Menuju konten utama

Bahlil: Kontrak Impor Minyak Rusia Deal, Kini Bahas Pengiriman

PT Pertamina telah bertemu dengan perusahaan migas asal Rusia, Rosneft, terkait kerja sama pembangunan Proyek Kilang Tuban.

Bahlil: Kontrak Impor Minyak Rusia Deal, Kini Bahas Pengiriman
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers terkait perjanjian perdagangan timbal balik (ART) Indonesia-AS di bidang ESDM di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026). Dalam ART itu pemerintah Indonesia sepakat untuk mengimpor migas hingga 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 253,47 triliun per tahun dari Amerika Serikat untuk ketahanan energi dalam negeri. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut pemerintah telah sepakat menjalin kontrak kerja sama terkait impor minyak dari Rusia. Pemerintah kini tengah membahas soal skema pengiriman minyak ke Tanah Air.

"Secara deal, sudah, kontrak [impor minyak Rusia] sudah. Sekarang bicara tentang teknik pengirimannya dan mungkin satu dua minggu ini sudah bisa [rampung membicarakan teknik pengiriman] ya," tuturnya di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Di satu sisi, Bahlil berujar PT Pertamina telah bertemu dengan perusahaan minyak dan gas (migas) asal Rusia, Rosneft, terkait kerja sama pembangunan Proyek Kilang Tuban. Pembahasan yang rampung dilakukan, yakni terkait penyediaan lahan serta investasi joint venture (JV).

Meski demikian, Bahlil enggan menyatakan kapan pembangunan Proyek Kilang Tuban bakal berlangsung. Ia hanya menyatakan, pembangunan yang dilakukan lebih cepat bakal membuahkan hasil lebih baik.

"Tidak akan bisa kita merasakan manfaat dari investasi ini ketika kita tidak melakukan percepatan. Mungkin itu bagian sebagai tindak lanjut dari apa yang dilakukan oleh teman-teman Pertamina," urainya.

"Menteri kan enggak boleh bicara terlalu teknis-teknis ya. Yang penting cepat. Lebih cepat lebih baik," lanjut dia.

Dalam kesempatan itu, Bahlil juga enggan menyampaikan perkembangan pembebasan kapal Pertamina yang terjebak di Selat Hormuz. Ia meyakini proses negosiasi pembebasan kapal berlangsung positif.

"Masih positif," kata dia.

Baca juga artikel terkait INDONESIA-RUSIA atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Siti Fatimah