Menuju konten utama
Periksa Fakta

Apa Benar Vaksin HPV Sebabkan Mandul dan Menopause Dini?

Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Mohammad Syahril telah memastikan narasi yang beredar hoaks.

Apa Benar Vaksin HPV Sebabkan Mandul dan Menopause Dini?
HEADER PERIKSA FAKTA Apa Benar Vaksin HPV Sebabkan Mandul dan Menopause Dini?. tirto.id/Gery

tirto.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada awal tahun 2023 ini mulai menambahkan vaksin Human Papiloma Virus (HPV) dalam program imunisasi nasional.

Vaksin itu sebetulnya telah diberikan kepada siswi sekolah dasar (SD) kelas 5 dan 6 sejak tahun 2016, tapi hanya mencakupi 20 kabupaten/kota di sejumlah provinsi, termasuk DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tiimur, dan Bali.

Berkaitan dengan imunisasi HPV, tersebar narasi di Facebook kalau vaksin HPV bisa menyebabkan kemandulan dan menopause dini.

“Fuckcuihh HPV menyebabkan kemandulan dan kegagalan ovarium pada wanita muda, menyebabkan anak perempuan berusia 9 dan 10 tahun mengalami menopause dini. Percobaan menunjukkan tingkat keguguran 27% dan ada penurunan 50% pada kehamilan remaja selama periode 10 tahun,” tulis akun pengunggah bernama Kurnia Dewi (arsip), pada Senin (7/8/2023).

PERIKSA FAKTA Vaksin HPV

PERIKSA FAKTA Apa Benar Vaksin HPV Sebabkan Mandul dan Menopause Dini?

Unggahan itu kini telah dihapus, tapi tentu perlu diperiksa karena berpotensi direproduksi menjadi narasi-narasi baru yang berpotensi membuat sebagian orang menolak vaksinasi HPV.

Lantas, bagaimana faktanya? Benarkah vaksin HPV mengakibatkan mandul dan menopause dini?

Penelusuran Fakta

Sebagai informasi, mengutip dari artikel Alodokter yang telah ditinjau dr. Pittara, HPV merupakan virus penyebab kutil kelamin dan kanker di organ kelamin, seperti kanker serviks, vulva, vagina, penis, dan anus.

Virus ini dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit penderita, terutama ketika berhubungan seksual. Tak hanya kutil kelamin dan kanker kelamin, virus HPV juga dapat menyebabkan beberapa jenis kanker di bagian belakang tenggorokan, pangkal lidah, dan amandel.

Menyoal klaim vaksin HPV sebabkan mandul dan menopause dini terhadap anak perempuan, Juru Bicara Kemenkes dr. Mohammad Syahril telah memastikan narasi itu hoaks.

“Imunisasi HPV sudah dipastikan keamanannya dan pada umumnya tidak menimbulkan reaksi yang serius sesudah pemberian imunisasi.” kata dr. Syahril, menukil laman Kemenkes, Senin (9/10/2023).

Reaksi yang timbul di lokasi suntikan biasa berupa kemerahan, pembengkakan dan nyeri ringan. Menurut dr. Syahril, reaksi itu timbul sehari setelah pemberian imunisasi dan dapat berlangsung satu sampai tiga hari. Reaksi umum seperti demam juga bisa muncul usai pemberian imunisasi.

Masih bersumber dari Kemenkes, imunisasi HPV disebut bertujuan untuk mencegah penyakit kanker serviks yang disebabkan oleh infeksi HPV. Jika diberikan sebanyak dua dosis pada anak perempuan saat berusia 9-13 tahun, tingkat keberhasilannya bisa mencapai 100 persen.

Senada, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga menyatakan tidak ada bukti soal vaksin HPV menyebabkan masalah reproduksi pada perempuan.

“FDA [Food and Drug Administration] dan CDC meninjau laporan POI [primary ovarian insufficiency/menopause dini] yang dikonfirmasi, menyelidiki apakah ada pola yang mungkin mengindikasikan bahwa vaksin tersebut menyebabkan masalah. Tidak ada pola yang ditemukan, sehingga kemungkinan besar vaksin bukanlah penyebabnya,” ungkap CDC lewat situs resminya.

Menurut CDC, menopause dini merupakan kondisi di mana ovarium berhenti berfungsi sebelum umur 40 tahun. Penyebabnya beragam, mulai dari faktor genetika, bahan kimia, perawatan kanker, merokok, gangguan autoimun, hingga sejumlah infeksi virus.

Sebuah studi yang dilakukan Tatang, dkk berjudul “Human Papillomavirus Vaccination and Premature Ovarian Failure: A Disproportionality Analysis Using the Vaccine Adverse Event Resporting System” (2022) menyingkap 0,1 persen dari 228.341 kasus kegagalan ovarium dini (POF) di AS diduga berkaitan dengan vaksin HPV.

Dari 281 kejadian POF yang diduga berhubungan dengan vaksin HPV, sebesar 80,4 persen merupakan amenorrhea (kondisi tidak terjadinya menstruasi) dan 15,3 persen lainnya menopause dini. Usia pasien yang terlibat berada pada rentang 11 – 39 tahun.

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran fakta yang telah dilakukan, narasi tentang vaksin Human Papiloma Virus (HPV) menyebabkan mandul dan menopause dini bersifat salah dan menyesatkan (false & misleading).

Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Mohammad Syahril telah memastikan narasi yang beredar hoaks. Menurutnya, imunisasi HPV sudah dipastikan keamanannya dan pada umumnya tidak menimbulkan reaksi yang serius sesudah pemberian imunisasi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga menyatakan tidak ada bukti soal vaksin HPV menyebabkan masalah reproduksi pada perempuan.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Periksa Data, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan lainnya dari Fina Nailur Rohmah

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Fina Nailur Rohmah
Editor: Farida Susanty