Menuju konten utama

Bahlil Jelaskan Soal Stok BBM Indonesia Cuma 21 Hari

Bahlil menyebutkan, pemerintah terus berupaya meningkatkan durasi penyimpanan energi nasional.

Bahlil Jelaskan Soal Stok BBM Indonesia Cuma 21 Hari
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers terkait perjanjian perdagangan timbal balik (ART) Indonesia-AS di bidang ESDM di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026). Dalam ART itu pemerintah Indonesia sepakat untuk mengimpor migas hingga 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 253,47 triliun per tahun dari Amerika Serikat untuk ketahanan energi dalam negeri. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan kondisi ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang belakangan menjadi sorotan publik.

Sorotan tersebut terutama merujuk pada pernyataannya menjelang rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2026), yang menyebut stok BBM nasional hanya cukup hingga 20 hari.

Menurut Bahlil, durasi penyimpanan energi Indonesia saat ini berada di kisaran 25–26 hari, dengan standar minimum nasional sebesar 21 hari.

"Kita tahu bahwa standar minimum nasional adalah 21 hari. Ini semuanya di atas 21 hari," ucapnya di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026).

Sebagai perbandingan, Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) mewajibkan negara anggotanya memiliki cadangan minyak darurat minimal setara dengan 90 hari impor bersih. Dengan ketentuan tersebut, ketahanan pasokan energi Indonesia masih berada jauh di bawah standar internasional.

Namun, Indonesia bukan anggota penuh IEA, melainkan hanya berstatus Associate Member (anggota asosiasi), sehingga tidak memiliki kewajiban untuk memenuhi ketentuan cadangan minyak darurat tersebut.

"Memang secara faktanya ketahanan energi kita, storage kita itu maksimal di angka 25-26 hari, enggak lebih dari itu," tuturnya.

Bahlil menyebutkan, pemerintah terus berupaya meningkatkan durasi penyimpanan energi nasional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pembangunan fasilitas penyimpanan baru guna memperkuat ketahanan energi nasional.

"Makanya sekarang pemerintah lagi sedang berusaha untuk membangun storage yang kapasitasnya bisa sampai dengan tiga bulan, karena itu standar internasional," urai Bahlil.

Di sisi lain, meski terdapat keterbatasan dalam jangka waktu penyimpanan, Bahlil mengeklaim stok energi nasional berada dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Adapun stok energi yang disebut dalam kondisi aman meliputi cadangan minyak mentah (crude), bahan bakar minyak (BBM), serta liquefied petroleum gas (LPG). Menurut Bahlil, kesiapan stok tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan selama periode hari raya.

“Khusus untuk menyangkut dengan persiapan hari raya, ya Hari Raya Idul Fitri, bulan puasa, alhamdulillah teman-teman, saya menyampaikan bahwa untuk stok BBM kita, crude, BBM, LPG, itu semua rata-rata di atas standar minimum nasional," ujarnya.

Baca juga artikel terkait CADANGAN MINYAK atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Hendra Friana