Menuju konten utama

Biaya Vaksin HPV di Puskesmas dan Fakta-Fakta Pentingnya

Harga vaksin HPV di puskesmas cukup bervariasi. Berapa biaya vaksin HPV di puskesmas tahun 2025? Berikut info selengkapnya.

Biaya Vaksin HPV di Puskesmas dan Fakta-Fakta Pentingnya
Vaksin HPV. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Kanker serviks masih menjadi momok serius bagi banyak wanita di Indonesia, bahkan dunia. Namun, kabar baiknya adalah, ada cara efektif untuk mencegahnya sejak dini, yaitu dengan vaksin HPV.

Vaksin ini bekerja dengan melindungi dari Human Papillomavirus, penyebab utama kanker serviks, dan semakin banyak yang mulai menyadari pentingnya vaksinasi ini sebagai langkah pencegahan.

Meski begitu, tak sedikit yang masih bertanya-tanya, apakah vaksin HPV bisa didapatkan secara gratis di puskesmas? Kalau tidak, kira-kira berapa biaya vaksin HPV di puskesmas saat ini? Apakah program BPJS juga mencakup biaya vaksinasi ini? Semua pertanyaan itu wajar, apalagi bagi keluarga yang ingin melindungi orang tercinta tanpa harus menguras kantong.

Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas informasi seputar berapa biaya vaksin HPV di puskesmas terbaru, siapa saja yang berhak mendapatkan vaksin HPV gratis, serta fakta pentingnya vaksin HPV lain yang wajib diketahui.

Apakah Vaksin HPV di Puskesmas Gratis?

Vaksin HPV

Vaksin HPV. foto/istockphoto

Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul belakangan ini adalah mengenai apakah vaksin HPV di puskesmas gratis?

Pertanyaan ini kerap ditanyakan, terutama dari para orang tua yang ingin melindungi anak perempuannya dari risiko kanker serviks sejak dini. Jawabannya sebenarnya cukup sederhana, tapi juga tergantung dari kondisi dan usia calon penerima vaksin.

Dikutip pada tulisan yang diunggah melalui laman resmi Kemenkes Sehat Negeriku, pemerintah memang menyediakan vaksin HPV secara gratis, tapi cakupannya terbatas untuk kelompok usia tertentu.

Program vaksin HPV gratis ini biasanya diberikan untuk anak perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar, tepatnya kelas 5 dan 6, atau usia sekitar 11 sampai 12 tahun. Ini dilakukan melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Jadi, jika Anda bertanya vaksin HPV gratis untuk usia berapa? Maka, jawabannya adalah anak perempuan di rentang usia tersebut.

Namun, untuk mereka yang sudah melewati usia tersebut, seperti remaja yang lebih tua atau wanita dewasa, vaksin HPV biasanya tidak disediakan gratis di puskesmas dan harus dilakukan secara mandiri. Artinya, mereka harus membayar biaya vaksin HPV di puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya seperti klinik swasta atau rumah sakit.

Range Kisaran Harga Vaksin HPV di Puskesmas Terbaru

Vaksinasi HPV pelajar perempuan di Kota Kediri

Dua pelajar memperlihatkan Kartu Imunisasi Anak Sekolah setelah mendapatkan suntikkan vaksin Human Papillomavirus (HPV) di SMP Negeri 4, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (20/1/2025).ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/rwa.

Bagi mereka yang tidak termasuk dalam program vaksinasi gratis dari pemerintah, pertanyaan paling umum yang muncul adalah berapa biaya vaksin HPV di puskesmas sekarang?

Berapa biaya vaksin HPV di puskesmas 2025? Di tahun 2025, harga vaksin HPV di puskesmas cukup bervariasi.

Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jenis vaksin yang digunakan, lokasi fasilitas kesehatan, serta jumlah dosis yang dibutuhkan. Secara umum, terdapat tiga jenis vaksin HPV yang tersedia di Indonesia, yaitu:

  • Cervarix (bivalen), yang melindungi dari HPV tipe 16 dan 18.
  • Gardasil 4 (quadrivalent), yang melindungi dari HPV tipe 6, 11, 16, dan 18.
  • Gardasil 9 (nonavalent), yang memberikan perlindungan lebih luas terhadap sembilan tipe HPV: 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58.
Harga vaksin HPV sangat tergantung pada jenis vaksin dan lokasi pemberian vaksin. Berikut adalah rentang harga per dosis di berbagai fasilitas kesehatan di Indonesia:

  • Vaksin Gardasil 4: mulai dari Rp800.000 hingga Rp1.500.000 per dosis.
  • Vaksin Gardasil 9: berkisar antara Rp1.600.000 hingga Rp2.500.000 per dosis.
  • Vaksin Cervarix: lebih terjangkau, mulai dari Rp600.000 hingga Rp1.200.000 per dosis.
Perlu diketahui bahwa vaksin HPV tidak cukup hanya diberikan sekali. Umumnya, vaksin diberikan dalam dua hingga tiga kali suntikan, tergantung pada usia penerima vaksin. WHO (World Health Organization) memberikan rekomendasi jadwal dosis vaksin HPV sebagai berikut:

  • Satu atau dua dosis untuk anak perempuan usia 9–14 tahun.
  • Satu atau dua dosis untuk perempuan usia 15–20 tahun, tergantung kondisi imun.
  • Dua dosis dengan jarak 6 bulan untuk perempuan berusia di atas 21 tahun.
Dengan mempertimbangkan kebutuhan dua hingga tiga dosis, maka total biaya vaksinasi lengkap dapat berkisar antara Rp1.200.000 hingga lebih dari Rp2.500.000, tergantung pada jenis vaksin dan tempat pelaksanaannya.

Penting untuk dipahami bahwa efektivitas vaksin HPV sangat bergantung pada kepatuhan terhadap jadwal dan jumlah dosis yang direkomendasikan.

Banyak orang mengira vaksin cukup satu kali suntik, padahal proteksi optimal hanya dapat diperoleh setelah vaksinasi lengkap sesuai anjuran yang diberikan oleh WHO.

Apakah Vaksin HPV Bisa Dicover BPJS?

Peserta JKN capai 264 juta jiwa

Petugas membantu warga mengurus layanan kesehatan di Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Jakarta Pusat, Jakarta, Jumat (6/10/2023). ANTARA FOTO/Reno Esnir/tom.

Apakah vaksin HPV bisa di cover BPJS? Ini merupakan pertanyaan penting yang kerap kali dipertanyaan masyarakat umum karena banyak orang berharap menggunakan fasilitas asuransi kesehatan untuk menekan biaya vaksinasi.

Sayangnya, sampai saat ini vaksin HPV belum termasuk dalam layanan yang ditanggung BPJS Kesehatan untuk kelompok umum yang melakukan vaksinasi mandiri.

Artinya, apabila hendak melakukan vaksinasi HPV di puskesmas atau fasilitas kesehatan lain tanpa program khusus, penerima vaksin harus membayar biaya vaksin HPV di puskesmas tersebut secara langsung tanpa klaim ke BPJS.

Namun, ada pengecualian dalam kasus vaksinasi yang dilakukan melalui program pemerintah seperti BIAS di sekolah, di mana biaya vaksin sepenuhnya ditanggung oleh negara dan tidak perlu menggunakan BPJS. Akan tetapi, program ini hanya berlaku untuk anak perempuan usia sekolah dasar.

Fakta-Fakta Penting tentang Vaksin HPV

Percepatan imunisasi HPV pelajar di Malang

Petugas medis menyuntikkan vaksin dalam pelaksanaan percepatan imunisasi Human Papilomavirus (HPV) kepada pelajar di SMPN 28, Malang, Jawa Timur, Jumat (7/2/2025).ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/Spt.

Sebelum Anda memutuskan untuk vaksinasi, ada baiknya mengetahui beberapa fakta vaksin HPV agar Anda semakin yakin dengan pilihan ini:

1. Vaksin HPV Tidak Hanya untuk Perempuan

Meskipun vaksin ini lebih dikenal sebagai upaya pencegahan kanker serviks yang banyak dialami perempuan, vaksin HPV juga dianjurkan untuk laki-laki. Virus HPV bisa menyebabkan kutil kelamin, serta beberapa jenis kanker lain seperti kanker anus dan kanker tenggorokan pada pria.

2. Waktu Terbaik untuk Vaksinasi

Vaksin HPV paling efektif diberikan sebelum seseorang mulai aktif secara seksual. Oleh karena itu, anak perempuan usia 11–13 tahun menjadi target utama program vaksinasi gratis pemerintah.

Namun, bukan berarti usia di atasnya tidak bisa mendapatkan vaksin. Wanita di usia 20-an atau 30-an bahkan lebih tua pun tetap dianjurkan untuk vaksinasi, walaupun biasanya harus dilakukan secara mandiri dan berbayar.

3. Harga Vaksin HPV di Puskesmas Relatif Lebih Terjangkau

Dibandingkan fasilitas kesehatan swasta yang bisa mematok harga hingga Rp1.200.000 per dosis, biaya vaksin HPV di puskesmas cenderung lebih murah.

Harga vaksin HPV di puskesmas mulai dari Rp600.000 per dosis atau Rp1.200.000 untuk dua kali penyuntikan.

4. Jenis Vaksin HPV Bivalen vs Quadrivalent

Di Indonesia, tersedia dua jenis vaksin HPV, yaitu bivalen yang melindungi dari dua tipe HPV penyebab kanker serviks, dan quadrivalent yang melindungi dari empat tipe HPV termasuk yang menyebabkan kutil kelamin.

Jenis vaksin ini akan memengaruhi biaya, jadi pastikan bertanya kepada petugas di puskesmas tentang jenis vaksin yang tersedia.

5. Aman dan Sudah Direkomendasikan WHO

Vaksin HPV sudah melalui uji klinis ketat di seluruh dunia dan mendapat rekomendasi dari WHO. Efek samping vaksin HPV pun umumnya ringan, seperti rasa nyeri di area suntikan atau demam ringan, yang biasanya cepat hilang.

Melindungi diri sejak dini tentu lebih baik daripada mengobati penyakit yang sudah datang. Vaksinasi HPV adalah langkah pencegahan yang penting untuk mengurangi risiko kanker serviks di kemudian hari.

Walau biaya vaksin HPV di puskesmas tidak selalu gratis, terutama bagi dewasa yang bukan penerima program pemerintah, harga yang ditawarkan relatif terjangkau dibanding risiko kesehatan yang bisa terjadi.

Jadi, jika apabila masih bertanya-tanya berapa biaya vaksin HPV di puskesmas atau berapa tarif vaksin HPV? Jawabannya tergantung pada lokasi puskesmas, jenis vaksin yang tersedia, dan apakah penerima vaksin HPV termasuk kelompok penerima vaksin gratis.

Ambil langkah kecil hari ini dengan datang ke puskesmas terdekat, tanyakan langsung tentang ketersediaan dan harga vaksin HPV di sana. Perlindungan yang didapatkan bisa jadi investasi besar untuk masa depan sehat yang lebih terjamin di kemudian hari.

Baca juga artikel terkait VAKSINASI atau tulisan lainnya dari Marhamah Ika Putri

tirto.id - GWS
Kontributor: Marhamah Ika Putri
Penulis: Marhamah Ika Putri
Editor: Yulaika Ramadhani