbah tentang keutamaan kurban yang bisa kami sampaikan. Semoga isi khutbah Jumat dapat memberi manfaat bagi kita hingga mampu meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.

Terlebih, semoga kita mendapatkan rezeki yang halal dan cukup sehingga dapat berkurban. Semoga Allah SWT rida atas segala amalan umatnya. Aamiin allahumma aamiin.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

2. Khutbah Jumat tentang Ibadah Qurban

Pendahuluan...

Jemaah salat Jumat rahimakumullah,

Rasulullah Saw. tidak pernah meninggalkan bulan Zulhijah tanpa berkurban semenjak disyariatkan dalam Islam. Hal ini menunjukkan betapa utamanya amalan tersebut sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis riwayat Aisyah Ra. berikut:

مَا عَمِلَ آدَمِىٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِى فَرْثِهِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ فِى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

Artinya:

"Tidak ada amalan yang dilakukan oleh manusia pada hari raya kurban, yang lebih dicintai oleh Allah selain menyembelih hewan [berkurban]. Sesungguhnya, hewan kurban itu pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulu, dan kuku-kukunya. Dan sungguh sebelum darah kurban itu mengalir ke tanah, pahalanya telah diterima di sisi Allah. Karenanya, lapangkanlah jiwa kalian untuk melakukannya," (HR. At-Tirmidzi).

Jemaah salat Jumat rahimakumullah,

Untuk mendapatkan keutamaan ibadah kurban, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sahibul kurban. Salah satunya adalah syarat sah atau kriteria hewan kurban.

Pertama, hewan kurban harus hewan ternak seperti unta, sapi, kambing, kerbau, dan domba.

Kedua, kurban harus cukup umur. Sapi minimal 2 tahun dan telah masuk tahun ketiga. Kambing minimal 1 tahun dan masuk tahun kedua. Domba atau biri-biri minimal umur 1 tahun.

Ketiga, hewan kurban harus memiliki kondisi yang sehat dan tidak cacat. Hewan tidak buta, pincang, kurus, dagingnya rusak hingga telinga dan ekornya putus sebagian atau seluruhnya.

Jemaah salat Jumat rahimakumullah,

Demikian khutbah Jumat tentang ibadah kurban. Semoga kita termasuk orang yang dapat berkurban di tahun ini. Amiin amiin ya rabbal alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua....

3. Khutbah Jumat tentang Hikmah Berkurban

Pendahuluan...

Jemaah salat dan khutbah Jumat rahimakumullah...

Ada banyak hikmah dalam pelaksanaan ibadah kurban. Hikmah ini seyogianya diketahui umat Islam supaya lebih gereget menyisihkan hartanya untuk berkurban.

Hikmah kurban yang pertama adalah menunjukkan rasa syukur kepada Allah Swt. Setiap detik, Allah Swt. senantiasa mencurahkan nikmatnya kepada manusia, contoh nyata melalui hidung yang dapat bernapas.

Bayangkan saja ketika hidung tidak dapat bernapas, kematian pasti akan datang. Oleh sebab itu, kurban menjadi salah satu ibadah untuk menunjukkan sikap syukur. Allah Swt. dalam Surah Al-Kausar ayat 1-2 berfirman sebagai berikut:

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

Arab Latinnya:

Innā a‘ṭainākal-kauṡar(a). Faṣalli lirabbika wanḥar.

Artinya:

"Sesungguhnya, Kami telah memberimu [Nabi Muhammad] nikmat yang banyak. Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!" (QS. Al-Kausar [108]: 1-2).

Jemaah salat dan khutbah Jumat rahimakumullah...

Hikmah ibadah kurban yang kedua adalah saran untuk peduli kepada sesama, terutama kepada fakir dan miskin. Allah Swt. dalam Surah Al-Hajj ayat 28 berfirman sebagai berikut:

لِّيَشْهَدُوْا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۚ فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْبَاۤىِٕسَ الْفَقِيْرَ ۖ

Arab Latinnya:

Liyasyhadū manāfi‘a lahum wa yażkurusmallāhi fī ayyāmim ma‘lūmātin ‘alā mā razaqahum mim bahīmatil-an‘ām(i), fa kulū minhā wa aṭ‘imul-bā'isal-faqīr(a).

Artinya:

"[Mereka berdatangan] supaya menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka berupa binatang ternak. Makanlah sebagian darinya dan [sebagian lainnya] berilah makan orang yang sengsara lagi fakir," (QS. Al-Hajj [22]: 28).

Contoh hikmah terakhir dari berkurban adalah ibadah untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt. Hal ini dijelaskan dalam Surah Baqarah ayat 124 sebagai berikut:

۞ وَاِذِ ابْتَلٰٓى اِبْرٰهٖمَ رَبُّهٗ بِكَلِمٰتٍ فَاَتَمَّهُنَّ ۗ قَالَ اِنِّيْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ اِمَامًا ۗ قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْ ۗ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِى الظّٰلِمِيْنَ

Arab Latinnya:

Wa iżibtalā ibrāhīma rabbuhū bikalimātin fa atammahunn(a), qāla innī jā‘iluka lin-nāsi imāmā(n), qāla wa min żurriyyatī, qāla lā yanālu ‘ahdiẓ-ẓālimīn(a).

Artinya:

"[Ingatlah] ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia [Allah] berfirman, 'Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.' Dia [Ibrahim] berkata, '[Aku mohon juga] dari sebagian keturunanku.' Allah berfirman, '[Doamu Aku kabulkan, tetapi] janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim,'" (QS. Al-Baqarah [2]: 124).

Jemaah salat dan khutbah Jumat rahimakumullah...

Demikianlah khutbah Jumat tentang hikmah ibadah kurban. Semoga kita termasuk satu dari banyak orang yang dapat berkurban di tahun ini. Amiin amiin ya rabbal alamin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah Kedua...

Baca juga artikel terkait IDUL ADHA 2025 atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Edusains
Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Beni Jo & Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Syamsul Dwi Maarif