tirto.id - Pemilik kulit sawo matang sering kali kesulitan dalam menemukan produk makeup yang benar-benar cocok, termasuk saat memilih cushion dan bedak. Salah memilih produk, makeup bisa tampak tidak menyatu dengan kulit, bahkan bisa terlihat abu-abu.
Cushion dan bedak merupakan dua produk makeup yang sangat umum digunakan sehari-hari. Cushion berfungsi untuk meratakan warna kulit sekaligus memberikan coverage ringan hingga sedang, sedangkan bedak membantu mengunci base makeup agar lebih tahan lama serta mengontrol minyak di wajah.
Di pasaran, cushion biasanya hadir dalam berbagai macam warna atau shade, mulai dari untuk kulit terang hingga gelap. Tak hanya warna kulit, cushion juga tersedia untuk berbagai macam undertone, mulai dari warm, cool, hingga netral.
Mengingat setiap orang memiliki warna kulit dan undertone yang berbeda, tentunya memilih cushion tidak bisa sembarangan. Begitu pun dengan pemilik kulit sawo matang, memilih shade makeup tak hanya mengandalkan warna kulit, tapi juga wajib mengetahui tipe undertone yang dimiliki.
Mengenal Karakter Warna Kulit Sawo Matang

Kulit sawo matang adalah salah satu variasi skin tone yang umum, terutama di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Kulit sawo matang cenderung berwarna kecokelatan dengan kedalaman yang berada di antara kulit terang dan gelap.
Dalam terminologi dermatologi internasional, kulit sawo matang biasanya masuk dalam kategori medium atau tan skin tone. Jadi, warna kulitnya tidak terlalu pucat seperti fair/light, tapi juga belum masuk ke kulit gelap yang dalam atau pekat.
Dilansir dari laman cancer.org, kulit tan seperti sawo matang memiliki keuntungan tersendiri, khususnya terkait paparan radiasi ultraviolet (UV). Sinar UV dapat merusak kulit semua orang tanpa memandang etnis, tapi tingkat risikonya, khususnya terkait sunburn, dapat dipengaruhi oleh kadar melanin pada kulit.
Pemilik kulit terang memiliki melanin yang lebih sedikit sehingga lebih rentan mengalami sunburn dengan cepat, sementara pemilik kulit gelap (dengan melanin yang lebih banyak) memiliki perlindungan alami yang sedikit lebih baik terhadap sunburn.
Meski demikian, perlu diingat bahwa akumulasi paparan sinar UV tetap meningkatkan risiko kerusakan jangka panjang, termasuk kanker kulit, sehingga perlindungan tetap diperlukan oleh semua jenis dan warna kulit.
Dalam konteks pemilihan makeup seperti cushion, menghindari warna/shade yang terlalu terang adalah salah satu kunci agar riasan terlihat natural. Kulit sawo matang bisa memilih produk dengan warna yang agak gelap, misalnya berlabel medium atau beige.
Penamaan shade pada cushion bisa berbeda-beda pada setiap merek, jadi konsumen pun harus jeli melihat contoh warna (swatch) agar produk yang dipilih benar-benar sesuai dengan skin tone-nya.
Cara Menentukan Undertone

Undertone adalah warna dasar yang ada di bawah permukaan kulit. Berbeda dengan skin tone yang bisa berubah (misalnya menggelap karena matahari atau lebih cerah berkat perawatan), undertone justru bersifat tetap.
Undertonemembantu menentukan shade makeup sehingga tampak natural dan menyatu sempurna dengan kulit. Secara umum ada tiga jenis undertone, yaitu warm (hangat), cool (dingin), dan natural yang merupakan perpaduan keduanya.
Dilansir dari laman Byrdie, beberapa makeup artist profesional memberikan tips untuk menentukan jenis undertone:
1. Warna Pembuluh Darah
Lihat pembuluh darah di pergelangan tangan atau area wajah di bawah cahaya alami.- Cool: Pembuluh darah tampak biru atau ungu
- Warm: Pembuluh darah tampak kehijauan
- Netral: Perpaduan antara cool dan warm, atau pembuluh darah terlihat biru/ungu berpadu dengan hijau.
2. Uji dengan Baju atau Kertas Putih
Berdirilah di bawah cahaya alami sambil memegang kain atau kertas putih di dekat wajah.- Cool: Kulit tampak lebih pink atau kemerahan
- Warm: Kulit terlihat kekuningan
- Neutral: Tidak tampak kemerahan atau kekuningan dengan jelas. Undertone netral juga cocok memakai baju putih bersih maupun putih gading.
3. Kecocokan Perhiasan
Coba perhatikan apakah perhiasan emas atau perak terlihat lebih menonjol di kulit.- Cool: Perhiasan perak terlihat lebih cocok
- Warm: Perhiasan emas tampak lebih menyatu dengan kulit
- Neutral: Baik emas maupun perak sama-sama terlihat cocok
4. Reaksi Kulit terhadap Sinar Matahari
Perhatikan bagaimana kulit bereaksi saat terpapar sinar matahari.- Cool: Kulit cenderung mudah terbakar atau memerah
- Warm: Kulit lebih mudah menggelap atau berubah menjadi tan
- Neutral: Kulit bisa terbakar ringan lalu menggelap
Memilih Shade Cushion agar Tidak Abu-Abu

Penyebab utama wajah terlihat abu-abu adalah penggunaan shade yang terlalu terang atau tidak cocok dengan undertone yang dimiliki. Berikut beberapa tips dalam memilih shade cushion:
1. Kenali Undertone Kulit Terlebih Dahulu
Salah satu penyebab utama cushion terlihat abu-abu adalah ketidaksesuaian undertone. Jadi, sebelum memilih produk, pastikan untuk mengenali undertone dengan beberapa metode yang sudah dijelaskan sebelumnya.2. Pilih Shade Medium-Tan
Setiap merek cushion memiliki nama shade yang berbeda-beda untuk melabeli produknya sesuai skin tone. Nama shade seperti beige, warm beige, sand, golden, caramel, atau honey biasanya diperuntukkan untuk kulit sawo matang.Namun, penamaan tersebut bukan patokan, jadi tetap perhatikan contoh warna, swatch, dan deskripsi yang diberikan oleh produsen untuk membantu pemilihan cushion.
3. Jangan Coba Cushion di Tangan
Jangan mencoba shade di punggung tangan karena warna kulit tangan biasanya berbeda dengan wajah, bisa lebih gelap atau justru lebih cerah. Aplikasikan sedikit di sepanjang garis rahang dan lihat di bawah cahaya alami.Jika warna tersebut "menghilang" atau menyatu sempurna dengan warna kulit wajah dan leher, itulah shade yang tepat untuk digunakan.
4. Antisipasi Oksidasi
Beberapa cushion mungkin mengalami oksidasi (warna berubah jadi lebih gelap) setelah pemakaian beberapa lama karena terkena udara dan minyak wajah. Disarankan untuk memilih shade setingkat atau sedikit lebih cerah dari warna asli kulit jika produk tersebut dikenal memiliki tingkat oksidasi yang tinggi.Pilih Formula Cushion Sesuai Jenis Kulit

Tak hanya soal warna atau shade, memastikan formula cushion aman dan cocok dengan kondisi kulit wajah juga sama pentingnya. Memilih formula yang tepat dapat membantu makeup tahan lebih lama dan tidak mudah retak/pecah (crack). Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
1. Kulit Berminyak
Pemilik kulit berminyak sebaiknya memilih cushion dengan formula oil-free atau non-comedogenic yang tidak menyumbat pori-pori serta memberikan hasil akhir matte atau semi-matte.Formula ini membantu mengontrol kilap akibat produksi minyak berlebih sehingga cushion tidak cepat luntur atau terlihat berat di wajah. Formula yang terlalu dewy pada kulit berminyak dapat membuat wajah cepat mengilap dan terlihat kusam.
2. Kulit Kering
Untuk kulit kering, formula cushion yang melembapkan bisa jadi pilihan. Cushion yang mengandung bahan seperti hyaluronic acid atau glycerin dan memberikan hasil dewy atau glowing akan membantu menjaga kelembapan kulit sepanjang hari. Kulit wajah juga akan tampak lebih sehat.3. Kulit Kombinasi
Kulit kombinasi membutuhkan formula cushion yang mampu menyeimbangkan area berminyak dan kering. Cushion dengan hasil satin atau natural finish (ada di antara matte dan dewy) biasanya memberikan kelembapan yang cukup tanpa membuat wajah terlalu mengilap.Formula ini membantu menjaga makeup tetap nyaman dipakai sepanjang hari, sekaligus menghindari tampilan kusam di area tertentu.
4. Kulit Sensitif
Bagi pemilik kulit sensitif, penting memilih cushion dengan formula ringan, non-comedogenic, dan minim pewangi. Kandungan yang terlalu keras berisiko memicu kemerahan atau iritasi, yang pada akhirnya membuat hasil makeup tampak tidak merata.Cushion dengan klaim dermatologically tested, hypoallergenic, for sensitive skin, dan alcohol free umumnya lebih aman digunakan sehari-hari.
5. Kulit Normal
Kulit normal lebih fleksibel dalam memilih formula cushion. Pemilik kulit jenis ini bebas memilih hasil akhir dewy untuk kesan bercahaya maupun matte finish untuk tampilan yang lebih rapi. Meski demikian, tetap utamakan memilih cushion yang ringan, non-comedogenic, dan lolos uji dermatologi.Bedak Tabur vs Bedak Padat: Mana Lebih Cocok?

Setelah menggunakan cushion, bedak diperlukan untuk mengunci makeup, mengontrol kilap, dan membuat hasil akhir lebih halus. Dua jenis bedak yang paling umum adalah bedak tabur (loose powder) dan bedak padat (compact powder).
Setiap jenis bedak memiliki karakteristik yang berbeda. Memilih bedak yang tepat dapat membantu membuat makeup terlihat lebih natural dan menyatu dengan cushion yang sudah dipakai.
Bedak Tabur (Loose Powder)
Bedak tabur memiliki tekstur yang halus dan ringan, biasanya dikemas dalam bentuk jar. Bedak tabur ideal untuk mengunci makeup setelah cushion, menyerap minyak berlebih, dan memberikan hasil akhir yang matte dan natural tanpa terlihat berat di kulit.Karena partikelnya tipis, bedak tabur juga sering digunakan dalam teknik makeup seperti baking untuk menahan area tertentu lebih lama. Kekurangannya, bedak tabur bisa berantakan saat dibawa bepergian dan kadang terasa kurang praktis untuk touch-up.
Bedak Padat (Compact Powder)
Bedak padat umumnya jauh lebih praktis dan mudah dibawa. Teksturnya sedikit lebih berat dibanding bedak tabur karena adanya binding agents yang membuatnya padat dalam kemasan.Bedak padat cocok untuk touch-up cepat di luar rumah, terutama di area yang membutuhkan penyegaran warna atau untuk meminimalkan minyak di area T-zone.
Jadi, dari kedua jenis bedak tersebut, mana yang lebih cocok digunakan? Bedak tabur bisa jadi pilihan terbaik untuk mengunci riasan awal, sedangkan bedak padat lebih ideal digunakan sebagai alat touch-up praktis guna memperbaiki area yang luntur atau mulai berminyak di siang hari.
Kesalahan Umum Saat Memilih Shade

Memilih shade makeup terlihat sederhana, tapi kesalahan kecil dalam prosesnya dapat berdampak besar pada hasil akhir riasan. Di bawah ini adalah beberapa kesalahan yang umum terjadi saat menentukan shade pada produk makeup:
1. Hanya Melihat Warna Kulit di Permukaan (Skin Tone)
Kesalahan paling umum adalah memilih shade hanya berdasarkan warna kulit yang terlihat (fair, medium, tan), tanpa mempertimbangkan undertone. Padahal, dua orang dengan skin tone yang sama bisa memiliki undertone berbeda sehingga shade yang dipilih pun tidak akan sama.2. Terpaku pada Shade yang Terlihat Lebih Cerah
Banyak orang sengaja memilih shade yang lebih terang dengan harapan wajah tampak lebih cerah. Sayangnya, shade yang terlalu terang justru bisa membuat wajah terlihat abu-abu, pucat, atau kontras dengan leher.Makeup yang ideal seharusnya menyatu dengan warna kulit asli, bukan mengubahnya secara drastis. Efek cerah seharusnya didapat dari hasil yang fresh dan merata, bukan dari shade yang terlalu terang.
3. Mencoba Shade di Tangan, Bukan di Wajah
Menguji shade di punggung tangan masih menjadi kebiasaan umum, padahal warna kulit tangan sering kali berbeda dengan wajah dan leher. Hal ini membuat hasil tes menjadi tidak akurat.Shade yang tampak cocok di tangan bisa terlihat terlalu gelap, terlalu terang, atau abu-abu saat diaplikasikan ke wajah. Area rahang atau leher adalah tempat paling tepat untuk mencoba shade.
4. Mengabaikan Perubahan Warna Setelah Oksidasi
Beberapa produk complexion dapat mengalami oksidasi, yaitu berubah menjadi lebih gelap setelah dipakai beberapa waktu. Perubahan warna makeup (oksidasi) tidak selalu terjadi dalam waktu singkat sehingga sulit diketahui saat pengujian (swatch) sebelum pembelian.Namun, kita bisa membaca testimoni atau review dari pengguna lain terkait produk yang ingin dibeli untuk mengetahui tingkat oksidasinya.
5. Mengabaikan Warna Leher dan Tubuh
Makeup yang bagus seharusnya membuat warna wajah menyatu dengan leher dan tubuh. Kesalahan memilih shade sering membuat wajah tampak lebih terang atau lebih gelap dibanding area lainnya.Hal ini menciptakan garis batas yang jelas dan membuat hasil makeup terlihat kurang natural. Menyamakan shade dengan warna leher biasanya menghasilkan tampilan yang lebih seimbang.
Tips Mencoba Shade di Toko atau Online

Mencoba shade makeup, baik secara langsung di toko maupun saat belanja online, sering kali menjadi tantangan tersendiri. Perbedaan pencahayaan, tampilan layar, hingga reaksi produk di kulit dapat memengaruhi hasil akhir warna.
Karena itu, diperlukan strategi yang tepat agar shade yang dipilih benar-benar sesuai dan terlihat natural saat digunakan, berikut beberapa tipsnya:
1. Coba Shade di Area Rahang atau Leher
Saat mencoba shade secara langsung di toko, aplikasikan sedikit produk di area rahang atau leher, bukan di tangan. Area ini paling mendekati warna wajah dan tubuh, sehingga membantu memastikan shade menyatu dengan kulit secara keseluruhan.2. Periksa Shade di Bawah Cahaya Alami
Pencahayaan toko sering kali terlalu terang atau memiliki warna lampu tertentu yang bisa mengubah tampilan shade. Setelah mencoba produk, lihat hasilnya di bawah cahaya alami, misalnya dekat jendela atau di luar toko. Cahaya alami membantu menunjukkan warna asli produk dan meminimalkan risiko salah pilih.3. Tunggu Beberapa Menit untuk Melihat Oksidasi
Beberapa produk complexion dapat mengalami oksidasi, yaitu perubahan warna menjadi lebih gelap setelah bereaksi dengan minyak alami kulit. Karena itu, jangan langsung memutuskan kecocokan shade.Meski tidak ada patokan berapa lama produk akan mengalami oksidasi, setidaknya tunggu hingga sekitar 10 menit setelah aplikasi untuk memastikan warna tetap stabil dan tidak berubah menjadi kusam atau terlalu gelap.
4. Perhatikan Deskripsi Produk Saat Belanja Online
Saat berbelanja online, cermati contoh warna dan juga deskripsi shade, termasuk keterangan undertone (warm, neutral, atau cool). Membaca ulasan dari pembeli dengan warna kulit yang mirip dapat membantu memperkirakan apakah shade tersebut akan cocok di kulit kita.5. Bandingkan dengan Produk yang Sudah Cocok
Jika sudah memiliki cushion yang cocok, gunakan produk tersebut sebagai pembanding saat memilih merek baru. Perhatikan nama shade, tingkat kecerahan, dan undertone-nya, lalu cari shade yang paling mendekati. Cara ini sangat membantu terutama saat belanja online tanpa bisa mencoba langsung.Itulah panduan dalam memilih cushion dan bedak yang cocok untuk makeup sehari-hari. Dengan memperhatikan shade yang sesuai undertone serta formula yang cocok dengan jenis kulit, kita bisa mendapatkan cushion yang tepat serta hasil riasan yang natural, tahan lama, dan nyaman digunakan.
Butuh informasi menarik lain soal makeup? Temukan berbagai tips bermanfaat hingga rekomendasi produk pilihan melalui artikel Tirto di tautan ini:
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani
Masuk tirto.id

































