tirto.id - Banjir besar yang terjadi pada Rabu (10/09/2025) mengakibatkan kerugian besar bagi pedagang di Pasar Badung dan Pasar Kumbasari. Diperkirakan, kerugian akibat insiden ini mencapai puluhan miliar.
"Kerugian puluhan miliar. Untuk listrik saja sekitar Rp3 miliar. Semua terdampak kalau di Pasar Badung karena basement terendam, jumlahnya 1.698 pedagang. Kalau di Kumbasari kurang lebih sekitar 1.000 pedagang total semua, itu terdampak juga," ucap Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma, Ida Bagus Kompyang Wiranata, di Pasar Badung, Jumat (12/09/2025).
Kompyang merinci, pedagang di Pasar Kumbasari mengalami kerusakan dan kehilangan untuk barang dagangan. Sementara itu, barang di Pasar Badung masih aman, tetapi motor dan mobil yang terparkir di basement ikut terendam banjir.
Menurut data sementara yang dimiliki Perumda Pasar Sewakadarma, sebanyak 44 motor dan satu mobil berhasil dievakuasi dari basement Pasar Badung. Namun, kendaraan yang terletak di Basement 2 belum bisa diangkat karena tingginya debit air yang menggenang.
"Kendaraan yang terendam punya pedagang, pengunjung, dan termasuk inventaris Perumda. Kami punya 5 truk sampah yang tenggelam," jelasnya.
Saat ini, upaya yang menjadi prioritas oleh Perumda adalah memulihkan listrik dan pasokan air PDAM. Setelah itu, pasar akan secara berangsur-angsur dioperasikan kembali. Kompyang menargetkan, Pasar Badung dan Pasar Kumbasari dapat kembali buka dalam 5-10 hari.
"Kami sudah koordinasikan dengan BPBD kemudian dinas terkait yang mempunyai peralatan. Sekarang ini yang penting adalah pembersihan dari lumpur. Kalau air sudah tersedot," tutupnya.
Sementara itu, data sementara yang dimiliki BPBD Provinsi Bali mengatakan total kerugian dan kerusakan yang ditimbulkan untuk bangunan rusak di Pasar Badung dan Pasar Kumbasari adalah Rp25.537.360.000. Jumlah tersebut merupakan estimasi total kerugian dari 474 los, kios, dan ruko yang terdampak.
BPBD melaporkan di daerah lainnya juga terdapat sejumlah kerusakan bangunan, seperti di Kabupaten Bangli dengan jumlah tiga bangunan rusak, Kabupaten Tabanan dengan 29 bangunan rusak, Kabupaten Karangasem dengan jumlah 6 bangunan rusak, serta Kabupaten Gianyar dengan dua bangunan rusak.
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






































