tirto.id - Khutbah Jumat tentang sholat singkat dapat menjadi materi pilihan bagi para khatib. Dengan tema ini, jemaah bisa mendapatkan pengetahuan mengenai salat fardu atau salat lima waktu.
Salat adalah rukun Islam kedua. Muslim dalam kondisi mukallaf wajib menjalankan ibadah salat 5 waktu setiap hari, sedangkan mereka yang tidak melaksanakan salat akan memperoleh murka Allah SWT.
Keutamaan salat fardu adalah mencegah seorang muslim dari perbuatan maksiat. Umat Islam yang memahami makna salat senantiasa akan berusaha mengingat serta bertakwa kepada perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Khutbah Jumat Singkat tentang Sholat dan Keutamaannya
Khutbah singkat tentang sholat dapat mengajarkan ilmu yang berharga bagi umat muslim. Pasalnya, khutbah Jumat singkat tentang sholat 5 waktu bisa membahas berbagai pengetahuan keagamaan Islam secara jelas.
Menyampaikan khutbah Jumat tentang sholat singkat sarat akan makna keimanan dan ketakwaan. Dengan bahasa yang jelas dan singkat, khatib bisa mencegah agar jemaah tak merasa bosan dan mudah mencerna poin bahasan.
Sebagai contoh, khutbah Jumat singkat sebelum ibadah Salat Jumat bisa mengangkat tema sholat dan keutamaannya. Berikut ini contoh khutbah Jumat singkat dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab lengkap dengan dalilnya:
Contoh Khutbah Jumat tentang Sholat Singkat
Khutbah I
Bismillaahirrahmaanirrahiim.Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
ألْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإيْمَانِ وَالإسْلاَمِ وَأفْضَلَنَا باِلعِلْمِ وَاْلعَمَلِ عَلىَ سائر مَخْلُوْقَاتِهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أشْرَفِ نَبِيِّهِ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدْ أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ, شَهَادَةً تُنْجِبْنَا بِهَا مِنْ اَهْوَالِ يَوْمِ الْقِيَامَة, واشهد ان محمّدا عبده ورسوله لاَنَبِيَ بَعْدَهُ ، أمابعد : ياَأَيُّهاَ النَّاسُ اتَّقُوالله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوتُنَّ إِلاَّوَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Segala puji hanya kepada Allah SWT, atas seluruh limpahan rahmat, taufik, serta inayah-Nya kepada kita semua. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW.
Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,
Khatib mengimbau kepada seluruh jemaah untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT. Sebab orang-orang yang mulia adalah mereka yang senantiasa beriman dan bertakwa dengan menjalankan perintah serta menjauhi segala larangan-Nya.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 102 sebagai berikut:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Arab Latinnya:
Yā ayyuhal-lażīna āmanuttaqullāha ḥaqqa tuqātihī wa lā tamūtunna illā wa antum muslimūn(a).
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam,” (QS Ali-Imran [3]: 102).
Dalam kesempatan ini, khatib akan menyampaikan khotbah tentang sholat dan keutamaannya.
Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,
Salat adalah rukun Islam yang kedua setelah seseorang mengucap dua kalimat syahadat. Namun dalam hal ini, salat yang dimaksud lebih ke salat fardu atau salat lima waktu. Di antaranya Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya.
Hukum menjalankan salat lima waktu setiap hari bagi umat Islam yang telah mukallaf adalah wajib. Bagi mereka yang tidak menunaikan salat tersebut secara sengaja akan diganjar siksaan yang pedih.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ma'un ayat 4-5 sebagai berikut:
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَۙ
الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ
Arab Latinnya:
Fawailul lil-muṣallīn(a). Allażīna hum ‘an ṣalātihim sāhūn(a).
Artinya:
"Celakalah orang-orang yang melaksanakan salat, [yaitu] yang lalai terhadap salatnya," (QS Al-Ma'un [107]: 4-5).
Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,
Berbeda dengan ibadah lainnya, salat langsung diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT tanpa melalui perantara Jibril. Hal ini terjadi dalam peristiwa Isra dan Mikraj yang salah satunya termuat dalam Surah Al-Isra ayat 1 sebagai berikut:
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Arab Latinnya:
Subḥānal-lażī asrā bi‘abdihī lailam minal-masjidil ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣal-lażī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā, innahū huwas-samī‘ul-baṣīr(u).
Artinya:
"Maha Suci [Allah] yang telah memperjalankan hamba-Nya [Nabi Muhammad] pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda [kebesaran] Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat," (QS Al-Isra [17]: 1).
Akan tetapi, tahukah bahwa salat akan menjadi salah satu ibadah yang pertama kali dihisab di hari kiamat kelak. Tidak hanya itu, salat menjadi pembeda antara kaum muslim dan orang kafir. Rasulullah SAW pernah bersabda dalam sebuah hadis sebagai berikut:
"Amalan seorang hamba yang paling pertama dihisab di hari Kiamat adalah salat, jika salatnya baik maka baik pula seluruh amalannya, dan jika salatnya rusak maka rusak pula seluruh amalannya," (HR Thabarani).
Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,
Selain sebagai pondasi dan amalan hisab pertama, salat juga memiliki keutamaan sebagai pencegah seorang muslim dari perbuatan dosa. Sebab di dalam pelaksanaan salat, seorang muslim dapat menghayati dengan benar hakikat dari seorang hamba.
Maka dari itu, wajar apabila salat menjadi pengingat ketika seorang muslim diuji keimanannya dari perbuatan maksiat. Allah SWT bahkan berfirman dalam Surah Al-Ankabut ayat 45 sebagai berikut:
اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Arab Latinnya:
Utlu mā ūḥiya ilaika minal-kitābi wa aqimiṣ-ṣalāh(ta), innaṣ-ṣalāta tanhā ‘anil-faḥsyā'i wal-munkar(i), wa lażikrullāhi akbar(u), wallāhu ya‘lamu mā taṣna‘ūn(a).
Artinya:
"Bacalah [Nabi Muhammad] Kitab [Al-Qur’an] yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari [perbuatan] keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah [salat] itu lebih besar [keutamaannya daripada ibadah yang lain]. Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan,"(QS Al-Ankabut [29]: 45).
Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,
Terlepas dari berbagai keutamaan salat di atas, seorang muslim sudah sepatutnya wajar untuk menjalankan ibadah fardu tersebut. Allah SWT tidak membutuhkan salat kita.
Sebanyak apapun kita salat, tidak akan menambah keagungan sifat Allah SWT. Namun, justru kita yang membutuhkan salat sebagai penolong dalam kehidupan hingga akhirat kelak.
Maka dari itu, salat harus senantiasa ditegakkan, terutama lima waktu. Sekali pun tertinggal maupun ketiduran serta sebagainnya, salat harus tetap dibayar. Sebab salat adalah tanggungan kaum muslim yang tidak dapat digantikan melainkan dengan amalan tersebut.
Hadirin kaum muslimin, jemaah Jumat rahimakumullah,
Demikianlah khutbah Jumat tentang sholat singkat dan keutamaannya. Semoga apa yang telah disampaikan bisa memberikan kebermanfaatan bagi khatib maupun jemaah sekalian.
Terlebih lagi, Allah SWT menjadi rida atas segala amalan yang kita perbuat. Aamiin allahumma aamiin.
بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذْكُرَ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ, وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إلَى رِضْوَانِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًاأَمَّا بَعْدُ فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ الْاَحْيَآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلَامَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلَاءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ
Contoh Khutbah Jumat tentang Sholat Singkat
Khutbah 1
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.اَلْحَمْدُ للهِ، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ فَضَّلَنَا بِشَهْرِ رَجَبَ, وَفَرّضَى خَمْسَ الصَّلَوَاتِ، وَهُوَ الَّذِيْ اصْطَفَى نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا ﷺ الْمُجْتَبَى الْمُؤَيَّد. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمَ وَبَارِكْ وَتَرَحَّمْ وَتَحَنَّنْ عَلَى مَنْ بِهِ تُرْجَى شَفَاعَتُهُ يَوْمَ الْمَآبِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعِبَادِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلَى سَائِرِ الْأَعَاجِمِ وَالْعَرَب. أما بعد ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ : حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
وَقَالَ : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلا أَوْلادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Hadirin sidang Jumat, rahimakumullah,
Dalam khutbah Jumat singkat tentang sholat ini, mari bersama-sama kita bersyukur kepada Allah SWT. Sebagai hamba, sudah sepatutnya kita mensyukuri berbagai hal yang telah diberikan oleh-Nya.
Jemaah salat Jumat sekalian,
Tahukah kamu dari mana perintah salat lima waktu? Allah SWT langsung memberikan perintah itu kepada Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra Mi'raj. Nabi Muhammad saat itu menerima titah tersebut di Sidratul Muntaha, ada di atas langit ketujuh yang jauh dari kita sebagai manusia biasa.
Dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 238, Allah SWT sendiri sudah mengingatkan kita agar menjaga salat. Kemudian menyuruh kita agar menjalankan ibadah tersebut secara khusyuk.
Berikut firman-Nya.
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا للهِ قَانِتِينَ
“Peliharalah oleh kalian semua salat(mu), dan (peliharalah) salat wustha (salat ‘Ashar). Berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk,” (QS Al-Baqarah [2]: 238).
Jemaah hadiri salat Jumat yang dirahmati Allah,
Dalam Hadis Riwayat al Baihaqi, Rasulullah juga pernah bersabda bahwa mereka yang melaksanakan salat akan mendapatkan keutamaan berupa surga. Di sisi lain, mereka yang tidak menjalankan ibadah salat tidak akan memperoleh janji ganjaran surga tersebut.
Berbicara mengenai surga-Nya, tempat ini termasuk sebagai tujuan impian bagi seluruh umat Islam. Muslimin yang beriman pun harus melakukan ibadah salat demi menuju surga tersebut. Bukan hanya percaya, tetapi menjalankan segala yang diperintahkannya seperti salat.
Adapun dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 277, Allah SWT berfirman bahwa salat bisa menghilangkan kekhawatiran. Bahkan, berperan juga sebagai peluruh rasa sedih bagi mereka yang melaksanakannya.
"Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS Al-Baqarah [2]: 277).
Hadirin sidang Jumat rahimakumullah,
Mari kita segerakan salat dan jangan menunda-nunda pelaksanaannya. Jangan lalaikan ibadah wajib sekaligus rukun Islam kedua ini. Dengan begitu, kita bisa menjadi hamba Allah SWT yang beriman, bertakwa, mendapatkan pahala, memperoleh surga, dan hal-hal baik lainnya.
Ini sudah sepatutnya kita tanamkan di dalam hati masing-masing karena tidak ada yang mengetahui jumlah umur manusia. Selagi masih bernapas dan bisa gerak, jangan pernah abai terhadap salat wajib. Tuntaskan sesuai waktu dan jangan sampai kelewatan waktunya.
Demikianlah khutbah Jumat tentang sholat singkat yang bisa saya sampaikan dalam kesempatan ini.
Khutbah 2
اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُIngin membaca lebih banyak contoh khutbah Jumat yang membahas tentang tema-tema lainnya? Pastikan juga untuk mengakses berbagai artikel seputar khutbah Jumat di laman berikut.
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Iswara N Raditya
Penyelaras: Yuda Prinada
Masuk tirto.id






































