tirto.id - Ceramah kultum Ramadhan hari ke-16 dapat memuat tema tentang menumbuhkan sikap qanaah dalam diri. Lantas, apa pengertian qanaah dan bagaimana contoh ceramah singkatnya?
Pada dasarnya, qanaah merupakan kosakata serapan dari bahasa Arab yang dituliskan dalam KBBI sebagai kanaah. Qanaah adalah sikap rela menerima yang diberikan kepadanya oleh orang tua, atasan, atau Allah SWT.
Qanaah juga berarti selalu bersyukur, tidak mengeluh, rela menerima, atau selalu merasa cukup. Orang dengan sikap qanaah akan memiliki pendirian bahwa segala sesuatu yang diperoleh olehnya merupakan kehendak Allah SWT.
Contoh Teks Kultum Ramadhan Hari ke-16: Menumbuhkan Sikap Qanaah
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Pada kultum Ramadhan hari ke-16 sekarang, saya ingin menyampaikan ceramah tentang menumbuhkan sikap qanaah di dalam diri. Oleh sebab itu, umat Islam perlu mengetahui terlebih dahulu arti qanaah.
Qanaah artinya adalah yang selalu bersyukur, tidak mengeluh dan sikap rela menerima atau selalu merasa cukup atas hasil yang diusahakan, serta sikap yang selalu berusaha menjauhkan diri dari perasaan tidak puas.
Allah SWT berfirman:
وَاِذۡ تَاَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕنۡ شَكَرۡتُمۡ لَاَزِيۡدَنَّـكُمۡ وَلَٮِٕنۡ كَفَرۡتُمۡ اِنَّ عَذَابِىۡ لَشَدِيۡدٌ
Wa iz ta azzana Rabbukum la'in shakartum la aziidannakum wa la'in kafartum inn'azaabii lashadiid.
Artinya:
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat'," (QS Ibrahim: 7).
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT mengingatkan hamba-Nya untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah dilimpahkan-Nya. Jika sikap ini selalu ditanamkan, nikmat itu akan ditambah lagi oleh Allah.
Sebaliknya, Allah juga mengingatkan kepada mereka yang mengingkari nikmat-Nya dan tidak mau bersyukur. Allah SWT akan menimpakan azab-Nya yang sangat pedih kepada mereka.
Mensyukuri rahmat Allah atau senantiasa bersikap qanaah bisa dilakukan dengan berbagai cara. Di antaranya mengucapkan secara tulus dari hati dan menerapkan lewat perbuatan nyata, misal seorang individu menggunakan rahmat untuk tujuan yang diridai-Nya.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat ada orang-orang yang dermawan dan suka melakukan infak untuk kepentingan umum dan menolong orang. Mereka umumnya tak pernah jatuh miskin maupun sengsara.
Rezeki mereka senantiasa bertambah, kekayaannya makin meningkat, hidupnya bahagia, dicintai, dan dihormati dalam pergaulan. Sebaliknya, orang-orang kaya yang kikir atau suka menggunakan kekayaannya untuk hal-hal yang tidak diridai Allah, seperti judi atau memungut riba, maka kekayaannya tidak bertambah serta lekas menyusut.
Ia senantiasa dibenci, dikutuk orang banyak, dan di akhirat memperoleh hukuman yang berat. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya:
“Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih pantas agar kalian tidak menganggap rendah nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada kalian,” (Muttafaq ‘Alaihi).
Dari hadis ini, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa cara untuk selalu bersyukur dapat juga dilakukan dengan selalu melihat keadaan orang-orang yang berada di bawah kita, bukan sebaliknya. Muslimin dan muslimat perlu mengingat hal ini agar sikap qanaah selalu teranam di dalam diri.
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Ingin melihat lebih banyak contoh kultum ceramah singkat Ramadhan hari ke-16 dan hari-hari lainnya? Simak kumpulan kultum Ramadhan hari ke-16 dan waktu-waktu lainnya di sini.
Editor: Addi M Idhom
Penyelaras: Yuda Prinada
Masuk tirto.id






































