Menuju konten utama

Bertemu S&P, Purbaya Ungkap Strategi Jaga Defisit di Bawah 3%

Purbaya menekankan keseriusan pemerintah menjaga defisit fiskal tetap terkendali dalam kegiatan makan malam dengan lembaga pemeringkat internasional S&P.

Bertemu S&P, Purbaya Ungkap Strategi Jaga Defisit di Bawah 3%
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pendapat akhir mewakili Presiden saat Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Dalam rapat tersebut, DPR menyetujui RUU Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menjadi Undang-Undang (UU). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.

tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menggelar pertemuan informal dengan lembaga pemeringkat internasional S&P (Standard & Poor’s) dalam sebuah acara makan malam, Rabu (3/6/2026).

Dalam diskusi tersebut, Purbaya menjelaskan peta jalan fiskal Indonesia, terutama komitmen menjaga defisit anggaran tetap di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Menurut Purbaya, pertemuan itu dimanfaatkan untuk menjelaskan secara gamblang fondasi ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.

“Pada dasarnya kita jelaskan posisi kita semaksimal mungkin seperti apa, biar mereka mengerti fondasi ekonomi kita seperti apa. Kewajiban kita kan itu,” ujar Purbaya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Kunci utama yang ditekankan bendahara negara itu adalah keseriusan pemerintah dalam menjaga defisit fiskal tetap terkendali. Ia tidak hanya menyampaikan target, tetapi juga strategi untuk tahun ini dan tahun depan.

“Utamanya keseriusan kita menjaga defisit di bawah 3 persen dan kita jelaskan cara-cara tahun ini maupun ke tahun depan dan semua termasuk perbaikan kondisi ekonomi kita, pertumbuhan yang membaik dibanding tahun lalu,” jelasnya.

Untuk meyakinkan S&P, Purbaya menyoroti lonjakan pendapatan negara dari sektor perpajakan. Data terbaru per Mei menunjukkan kinerja positif yang signifikan.

“Mei itu pertumbuhan pajaknya 22, persen, jadi jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu. Itu suatu hal yang menggembirakan,” kata dia.

Meski demikian, Purbaya mengakui bahwa S&P belum memberikan respons final. Lembaga tersebut, kata dia, akan melakukan diskusi internal dengan timnya sebelum mengambil kesimpulan.

“Nanti mereka akan menilai. Jadi dia hanya mencari informasi, dan kita jelaskan semaksimal mungkin dari sisi kita,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait DEFISIT ANGGARAN INDONESIA atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Reporter: Nanda Aria
Penulis: Nanda Aria
Editor: Andrian Pratama Taher