Periksa Fakta
Periksa Fakta merupakan program unggulan dari Tirto.id yang menjadi bagian dari tim cek fakta internasional (IFCN). Dalam program ini tirto.id melakukan cek fakta terhadap kabar-kabar hoax, miskonsepsi, atau informasi keliru yang beredar di masyarakat.

Hoaks, Pigai Sebut Penembakan ASN oleh KKB Tidak Melanggar HAM
Dalam pemberitaan Tirto, Pigai justru meminta pelaku penembakan terhadap warga sipil dicari dan diproses secara hukum.
Indeks Periksa Fakta

Hoaks, Video Gunung Meletus Diklaim Anak Krakatau di Indonesia
Gunung Anak Krakatau memang erupsi pada September 2026, namun video yang beredar bukan visual autentik dari erupsi. Video itu adalah hasil manipulasi AI.

Salah, Prabowo Tetapkan 30 September sebagai Hari Libur Nasional
SKB 3 Menteri Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025 tidak mencantumkan 30 September sebagai hari libur nasional.

Hoaks, Gambar Masjid Tetap Kokoh di Tengah Banjir Nepal
Gambar tersebut merupakan konten yang dibuat menggunakan AI dan kemudian disebarkan seolah-olah sebagai dokumentasi bencana.

Hoaks, Gubernur Lampung Keluarkan Imbauan Waspada Ancaman Erupsi
BPBD Lampung dalam unggahannya di media sosial Instagram juga telah menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidaklah benar atau hoaks.

Salah, Video Polisi Sebut Hercules "Raja dan Pimpinan Abadi"
Video tersebut merupakan konten yang dibuat menggunakan AI dan Polri tidak pernah menyatakan Hercules sebagai “raja” atau “pimpinan” mereka.

Salah, Anies Baswedan Menolak RUU Perampasan Aset
Anies justru mendukung RUU Perampasan Aset, namun mewanti-wanti agar pelaksanaannya tidak dilaksanakan dengan ceroboh dan dengan hati-hati.

Hoaks, Abu Erupsi Anak Krakatau Telah Masuk ke Semarang, Jateng
Hingga 7 September 2026, dari hasil paper test & pemantauan BMKG, abu vulkanik belum terdeteksi di permukaan wilayah Jawa Tengah, termasuk Semarang.

Keliru, Erupsi Anak Krakatau Picu Darurat Tsunami Selat Sunda
Badan Geologi menyatakan kondisi morfologi Anak Krakatau saat ini tidak menunjukkan potensi keruntuhan yang dapat memicu tsunami seperti peristiwa 2018.

Tidak Benar, Masyarakat Dilarang Tampung Air Hujan karena OMC
BMKG Kalbar menekankan bahwa informasi tersebut keliru. Menurut BMKG Kalbar, OMC tidak menggunakan bahan kimia yang berbahaya & berdampak pada air hujan.

Salah, MBG di Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Renggut 5 Nyawa
Tidak ada bukti yang mendukung klaim bahwa ada lima santri meninggal. Pihak Ponpes juga membantah adanya korban jiwa akibat insiden keracunan tersebut.
Masuk tirto.id











