tirto.id - Presiden Prabowo Subianto berencana mengirimkan orang-orang Indonesia pilihan dan terbaik untuk mengikuti program kosmonaut Rusia. Rencana ini merupakan salah satu bentuk kerja sama antariksa antara Indonesia dan Rusia.
"Hal-hain yang dibahas juga mengenai kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, yang paling besar Pak Presiden juga menyampaikan kemungkinan untuk Indonesia mengirimkan orang-orang terpilih dan terbaik untuk bisa mengikuti program kosmonautnya Rusia," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, dalam konferensi pers Update Program Prioritas serta Penguatan Posisi Indonesia di Dunia Internasional dan Perlindungan Generasi Muda di Era Digital, di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026).
Sebagai informasi, Rusia memiliki program antariksa khusus yang telah dijalankan sejak 1951. Amerika Serikat diketahui adalah pesaing Rusia di bidang antariksa, yang mengkonsolidasikan program antariksanya di bawah NASA.
Sementara Rusia, terbagi di antara beberapa biro dipimpin oleh Korolev, Kerimov, Keldysh, Yangel, Glushko, Chelomey, Makeye, Chertok dan Reshetnev di bawah Kementerian Mesin Umum.
"Itu hal-hal yang, karena ini merupakan satu parameter, suatu negara yang memiliki keunggulan dan teknologi yang bisa mengirimkan alat ke orbit. Oleh karena itu, Pak Presiden menyampaikan kemungkinan orang-orang Indonesia untuk bisa menjalankan program kosmonaut tersebut," tambah Sugiono.
Dalam kunjungan Indonesia ke Rusia pada Senin (13/4/2026) lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut, Rusia dan Indonesia telah sepakat untuk memprioritaskan kerja sama di berbagai sektor kunci, mulai dari energi, antariksa, pertanian, hingga industri farmasi.
"Indonesia sudah menjadi anggota BRICS. Hal ini membuka peluang baru untuk mengembangkan kerjasama kita. Hal sama kita bisa bicara mengenai kerja sama dengan Uni Ekonomi Eurasia," ujar Putin.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id





























