tirto.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BNI memastikan layanan aplikasi mobile banking Wondr telah pulih setelah sempat dilaporkan mengalami gangguan pada Senin (1/12/2025) siang.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyampaikan bahwa pemulihan akses sudah berhasil dilakukan dan aplikasi dapat kembali digunakan secara normal.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang sempat dialami nasabah dalam mengakses layanan wondr by BNI," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Tirto, Selasa (2/12/2).
Okki memastikan seluruh fungsi transaksi di aplikasi kini telah beroperasi kembali, sehingga nasabah dapat melanjutkan aktivitas perbankan seperti biasa.
BNI mengimbau nasabah yang masih mengalami kendala untuk segera menghubungi BNI Call 1500046, WhatsApp Business BNI (08115881946), atau melalui email bnicall@bni.co.id
. Informasi resmi juga tersedia melalui kanal media sosial BNI: Facebook (BNI), X (@BNI dan @BNICustomerCare), serta Instagram (@bni46).
"Kami mengingatkan agar nasabah tetap berhati-hati terhadap tautan maupun informasi yang tidak resmi dan selalu menggunakan kanal BNI untuk transaksi dan permintaan informasi," tuturnya.
Laporan gangguan pada layanan Wondr mulai terdeteksi di media sosial X sekitar pukul 12.00 WIB kemarin. Sejumlah pengguna mengaku tidak bisa melakukan pembayaran online dan bahkan gagal mengakses aplikasi. Ada yang tidak bisa log in dan hanya berhenti di halaman awal.
"BNI Wondr maintenance di jam prime time banget nih bos? urgensi apa, cust udah pasti banyak yg rugi immaterill. please fix asap @BNICustomerCare," demikian tulis salah satu akun di X, dikutip Senin (1/12) pukul 14.00 WIB.
Pengguna juga mengeluhkan proses perbaikan yang dilakukan tanpa pemberitahuan. Mereka berharap BNI dapat memberikan informasi terlebih dahulu sebelum melakukan maintenance, sehingga nasabah bisa mengantisipasi.
Meski demikian, akun Customer Care BNI telah memberikan klarifikasi terkait gangguan tersebut dan membenarkan bahwa error terjadi akibat upaya peningkatan kualitas layanan.
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id



































