Menuju konten utama

Ketahui Ciri-Ciri Skin Barrier Rusak & Cara Memperbaikinya

Kenali ciri-ciri skin barrier rusak, penyebabnya, cara memperbaiki, serta rekomendasi produk skincare untuk memperkuat skin barrier agar kulit tetap sehat.

Ketahui Ciri-Ciri Skin Barrier Rusak & Cara Memperbaikinya
Ilustrasi skincare. FOTO/IStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Memahami ciri-ciri skin barrier rusak dan cara memperbaikinya sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit. Skin barrier sehat tak hanya berdampak pada penampilan, tapi juga bisa ikut menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Kulit manusia memiliki skin barrier atau lapisan pelindung alami yang berfungsi menjaga dan melindungi kulit dari paparan faktor luar seperti polusi, bakteri, hingga zat iritan.

Saat skin barrier berfungsi dengan baik, kulit mampu mempertahankan kadar air, menjadikan kulit lebih lembap dan sehat, serta mencegah masuknya zat berbahaya yang dapat memicu masalah kulit.

Ciri-ciri skin barrier yang sehat antara lain kulit terasa lembap, halus, tidak mudah iritasi, dan tampak lebih segar. Namun, skin barrier juga dapat rusak akibat berbagai faktor, misalnya akibat paparan sinar UV dari matahari.

Ketika skin barrier rusak, kulit menjadi kering, sensitif, mudah kemerahan, dan rentan berjerawat. Kabar baiknya, kondisi ini dapat diperbaiki dengan perawatan seperti penggunaan produk skincare yang tepat.

Apa Itu Skin Barrier dan Kenapa Penting untuk Kulit

Ilustrasi Hiperpigmentasi

Ilustrasi Skin Barrier. foto/istockphoto

Dikutip dari laman WebMD, kulit diketahui terdiri dari beberapa lapisan, dan lapisan terluarnya disebut dengan epidermis. Pada bagian epidermis ini, khususnya di bagian teratasnya, terdapat lapisan bernama stratumcorneum atau yang kerap disebut sebagai skin barrier.

Jadi, skin barrier adalah lapisan pelindung terluar kulit dan berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit serta tubuh secara keseluruhan. Lapisan ini semacam garis pertahanan pertama kulit terhadap berbagai ancaman dari faktor luar.

Skin barrier sering dianalogikan seperti dinding bata. Jika dilihat di bawah mikroskop, lapisan stratum corneum ini memang terlihat layaknya sebuah dinding bata yang direkatkan oleh semen.

Lapisan stratum corneum terdiri dari sel-sel kulit yang disebut corneocytes, sel-sel ini berfungsi sebagai “bata”, sementara lemak alami seperti ceramide, kolesterol, dan asam lemak bertindak sebagai “semen” yang merekatkannya.

Struktur ini juga mengandung protein bernama filaggrin yang membantu menghasilkan pelembap alami atau natural moisturizing factors (NMF) untuk kulit.

Dengan susunan tersebut, skin barrier mampu menahan air agar tidak mudah menguap dari dalam kulit sekaligus mencegah zat berbahaya masuk ke dalam tubuh.

Fungsi utama skin barrier adalah melindungi kulit dari polusi, sinar UV, iritasi, bakteri, hingga zat beracun dari lingkungan luar. Selain itu, skin barrier berperan dalam mengatur keseimbangan kelembapan kulit.

Sayangnya, skin barrier dapat rusak oleh berbagai faktor, baik dari luar maupun dari dalam tubuh. Paparan sinar matahari berlebihan, lingkungan yang terlalu kering atau lembap, penggunaan sabun yang keras, over-exfoliation, hingga stres dapat melemahkan lapisan ini.

Karena perannya yang sangat vital, menjaga skin barrier berarti menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh. Skin barrier yang kuat membantu kulit tetap terhidrasi, lebih tahan terhadap iritasi, dan berfungsi optimal sebagai pelindung alami tubuh.

Inilah alasan mengapa perawatan kulit sangat penting, bukan hanya untuk mempercantik penampilan, tapi juga memperkuat skin barrier sehingga perlindungan kulit bisa lebih optimal.

Ciri-Ciri Skin Barrier Rusak yang Perlu Diwaspadai

ilustrasi kulit berminyak

Ilustrasi Skin Barrier Rusak. FOTO/iStockphoto

Skin barrier rusak berarti kulit mulai kehilangan kemampuan pelindungnya. Berikut ini adalah beberapa tanda umum skin barrier rusak yang patut diketahui sehingga kita bisa lebih cepat mengambil langkah perawatan yang tepat.

1. Kulit Jadi Sensitif

Salah satu tanda paling awal skin barrier yang rusak adalah meningkatnya sensitivitas kulit. Kulit bisa terasa perih atau panas saat menggunakan produk skincare yang sebelumnya aman.

Bahkan produk yang lembut sekalipun dapat menyebabkan rasa tidak nyaman seperti stinging atau burning sensation. Ini terjadi karena lapisan pelindung kulit sudah terganggu sehingga bahan meresap lebih mudah dan membuat kulit bereaksi berlebihan

2. Kulit Sangat Kering

Kulit yang sehat mampu mempertahankan kelembapan dengan baik, tapi saat skin barrier rusak, kemampuan ini menurun sehingga kelembapan mudah hilang. Akibatnya, kulit menjadi sangat kering, bahkan sering kali muncul rasa gatal yang mengganggu.

Kekeringan ini bisa datang meskipun sudah rutin menggunakan moisturizer. Hal ini terjadi karena lapisan pertahanan sudah rusak dan tidak mampu menahan air lagi di dalam kulit.

3. Mudah Iritasi

Kulit yang mudah kemerahan, meradang, atau cepat mengalami iritasi adalah tanda kuat bahwa skin barrier sedang bermasalah. Ketika pelindung kulit melemah, partikel asing seperti debu, polutan, atau bahkan perubahan suhu dapat menembus lapisan kulit dengan lebih mudah.

Hal ini bisa memicu respons iritasi yang terlihat sebagai kemerahan di wajah. Reaksi iritasi ini umumnya lebih terasa pada area wajah yang tipis seperti pipi dan di sekitar hidung.

4. Mudah Berjerawat

Kerusakan skin barrier juga sering dikaitkan dengan munculnya jerawat atau breakout yang tidak biasa. Ketika pelindung kulit terganggu, bakteri dan kotoran dari luar dapat lebih mudah masuk dan menyumbat pori-pori hingga memicu peradangan.

Kerusakan pada skin barrier membuat kulit kehilangan hidrasi. Kondisi dehidrasi ini akan memicu kulit memproduksi minyak berlebih secara tidak alami yang justru dapat memperparah kondisi jerawat

5. Kulit Kasar

Permukaan kulit yang halus adalah tanda skin barrier yang sehat. Jika lapisan pelindung ini rusak, kulit cenderung terasa kasar, tidak rata, dan sering terlihat bersisik atau memiliki tekstur tidak halus.

Kondisi ini terjadi karena kulit kehilangan kemampuannya untuk menahan air yang akhirnya berujung pada terganggunya proses regenerasi kulit. Sel-sel kulit mati tidak terlepas dengan baik, tapi menumpuk dan membuat permukaan kulit terasa tidak mulus dan terlihat kusam.

Penyebab Umum Skin Barrier Rusak

Ilustrasi perawatan kulit

Ilustrasi Kulit Wajah. foto/Istockphoto

Skin barrier dapat melemah ketika kulit terlalu sering terpapar faktor yang mengganggu keseimbangan alaminya, baik dari kebiasaan perawatan yang kurang tepat, paparan lingkungan, hingga kondisi internal tubuh.

Memahami penyebab umum skin barrier rusak sangat penting agar kita bisa menghindarinya sekaligus memilih perawatan yang lebih aman dan tepat untuk kesehatan kulit. Berikut beberapa penyebab skin barrier rusak yang umum terjadi:

1. Over Exfoliation

Salah satu penyebab paling umum skin barrier rusak adalah over exfoliation atau eksfoliasi berlebihan. Penggunaan bahan aktif seperti AHA, BHA, hingga retinol yang terlalu sering atau dengan konsentrasi tinggi dapat mengikis lapisan pelindung kulit.

Dikutip dari laman Dermatology Center of Atlanta, eksfoliasi memang bagus untuk kulit selama dilakukan secara terkontrol. Jika dilakukan berlebihan, kulit justru akan kehilangan lipid alaminya dan merusak skin barrier.

2. Skincare yang Tidak Tepat

Penggunaan produk skincare yang tidak sesuai dengan kondisi kulit juga berkontribusi besar terhadap kerusakan skin barrier. Sabun atau cleanser dengan pH terlalu tinggi dapat mengganggu keseimbangan alami kulit yang idealnya berada di pH sedikit asam.

Menurut laman Cleveland Clinic, kulit memiliki pH normal 5,5. Sabun atau cleanser yang bersifat basa bisa membuat pH kulit naik dan hal ini dapat merusak skin barrier.

Tak hanya soal pH, kesalahan lain seperti mengombinasikan terlalu banyak bahan aktif, sering mengganti produk skincare, atau penggunaan produk dengan kandungan keras seperti alkohol tinggi juga bisa memicu iritasi. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini membuat skin barrier melemah dan rusak.

3. Sinar UV Matahari

Paparan sinar matahari merupakan salah satu faktor eksternal paling merusak skin barrier. Dikutip dari jurnal Skin Barrier Dysfunction in Acne Vulgaris: Pathogenesis and Therapeutic Approaches kerusakan skin barrier dapat disebabkan oleh sinar UV, khususnya UVB.

Radiasi sinar UVB bisa menyebabkan diferensiasi keratinosit yang abnormal. Hal ini menyebabkan stratum corneum menjadi lebih tipis atau menyebabkan kelainan struktural pada keratinosit sehingga melemahkan fungsi perlindungan fisik dari skin barrier.

4. Stres

Dalam jurnal berjudul The Impact of Stress on Epidermal Barrier Function: An Evidence-Based Review, stres psikologis diketahui dapat merusak skin barrier. Stres bisa memicu aktivasi sumbu hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA) yang meningkatkan produksi hormon stres seperti kortisol.

Hormon tersebut berdampak pada penurunan produksi lipid dan protein penting bagi stratum corneum. Skin barrier akhirnya rusak yang ditandai dengan menurunnya hidrasi kulit dan meningkatnya transepidermal water loss (TEWL).

5. Faktor Lingkungan Lain

Faktor lingkungan seperti polusi udara, udara yang sangat kering atau lembap, serta suhu ekstrem juga dapat mempercepat degradasi komponen lipid di stratum corneum.

Partikel polutan meningkatkan stres oksidatif yang merusak struktur barrier, sementara kelembapan rendah mempercepat kehilangan air melalui kulit.

Kombinasi paparan lingkungan yang buruk ini secara signifikan dapat menurunkan kemampuan kulit untuk mempertahankan kelembapan dan resistensi terhadap zat iritan eksternal.

6. Faktor Genetik

Beberapa orang secara genetik diketahui lebih rentan mengalami gangguan skin barrier. Dalam jurnal Manfaat Ceramide untuk Perawatan Kulit: Review karya Feni Diyas Tutik dan kawan-kawan, gangguan pada struktur dan fungsi skin barrier dapat dipicu oleh mutasi genetik.

Contohnya mutasi genetik pada gen filaggrin (FLG) yang sering dikaitkan dengan gangguan barrier seperti dermatitis atopik. Gen filaggrin sendiri adalah protein penting pembentuk faktor pelembap alami (NMF), sehingga adanya mutasi atau kelainan pada gen ini dapat mengganggu fungsi skin barrier.

7. Gaya Hidup Tak Sehat

Kebiasaan hidup yang kurang sehat seperti pola makan tinggi gula dan rendah asam lemak esensial, kurang tidur, merokok, serta konsumsi alkohol dapat memperburuk kondisi skin barrier.

Kurangnya nutrisi yang mendukung produksi lipid kulit serta tidur yang tidak memadai mengurangi kemampuan kulit untuk memperbaiki diri, sedangkan merokok dan konsumsi alkohol menambah stres oksidatif yang merusak struktur skin barrier.

Cara Memperbaiki Skin Barrier yang Rusak

Ilustrasi Pelembab Wajah

Ilustrasi Memperbaiki Skin Barrier. FOTO/iStockphoto

Skin barrier memang bisa rusak, tapi kondisi ini juga bisa diperbaiki dengan perawatan yang tepat. Fokus utama pemulihan adalah mengurangi stres pada kulit, memperkuat fungsi pelindungnya, serta mendukung proses regenerasi alami. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

1. Stop Exfoliation untuk Sementara

Langkah pertama yang direkomendasikan oleh banyak ahli adalah menghentikan sementara semua bentuk eksfoliasi, baik itu AHA, BHA, maupun scrub fisik. Bahkan, penggunaan retinol yang memiliki efek mirip eksfoliasi juga sebaiknya dihentikan sementara.

Eksfoliasi bekerja dengan mengangkat sel kulit mati, tapi pada kulit yang sedang rusak, langkah ini justru dapat memperparah iritasi. Jadi, untuk sementara waktu, biarkan skin barrier pulih, biarkan kulit beregenerasi secara alami tanpa gangguan dari bahan aktif yang agresif.

2. Kembali ke Basic Skincare

Setelah menghentikan produk berbahan aktif, kembalilah pada rutinitas skincare dasar yang sederhana, tapi efektif, yaitu cleanser ringan, moisturizer yang menenangkan, dan sunscreen.

Bersihkan wajah dengan pembersih yang lembut tanpa busa berlebihan agar tidak mengikis minyak alami kulit. Gunakan moisturizer untuk membantu mengunci kelembapan dan memperbaiki fungsi barrier.

Dan yang tak kalah penting, selalu aplikasikan sunscreen setiap hari untuk melindungi kulit dari kerusakan lebih lanjut akibat sinar UV.

3. Pilih Skincare dengan Kandungan Tepat

Memperbaiki skin barrier juga berarti memilih skincare dengan bahan yang mendukung hidrasi dan menenangkan kulit, misalnya seperti ceramide, panthenol, glycerin, hingga hyaluronic acid. Ceramide dapat membantu mengisi kembali lipid yang hilang di lapisan stratum corneum.

Hyaluronic acid dan glycerin bertindak sebagai humektan yang menarik dan mempertahankan kelembapan kulit. Sementara itu, panthenol (pro-vitamin B5) juga mampu menghidrasi kulit sekaligus memperkuat skin barrier.

4. Perlakukan Kulit dengan Lembut

Selama masa pemulihan skin barrier, penting untuk memperlakukan kulit dengan sangat lembut. Hindari mandi air panas yang lama karena dapat menghilangkan minyak alami kulit dan memperparah kekeringan.

Saat mengeringkan kulit, cukup tepuk-tepuk dengan handuk, jangan digosok kasar. Pilih sabun atau cleanser yang gentle dan hindari produk berbahan keras.

Jika bercukur, lakukan dengan hati-hati untuk mencegah goresan atau luka kecil yang bisa memicu iritasi atau infeksi. Begitu pula kebiasaan menggaruk agresif harus dihindari karena dapat memperburuk kondisi barrier kulit yang rapuh.

5. Terapkan Pola Hidup Sehat

Perbaikan skin barrier tak hanya berasal dari luar, tapi juga dari dalam tubuh. Terapkan pola hidup sehat yang mendukung kesehatan kulit secara menyeluruh. Pastikan tidur cukup setiap malam karena saat tidur, tubuh memperbaiki jaringan dan kulit meregenerasi sel-selnya secara alami.

Konsumsi makanan bergizi yang kaya antioksidan. Hindari merokok dan konsumsi alkohol berlebihan karena kedua kebiasaan ini dapat mempercepat kerusakan kulit dan menghambat proses penyembuhan barrier.

Selain itu, hidrasi yang cukup juga penting untuk menjaga kelembapan kulit dari dalam. Jadi, jangan malas untuk minum air putih agar kelembapan kulit terjaga.

Rekomendasi Produk untuk Memperbaiki Skin Barrier

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, saat skin barrier rusak, maka sebaiknya kita kembali pada rutinitas basic skincare atau perawatan kulit dasar. Salah satu yang paling penting dan wajib digunakan adalah moisturizer. Berikut beberapa rekomendasi produk moisturizer yang cocok untuk memperbaiki skin barrier:

1. LABORE BiomeRepair Barrier Revive Cream

Labore Revive Cream
Labore Revive Cream. FOTO/laboreskinexpert.com

LABORE BiomeRepair Barrier Revive Cream merupakan pelembap yang diformulasikan khusus untuk kulit sensitif dengan dukungan Microbiome Technology dan Revive Complex.

Produk ini bekerja membantu menjaga keseimbangan skin microbiome sehingga skin barrier menjadi lebih kuat dan kulit tampak lebih sehat. Dengan tekstur krim yang tetap nyaman digunakan di iklim tropis, pelembap ini mampu meningkatkan kelembapan kulit hingga 50%.

Produk ini tak hanya bebas alkohol dan fragrance, tapi formulanya juga mudah menyerap, tidak menyumbat pori, dan tidak memicu jerawat sehingga cocok untuk penggunaan sehari-hari. Moisturizer ini bisa dibeli di harga sekitar Rp160.000–Rp170.000 (50 ml).

2. Wardah Deep Water Restore Gel Moisturizer

Produk Wardah ini memanfaatkan teknologi 14x Hyaluron untuk membantu menjaga kelembapan kulit secara optimal. Kandungan ini berperan dalam menghaluskan tekstur kulit, mencegah kulit kering, serta meningkatkan kekenyalan sehingga kulit tampak lebih sehat dan awet muda.

Dengan kelembapan yang terjaga, skin barrier menjadi lebih kuat dan mampu melindungi kulit dari faktor penyebab penuaan seperti garis halus, kerutan, dan kekeringan. Selain itu, hyaluronic acid juga membantu menenangkan kulit dengan mendukung proses perbaikan jaringan kulit.

Tak hanya itu, moisturizer ini juga dilengkapi pentavitin dan hydra β-glucan yang bekerja memperkuat skin barrier dan mempercepat regenerasi kulit. Seri moisturizer Wardah dijual dari harga Rp53 ribuan, tapi khususnya untuk varian Hyaluron bisa dibeli dengan harga sekitar Rp110.000–Rp120.000 (30 gram).

3. Hanasui Ceramide Probiotics Moisturizer Gel

Hanasui Ceramide Probiotics Moisturizer Ge
Hanasui Ceramide Probiotics Moisturizer Gel. FOTO/reviews.femaledaily.com

Pelembap dari Hanasui ini bertekstur gel ringan yang dirancang untuk membantu memperbaiki dan memperkuat skin barrier sekaligus menjaga kelembapan kulit. Dengan dukungan kombinasi ceramide dan probiotik, produk ini bekerja merawat keseimbangan kulit agar tetap lembap, tampak lebih cerah, dan sehat.

Formulanya cocok digunakan untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif, serta memberikan hidrasi yang tahan lama hingga berjam-jam tanpa terasa berat di kulit.

Diperkaya dengan berbagai bahan pendukung seperti hyaluronic acid, niacinamide, allantoin, dan probiotik, pelembap ini membantu menenangkan kulit, mendukung proses regenerasi, serta membuat kulit terasa lebih halus dan kenyal. Produk ini bisa dibeli di rentang harga Rp45.000–Rp50.000 (30 gram).

4. SKINTIFIC 5X Ceramide Barrier Moisturizer

Produk dari SKINTIFIC ini merupakan moisturizer bertekstur sangat ringan yang dirancang untuk kulit normal hingga berminyak. Dengan kandungan 5X ceramide, produk ini membantu memperkuat skin barrier sekaligus menjaga kelembapan tanpa meninggalkan rasa lengket atau berminyak.

Kombinasi bahan penenang seperti SymCalmin, Bisabolol, dan Mariliance bekerja meredakan kemerahan, iritasi, serta rasa perih akibat paparan lingkungan luar.

Selain melembapkan, produk ini juga mendukung kontrol minyak berlebih, membuat pori terlihat lebih halus, serta mengurangi risiko jerawat. Produk ini bisa dibeli di harga sekitar Rp120.000–Rp130.000 (30 gram).

5. La Roche Posay Cicaplast Baume B5+

Produk ini merupakan krim serbaguna yang diformulasikan untuk merawat, melindungi, dan menenangkan kulit kering maupun iritasi ringan pada wajah dan tubuh. Produk ini membantu menjaga kelembapan, menutrisi kulit, serta mendukung perlindungan skin barrier agar kulit lebih sehat.

Kandungan utamanya meliputi Tribioma untuk membantu menyeimbangkan mikrobioma kulit, panthenol yang menenangkan sekaligus memperkuat fungsi skin barrier, serta madecassoside dari centella asiatica yang membantu meredakan iritasi. La Roche Posay Cicaplast Baume B5+ dibanderol dengan harga sekitar Rp230.000–Rp240.000 (40 ml).

6. Glad2Glow Blueberry Ceramide Moisturizer

Glad2Glow Blueberry Ceramide Moisturizer
Glad2Glow Blueberry Ceramide Moisturizer. (FOTO/glad2glow.com)

Pelembap yang satu ini memiliki tekstur gel ringan yang dirancang untuk merawat dan melindungi kulit sensitif. Diperkaya ekstrak blueberry dan ceramide, produk ini membantu menjaga kekuatan skin barrier sekaligus memberikan kelembapan yang dibutuhkan kulit.

Kandungan glycerin berbasis tumbuhan turut membantu mempertahankan hidrasi kulit. Selain melembapkan, moisturizer ini juga mampu menyejukkan kulit dan membantu merawat kulit yang sensitif. Produk ini bisa dibeli di harga sekitar Rp40.000–Rp50.000 (30 gram).

7. Facetology Panthenol Barrier Boost Moisturizer

Pelembap bertekstur water gel ini diformulasikan membantu memperkuat skin barrier. Tersedia dalam dua varian, yaitu 5% dan 10% panthenol. Untuk varian 5% penthanol, pelembap ini cocok untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat.

Kandungan penthanol-nya membantu menjaga kelembapan kulit secara optimal dan memperkuat skin barrier. Produk ini juga diperkaya dengan pentavitin yang membantu mengunci kelembapan dalam waktu lama serta pantodium cica yang memberikan efek calming.

Sementara untuk varian 10% penthanol, pelembap ini cocok untuk kulit normal, kombinasi, hingga kering dengan masalah jerawat akibat kerusakan skin barrier. Varian ini memiliki tekstur gel yang lebih pekat, creamy, tapi tetap terasa ringan tanpa menimbulkan efek greasy di kulit. Produk ini dibanderol dengan harga sekitar Rp39.000–Rp50.000 (30 gram).

Demikian penjelasan tentang ciri-ciri skin barrier rusak, termasuk penyebab, cara memperbaiki, dan rekomendasi produk yang bisa memperkuat skin barrier.

Dengan memahami kondisi kulit secara menyeluruh, kita dapat lebih bijak dalam memilih skincare serta menghindari kebiasaan yang berpotensi memperparah kerusakan skin barrier.

Ingat, kunci utama menjaga kesehatan kulit adalah konsistensi, kesabaran, dan penggunaan produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit.

Butuh informasi menarik lain tentang perawatan kulit? Temukan rekomendasi produk, tips yang bermanfaat, dan info lain seputar skincare di tautan ini:

Kumpulan Artikel Skincare

Baca juga artikel terkait SKINCARE atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - GWS
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani