Menuju konten utama

Contoh Keanekaragaman Gen pada Hewan, Tumbuhan, Manusia

Contoh keanekaragaman gen dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya adalah keanekaragaman gen pada tumbuhan, hewan, dan manusia.

Contoh Keanekaragaman Gen pada Hewan, Tumbuhan, Manusia
Ilustrasi contoh keanekaragaman gen pada tumbuhan bunga tulip. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Setiap makhluk hidup, baik hewan, tumbuhan, dan manusia memiliki genetik yang beraneka ragam. Fenomena ini kemudian disebut dengan istilah keanekaragaman gen.

Menurut Artanti dalam Biologi Kelas X (2020) keanekaragaman gen adalah keanekaragaman individu dalam satu jenis atau satu spesies makhluk hidup. Gen adalah substansi kimia yang menjadi faktor penentu sifat keturunan.

Keanekaragaman gen pada hewan, tumbuhan, dan manusia, menyebabkan setiap individu memiliki sifat, perilaku, dan wujud, yang berbeda-beda satu sama lain meskipun berasal dari satu spesies.

Manfaat keanekaragaman gen yang paling utama adalah membuat ekosistem berjalan seimbang. Sebab, setiap spesies dalam suatu ekosistem memiliki peran penting.

Keanekaragaman genetik pada suatu populasi organisme akan meningkat jika persilangan atau perkawinan antarspesies yang sejenis terjadi lebih sering. Keanekaragaman gen pada makhluk hidup dapat terjadi karena lingkungan, selain faktor keturunan.

Keanekaragaman gen, contohnya bisa dilihat pada variasi warna pada bunga mawar; ada yang merah, kuning, dan oranye.

Contoh Keanekaragaman Gen pada Hewan

Keanekaragaman gen salah satunya terjadi pada hewan sebagai salah satu makhluk hidup yang ada di bumi.

Menurut Carolina Yulent Carlen, dkk., dalam Journal of Veterinary Diagnostic Investigation (2000), keanekaragaman gen pada hewan bisa disebabkan oleh mutasi, rekombinasi, atau migrasi gen dari satu tempat ke tempat lain.

Kondisi ini bisa terjadi lewat perkawinan antar-individu dalam satu spesies. Gen pada hewan bisa dilihat dari perbedaan sifat, warna bulu, warna mata, bentuk wajah, kekebalan terhadap penyakit, dan sebagainya.

Contoh keanekaragaman gen pada hewan bisa dilihat pada kasus berikut:

  • Spesies kucing domestik atau kucing kampung (Felis domesticus) memiliki penampilan yang berbeda satu sama lain. Ada yang berbulu putih, hitam, cokelat, belang dua, belang tiga, bahkan tanpa bulu.
  • Spesies anjing domestik (Canis lupus) memiliki ukuran tubuh berbeda-beda. Ada yang tubuhnya besar dan tulangnya kuat, ada juga yang tubuhnya kecil.
  • Spesies ayam (Gallus gallus domesticus) memiliki ukuran dan warna tubuh yang bervariasi. Misalnya, spesies ayam cemani yang bulu dan kulitnya hitam, berbeda dengan ayam serama yang berbulu putih dan berkulit pucat.
  • Spesies hiu (Carcharhinus leucas) ada yang bersifat tenang dan bersahabat dengan manusia, tetapi ada juga yang agresif. Misalnya, hiu putih lebih agresif daripada hiu paus.
  • Spesies kucing domestik sebagian alergi terhadap susu sapi. Namun, ada juga kucing yang tidak punya alergi terhadap susu sapi karena tidak memiliki gen alergi susu sapi.

Contoh Keanekaragaman Gen pada Tumbuhan

Keanekaragaman gen juga bisa terjadi pada tumbuhan. Keanekaragaman gen pada tumbuhan dapat dilihat dari wujudnya secara fisik, termasuk kelopak bunga, ukuran buah, serta keberadaan biji.

Masih menurut Tri Wahyuningsih, dalam Materi Kurikuler Biologi SMA (2020), keanekaragaman gen pada tumbuhan ini bisa dipengaruhi oleh perkawinan alami dan buatan seperti rekayasa genetika.

Rekayasa genetika yang diterapkan oleh manusia ke tumbuhan memungkinkan suatu spesies tumbuhan mengembangkan sifat-sifat tertentu yang bermanfaat.

Contoh keanekaragaman gen pada tumbuhan bisa kita temukan di kehidupan sehari-hari. Misalnya, bunga kamboja memiliki beragam warna: merah muda, kuning, dan putih.

Berikut contoh keanekaragaman gen pada tumbuhan:

  • Spesies bunga mawar (Rosa multiflora L.) punya kelopak yang beraneka warna, mulai dari merah, putih, merah muda, hingga kuning. Selain itu, ukuran mahkotanya bisa berbeda-beda meski satu spesies. Ada yang kelopaknya besar, ada yang kecil-kecil.
  • Spesies tanaman semangka (Citrullus lanatus) ada yang warna daging buahnya merah tetapi juga ada yang warna dagingnya kuning. Selain itu, ada jenis semangka berbiji dan semangka tanpa biji.
  • Spesies pohon jeruk purut (Citrus hystrix DC) memiliki variasi sifat batang yang berbeda-beda satu sama lain. Ada pohon jeruk purut berbatang tebal, keras, serta durinya panjang. Namun, ada juga pohon jeruk purut yang batangnya tipis, kurang keras, dan durinya kecil.
  • Spesies tanaman anggur (Vitis vinifera) ada yang buahnya besar berwarna hijau, kecil berwarna ungu gelap, hingga ada yang sedang berwarna ungu.

Contoh Keanekaragaman Gen pada Manusia

Manusia (Homo sapiens) juga merupakan makhluk hidup yang tidak terlepas dari keanekaragaman gen. Masih menurut Wahyuningsih, keanekaragaman gen pada manusia umumnya terjadi karena perkawinan antara individu.

Proses perkawinan ini menyebabkan adanya rekombinasi genetik yang terjadi selama pembentukan sel telur dan sperma. Setiap manusia memiliki dua salinan (alel) dari setiap gen: satu dari ibu dan satu dari ayah.

Keanekaragaman gen pada makhluk hidup dapat terjadi karena kombinasi antar-alel dalam genetik, untuk konteks manusia. Keanekaragaman gen dapat terlihat dari adanya perbedaan warna kulit, bentuk dan warna rambut, dan tinggi badan, dan sebagainya.

Kombinasi antar-alel selama perkawinan adalah faktor utama dalam menciptakan keanekaragaman genetik pada manusia. Berikut contoh keanekaragaman gen pada manusia:

  • Perbedaan warna kulit antar ras di berbagai negara, ada manusia yang kulitnya sawo matang, hitam gelap, putih, dan sebagainya.
  • Sifat alergi kacang pada manusia. Menurut Institut Kesehatan Nasional AS, kasus alergi kacang lebih sering terjadi di kalangan orang-orang hispanik. Sedangkan, orang kulit hitam dan Asia lebih jarang dilaporkan meskipun bisa terjadi.
  • Perbedaan bentuk dan warna rambut antarindividu. Ada manusia yang punya rambut hitam lurus, ada yang cokelat keriting, ada yang pirang lurus, ada yang merah bergelombang, dan sebagainya.
  • Manusia dengan mutasi gen BRCA berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara daripada yang tidak memiliki gen BRCA.
  • Tinggi badan setiap manusia berbeda-beda, ada yang tinggi jangkung, ada yang sedang kekar, ada yang pendek kurus.

Baca juga artikel terkait GENETIKA atau tulisan lainnya dari Yonada Nancy

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Yonada Nancy
Penulis: Yonada Nancy
Editor: Fadli Nasrudin