tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang tahun 2025 secara kumulatif (cumulative-to-cumulative/c-to-c).
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan terbesar pada 2025 dengan kontribusi sebesar 2,62 persen dari total pertumbuhan ekonomi.
Komponen ini sekaligus menjadi penopang utama perekonomian nasional, sejalan dengan masih kuatnya daya beli masyarakat.
"Komponen dengan distribusi terbesar (dari sisi pengeluaran) adalah konsumsi rumah tangga, dengan distribusi atau kontribusi sebesar 53,88 persen dan pertumbuhannya pada 2025 sebesar 4,98 persen," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (5/1/2026).
Selain konsumsi rumah tangga, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) turut memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran—dengan sumbangan 1,58 persen. Sementara itu, komponen lainnya seperti konsumsi pemerintah, net ekspor, dan komponen lain memberikan kontribusi yang lebih terbatas terhadap pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun.
BPS mencatat seluruh komponen pengeluaran tumbuh positif sepanjang 2025. Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,98 persen, PMTB tumbuh 5,09 persen, ekspor tumbuh 7,03 persen, konsumsi pemerintah tumbuh 2,50 persen, serta konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) tumbuh 5,13 persen. Di sisi lain, impor masih mengalami kontraksi sebesar 20,54 persen.
Dari sisi lapangan usaha, sebagian besar sektor ekonomi mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2025. Lima lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian nasional adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan.
Industri pengolahan mencatat pertumbuhan 5,30 persen sepanjang 2025, didorong oleh peningkatan permintaan domestik dan luar negeri. Sub-sektor industri makanan dan minuman tumbuh 6,39 persen seiring meningkatnya produksi beras, minyak sawit mentah (CPO), serta terjaganya kapasitas produksi. Industri logam dasar tumbuh 15,71 persen didorong permintaan ekspor, sementara industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 8,35 persen seiring meningkatnya kebutuhan domestik.
Sektor perdagangan tumbuh 5,49 persen, didorong oleh peningkatan pasokan barang domestik dan impor untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan korporasi, serta meningkatnya nilai transaksi pada berbagai program belanja nasional.
Sementara itu, sektor pertanian tumbuh 5,33 persen sepanjang 2025. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan produksi tanaman pangan, khususnya padi dan jagung, seiring perbaikan jaringan irigasi, subsidi pupuk, dan dukungan sarana prasarana. Subsektor peternakan tumbuh 7,78 persen, sedangkan perikanan tumbuh 4,95 persen.
Sektor informasi dan komunikasi mencatat pertumbuhan 8,35 persen, sejalan dengan meningkatnya aktivitas telekomunikasi, kenaikan lalu lintas data, serta meningkatnya penetrasi internet di Indonesia.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































