Menuju konten utama

Benarkah Israel akan Disanksi UEFA & Kapan Diumumkan?

Sepak bola Israel diisukan berada di ujung tanduk pemberian sanksi pembekuan usai Qatar mendesak dilakukannya voting ke UEFA.

Benarkah Israel akan Disanksi UEFA & Kapan Diumumkan?
Bendera Israel. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Isu berlangsungnya voting anggota Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) untuk memberikan sanksi kepada timnas dan klub Israel menguat dalam beberapa hari terakhir.

Dilansir dari Turkiye Today, desakan untuk memberikan sanksi kepada Israel kini tengah didorong oleh Qatar selaku salah satu sponsor utama UEFA.

Qatar dilaporkan tengah melobi Komite Eksekutif UEFA agar dilakukannya pemungutan suara terkait keputusan sanksi bagi Israel sebagai imbas dari bencana kemanusiaan yang terjadi di Gaza, Palestina.

Desakan untuk memberi sanksi larangan ikut serta dalam kompetisi internasional bagi Israel sebelumnya juga disampaikan oleh mantan bintang Manchester United, Eric Cantona.

Dalam penampilannya di konser "Together for Palestine" di Wembley Arena pada Rabu (17/9/2025), Eric Cantona menyerukan agar FIFA dan UEFA memberi sanksi kepada Israel, sebagaimana mereka lakukan kepada Rusia akibat invasi ke Ukraina.

"Empat hari setelah Rusia memulai perang di Ukraina, FIFA dan UEFA membekukan Rusia [dari kompetisi internasional]. Kini, sudah 716 hari lewat sejak Amnesty Internasional menyebut [situasi di Gaza sebagai] genosida. Hingga kini, Israel masih diperbolehkan berpartisipasi," katanya, menyoroti beda perlakuan FIFA dan UEFA terkait dengan Israel.

Benarkah Sanksi UEFA untuk Israel Diambil via Voting & Kapan?

Seturut The Times of Israel, media Israel melaporkan bahwa ada kemungkinan rapat pemungutan suara anggota UEFA terkait penjatuhan sanksi terhadap negara Zionis itu dapat terjadi pada minggu ini.

Diberitakan Israel Hayom dan Channel 12, pemungutan suara tersebut akan menjadi cambuk bagi Federasi Sepak Bola Israel (IFA) karena 20 negara pemilik hak suara di UEFA dikabarkan mendukung ide pemberian sanksi.

Sementara itu, berbanding terbalik dengan negara UEFA pro-sanksi, negara yang menolak usulan sanksi tersebut hanya berkisar dua hingga tiga negara, yakni Jerman dan Hungaria.

Dalam laporan tersebut, IFA kini tengah mendekati sekutu Israel di kancah diplomasi dan olahraga Eropa guna mencegah voting dilakukan.

Harian Israel Hayom bahkan mengutip salah satu staf senior IFA secara anonim yang menyatakan: "Kami sedang mengerjakannya di semua lini."

Akan tetapi, laporan mengenai upaya federasi Israel untuk mencegah terjadinya voting telah disangkal oleh IFA pada Senin (22/9), menyebutnya sebagai laporan yang tidak akurat.

Rapat pemungutan suara atau voting pemberian sanksi bagi klub dan timnas Israel dari kompetisi internasional di bawah UEFA sendiri diisukan bakal terjadi pada Selasa (23/9).

Akan tetapi, hal tersebut sejauh ini belum terkonfirmasi. Berdasarkan laman resmi federasi sepak bola Eropa tersebut, rapat terdekat UEFA dijadwalkan terjadi pada 3 Desember 2025 mendatang, bukan Selasa sebagaimana diisukan.

Terlebih, Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, sebelumnya telah menyatakan bahwa dirinya pribadi tidak menghendaki pemberian sanksi kepada Israel dalam konteks sepak bola.

Pada 3 September lalu, dalam wawancaranya untuk Politico, Ceferin menyatakan bahwa sanksi kepada atlet sepak bola tidak efektif.

"Apa yang bisa seorang atlet lakukan kepada pemerintah mereka untuk menghentikan perang? itu sangat, sangat sulit. Sanksi untuk tim Rusia telah berlaku selama tiga setengah tahun. Apakah perang Ukraina berhenti? Tidak," katanya.

Namun, meskipun Ceferin secara pribadi menolak usulan sanksi bagi Israel, pernyataan itu dikeluarkan Ceferin di tengah desakan sanksi dari dalam anggota UEFA sendiri.

Desakan tersebut, misalnya, dilakukan oleh Spanyol. Pada Jumat (19/9) lalu, juru bicara partai penguasa Spanyol, Partai Pekerja Sosialis, mengakui bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan keikutsertaan mereka dalam Piala Dunia 2026.

Menurutnya, pihaknya bisa saja membatalkan keikutsertaan La Furia Roja dalam ajang empat tahunan itu sebagai bentuk protes atas keikutsertaan Israel di ajang olahraga internasional.

Israel sendiri, meskipun terletak di Asia Barat, namun federasi sepak bola negara Zionis tersebut tergabung dalam UEFA.

Kini, timnas Israel tengah mengikuti ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa. Sementara klub Israel, Maccabi Tel Aviv, musim ini berlaga di Europa League, level kedua liga klub tingkat kontinental di bawah naungan UEFA.

Baca juga artikel terkait SEPAK BOLA atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Dicky Setyawan