Menuju konten utama

Benarkah Gluten Free Selalu Lebih Sehat? Yuk, Simak Faktanya

Masih mengira makanan gluten free selalu lebih sehat? Simak pengertian gluten, dampak, siapa yang perlu menghindarinya, & fakta di balik diet bebas gluten.

Benarkah Gluten Free Selalu Lebih Sehat? Yuk, Simak Faktanya
Ilustrasi makanan mengandung gluten. (FOTO/iStockphoto)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Makanan gluten free sering dipromosikan sebagai pilihan yang lebih baik bagi tubuh. Namun, apakah diet bebas gluten selalu lebih sehat? Sebelum ikut-ikutan menghindari makanan bergluten, ketahui dulu apa itu gluten free dan apakah memang diperlukan oleh semua orang.

Makanan gluten free adalah makanan yang tidak mengandung gluten. Produk ini dibuat menggunakan bahan yang memang bebas gluten atau telah diproses untuk menghilangkan kandungan gluten sehingga aman dikonsumsi oleh orang-orang dengan kondisi tertentu.

Makanan gluten free sebenarya sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, contohnya nasi, kentang, daging, ikan, buah, hingga sayur-sayuran. Selain itu, banyak juga produk olahan seperti roti, mi, biskuit, hingga pasta yang berlabel gluten free.

Makanan bebas gluten pun sering dijadikan pilihan bagi mereka yang menerapkan gaya hidup sehat. Namun, apakah makanan gluten free selalu lebih baik? Untuk menjawabnya, kita perlu mengetahui lebih jauh tentang gluten, termasuk dampaknya pada tubuh.

Apa Itu Gluten dan Dampaknya bagi Kesehatan

Ilustrasi makanan mengandung gluten

Ilustrasi makanan mengandung gluten. FOTO/iStockphoto

Gluten adalah protein alami yang bisa ditemukan pada beberapa jenis biji-bijian seperti gandum dan jelai (barley). Ketika biji-bijian ini diolah menjadi makanan, gluten berperan sebagai pengikat yang membuat adonan menjadi lebih elastis, kenyal, dan mudah dibentuk.

Berkat adanya gluten dan sifat pengikatnya, adonan roti, pizza, mi, maupun kue dapat mengembang dengan baik dan tidak mudah robek saat proses pembuatan.

Namun, gluten bisa menimbulkan dampak negatif pada sebagian orang. Dikutip dari Healthline, protein gluten cukup sulit dipecah oleh enzim pencernaan sehingga sebagian protein dapat bertahan dan melewati dinding usus halus.

Pada sebagian besar orang, kondisi ini tidak menimbulkan masalah. Akan tetapi, pada individu yang memiliki gangguan terkait gluten, tubuhnya akan mengidentifikasi gluten sebagai racun dan memicu respons sistem imun. Jika terjadi secara terus-menerus, hal ini berisiko merusak usus halus.

Orang yang Sebaiknya Menghindari Gluten

Ilustrasi Gluten
Ilustrasi Gluten. foto/istockphoto

Tidak semua orang perlu menjalani pola makan gluten free. Namun, ada beberapa kondisi medis yang mengharuskan seseorang menghindari gluten karena dapat memicu gangguan kesehatan. Berikut kelompok yang dianjurkan untuk menerapkan diet bebas gluten:

1. Penderita Penyakit Celiac

Penyakit celiac merupakan gangguan autoimun. Artinya, sistem kekebalan tubuh dapat secara keliru menyerang jaringan atau organ tubuh yang sehat. Pada penyakit celiac, pemicunya adalah gluten.

Saat mengonsumsi makanan yang mengandung gluten, sistem imun akan menyerang lapisan usus halus sehingga berisiko menyebabkan kerusakan usus dan mengganggu penyerapan nutrisi.

Kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti diare, penurunan berat badan, anemia, osteoporosis, hingga gangguan kulit dan saraf. Hingga saat ini, satu-satunya cara mengendalikan penyakit celiac adalah dengan menghindari gluten sepenuhnya.

2. Penderita Alergi Gandum

Alergi gandum terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein yang terdapat dalam gandum, termasuk gluten dan jenis protein lainnya. Kondisi ini lebih sering dialami anak-anak, tapi juga dapat terjadi pada orang dewasa.

Gejalanya bisa bervariasi, mulai dari mual, gatal, dan ruam kulit hingga reaksi alergi berat (anafilaksis) yang dapat mengancam nyawa. Berbeda dengan penyakit celiac, alergi gandum merupakan reaksi alergi, bukan penyakit autoimun.

3. Penderita Sensitivitas Gluten Non-Celiac (NCGS)

Sebagian orang mengalami keluhan setelah mengonsumsi gluten meskipun tidak menderita penyakit celiac maupun alergi gandum. Kondisi ini dikenal sebagai Non-Celiac Gluten Sensitivity (NCGS).

Penderitanya dapat mengalami gangguan pencernaan seperti kembung dan nyeri perut, serta gejala lain seperti sakit kepala, mudah lelah, dan nyeri sendi. Pada banyak kasus, gejala akan membaik setelah menjalani pola makan bebas gluten.

Apakah Gluten Free Selalu Sehat?

ilustrasi makanan mengandung gluten

Ilustrasi makanan mengandung gluten. (FOTO/iStockphoto)

Diet bebas gluten memang sangat populer dan diikuti banyak orang. Hal ini didasari keyakinan bahwa makanan gluten free pasti lebih sehat. Namun, apa benar demikian?

Studi bertajuk The Gluten-Free Diet: Fad or Necessity? Mengungkapkan bahwa sebenarnya belum banyak bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa menghindari gluten benar-benar bermanfaat bagi orang yang tidak memiliki penyakit celiac atau gangguan lain terkait gluten.

Klaim manfaat gluten free seperti meningkatkan kesehatan secara umum, menurunkan berat badan, atau meningkatkan performa fisik ternyata belum didukung oleh penelitian yang memadai.

Makanan Gluten Free Tak Selalu Lebih Sehat

Diet bebas gluten memang disarankan bagi penderita celiac maupun kondisi medis lain terkait gluten. Sementara untuk individu lain yang sehat, diet gluten free bisa bermanfaat, tapi juga bisa menimbulkan dampak negatif tersendiri.

Seperti yang diketahui, produk bebas gluten bisa berupa makanan sehat seperti buah-buahan, sayuran, daging, ikan, telur, hingga susu. Mengonsumsi makanan seperti ini tentu sangat menyehatkan dan baik bagi tubuh.

Sayangnya, banyak orang salah kaprah dan menganggap bahwa makanan olahan seperti roti atau kue yang bebas gluten juga pasti lebih menyehatkan.

Masih merujuk pada jurnal The Gluten-Free Diet: Fad or Necessity, produk bebas gluten (seperti roti, sereal, dan biskuit) umumnya mengandung lebih sedikit serat, zat besi, seng, kalium, vitamin B, dan mineral penting dibandingkan produk yang mengandung gluten.

Selain itu, harga produk bebas gluten cenderung jauh lebih mahal. Orang yang menjalani diet ini juga berisiko mengonsumsi biji-bijian lebih sedikit dari jumlah yang dianjurkan sehingga asupan nutrisi penting akan semakin berkurang.

Produk-produk gluten free juga kerap dipromosikan untuk diet atau menurunkan berat badan. Sayangnya sampai saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa diet bebas gluten benar-benar efektif untuk menurunkan atau mengontrol berat badan pada orang yang tidak menderita celiac.

Makanan Mengandung Gluten Tidak Selalu Buruk

Ilustrasi Gluten

Ilustrasi Gluten. foto/istockphoto

Menghindari gluten berarti menghindari biji-bijian seperti gandum, termasuk produk olahannya. Fakta menariknya adalah bahwa makanan yang mengandung gluten tetap memiliki manfaat tersendiri.

Hal ini dibuktikan dalam studi tahun 2017 berjudul Long-term Gluten Consumption in Adults without Celiac Disease and Risk of Coronary Heart Disease: Prospective Cohort Study. Studi in melibatkan lebih dari 100.000 peserta tanpa penyakit celiac maupun riwayat penyakit jantung.

Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi gluten jangka panjang tidak berkaitan dengan risiko penyakit jantung pada orang tanpa celiac. Peneliti pun menyimpulkan tidak ada bukti bahwa diet gluten free dapat mencegah penyakit jantung pada populasi umum.

Di sisi lain, menghindari gluten tanpa alasan medis otomatis akan membuat seseorang mengurangi konsumsi whole grains atau biji-bijian utuh, padahal jenis makanan ini diketahui dapat mendukung kesehatan kardiovaskular.

Tak hanya itu, komponen tertentu pada gandum yang dikenal sebagai arabinoxylan oligosakarida juga dapat berperan sebagai prebiotik, yaitu zat yang menjadi makanan bagi bakteri baik di dalam usus.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa makanan yang mengandung gluten seperti gandum tidak selalu buruk, bahkan bisa sangat bermanfaat bagi orang-orang yang tidak punya penyakit celiac atau kondisi medis terkait gluten.

Mengapa Banyak Orang Merasa Sehat setelah Menghindari Gluten?

VEGETARIAN

Ilustrasi Makan Sehat. Foto/iStock

Meski tidak ada bukti ilmiah tentang perlunya menghindari gluten (bagi orang-orang yang tidak punya kondisi medis tertentu), banyak orang merasa lebih sehat ketika menerapkan pola makan gluten free.

Apakah ini adalah bukti bahwa diet gluten free memang bermanfaat? Faktanya, manfaat tersebut tidak selalu berasal dari penghilangan gluten itu sendiri.

Salah satu alasan kenapa orang merasa lebih sehat adalah karena diet gluten free umumnya membuat mereka mengurangi konsumsi makanan olahan, seperti makanan cepat saji, kue, sereal, dan makanan-makanan lain yang cenderung tinggi kalori, gula, dan lemak tak sehat.

Alih-alih makan kue atau roti, orang-orang beralih pada makanan seperti sayur, buah-buahan, protein, hingga lemak sehat. Perubahan pola makan inilah yang sebenarnya membuat tubuh terasa lebih sehat.

Jadi, perbaikan kondisi setelah menjalani diet gluten free disebabkan oleh pola makan yang secara keseluruhan menjadi lebih sehat, bukan semata-mata karena menghindari gluten.

Demikian penjelasan terkait miskonsepsi di masyarakat tentang gluten free. Makanan bebas gluten bukanlah pilihan yang otomatis lebih sehat untuk semua orang.

Diet ini sangat penting bagi penderita penyakit celiac, alergi gandum, atau sensitivitas gluten non-celiac, tapi belum tentu memberikan manfaat tambahan bagi individu yang tidak memiliki kondisi tersebut.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan menjalani pola makan gluten free, pastikan kita sudah benar-benar memahami kondisi dan kebutuhan tubuh agar asupan nutrisi tetap terpenuhi dengan baik.

Tertarik dengan info menarik lain seputar dunia kesehatan? Temukan berbagai tips, rekomendasi produk pilihan, hingga berita terkini melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Kesehatan

Baca juga artikel terkait KESEHATAN atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - GWS
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani