Menuju konten utama

Bahlil Usul RI Jadi Lokasi Storage Cadangan Minyak ASEAN

Bahlil sebuti Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, dan Indonesia akan terlibat dalam kerja sama pembangunan hub storage minyak untuk ASEAN.

Bahlil Usul RI Jadi Lokasi Storage Cadangan Minyak ASEAN
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan saat konferensi pers terkait penemuan cadangan gas raksasa di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026). Menteri ESDM menyampaikan temuan tersebut berasal dari hasil eksplorasi sumur Geliga-1 di Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur dengan potensi sumber daya gas sekitar 5 triliun kaki kubik serta 300 juta barel kondensat yang dioperasikan perusahaan energi asal Italia ENI. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nym.

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa negara-negara ASEAN tengah membahas rencana pembentukan hub storage atau fasilitas cadangan minyak kawasan Asia Tenggara. Gagasan ini muncul di tengah ketidakpastian geopolitik global yang dinilai semakin meningkat, dan Indonesia menawarkan diri sebagai lokasi pembangunan fasilitas tersebut.

Menurut Bahlil, pembahasan itu dilakukan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Filipina pada 7-8 Mei 2026.

"Di Asia Tenggara, kita kemarin merumuskan bahwa kita bikin ada hub untuk storage cadangan minyak untuk ASEAN," ujar Bahlil di Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah negara seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, dan Indonesia akan terlibat dalam kerja sama tersebut. Indonesia sendiri mengusulkan agar fasilitas penyimpanan cadangan energi itu dibangun di dalam negeri.

Fasilitas tersebut nantinya diharapkan dapat berfungsi sebagai penyangga pasokan minyak bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

"Kita akan membangun storage di mana saja, tapi kemarin saya tawarkan untuk di Indonesia. Kita membangun cadangan yang cukup besar yang pada akhirnya kemudian ini menyuplai ke negara-negara di Asia Tenggara," ujarnya.

Selain pembahasan terkait cadangan minyak, Bahlil menyebut negara-negara ASEAN juga menyoroti penguatan ketahanan energi melalui pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT). Sejumlah inisiatif yang dibahas antara lain program biodiesel B50 hingga rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt.

Di sisi lain, Indonesia dan Malaysia juga membahas kerja sama pengembangan jaringan listrik kawasan atau power grid berbasis pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Sementara itu, Singapura disebut menunjukkan minat terhadap kerja sama interkoneksi listrik regional.

Namun demikian, Bahlil menegaskan bahwa setiap skema kerja sama harus tetap berlandaskan prinsip saling menguntungkan antarnegara.

"Untuk Singapura, kita juga akan ekspor, tapi harganya juga harus cenli. Selama itu belum kita bicara tentang win-win, maka saya pikir penting untuk melakukan kajian yang lebih mendalam," tuturnya.

Baca juga artikel terkait LATEST NEWS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana