Menuju konten utama

Bacaan Doa Sebelum Tadarus Bulan Ramadhan dan Sesudahnya

Bacaan doa sebelum dan sesudah tadarus diamalkan sebagai adab tadarus Al-Qur'an. Simak bacaan sebelum dan sesudah tadarus di artikel ini.

Bacaan Doa Sebelum Tadarus Bulan Ramadhan dan Sesudahnya
Sejumlah santri membaca Al Quran seusai menunaikan ibadah shalat Subuh di Masjid Baitusshalihin, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (8/3/2025). ANTARA FOTO/Ampelsa/aww.

tirto.id - Tadarus atau membaca Al-Qur’an termasuk salah satu amalan sunah yang bernilai pahala di sisi Allah Swt. selama bulan Ramadan. Membaca Al-Qur’an pada bulan Ramadan kerap dihidup-hidupkan di masjid atau majlis ilmu.

Banyak umat Islam yang melaksanakan tadarus sebagai salah satu amalan sunah di bulan Ramadhan yang bernilai limpahan pahala di sisi Allah Swt. Tentunya selain membaca Al-Qur’an, umat Islam juga diperintahkan untuk mengutamakan adab saat tadarus.

Salah satunya melafalkan doa sebelum tadarus dan doa sesudah tadarus. Amalan baik membaca Al-Qur’an perlu dibarengi pula dengan awal dan akhir yang baik, yakni dengan membaca doa sebelum tadarus dan sesudah tadarus.

Lantas, seperti apa bacaan doa sebelum tadarus dan sesudah tadarus? Simak penjelasannya di artikel ini.

Apa Itu Tadarus Al-Qur’an?

Amalan tadarus Al-Qur’an menjadi salah satu amalan sunah yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Tadarus Al-Qur’an merupakan kegiatan membaca, menyimak, dan mempelajari Al-Qur’an secara bersama atau bergantian.

Tujuan dari tadarus Al-Qur’an ialah untuk memperbaiki bacaan dan memahami makna Al-Qur’an secara bersama atau bergantian. Asal kata ‘tadarus’ dari bahasa Arab, yakni dari kata ‘darasa’ yang artinya ‘mempelajari’.

Berdasarkan arti itu, maka kegiatan tadarus bisa dimaknai tidak hanya sekadar membaca Al-Qur’an, tetapi juga mempelajari dan memahami maknanya. Amalan tadarus Al-Qur’an kerap dilakukan secara bersama-sama atau berkelompok di masjid, musala, rumah, atau bisa juga dilakukan secara daring.

Umumnya sesi tadarus Al-Qur’an dilakukan dengan cara satu orang membaca Al-Qur’an dan yang lain menyimak bacaan Al-Qur’an tersebut. Tadarus dilakukan secara bergantian.

Jika ada kesalahan dalam tajwis bacaan atau pelafalan, maka peserta lain dapat memberi tahu. Praktik penerapan inilah yang membedakan kegiatan tadarus dengan kegiatan membaca Al-Qur’an yang dilakukan secara individu.

Amalan tadarus Al-Qur’an pada bulan Ramadhan menjadi bagian dari rutinitas ibadah umat Islam. Momentum Ramadhan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an.

Terlebih lagi, Ramadhan merupakan bulan turunnya Al-Qur’an. Tak ayal, membaca Al-Qur’an dengan tadarus tidak hanya bernilai ibadah di sisi Allah Swt., tetapi juga dapat menjadi ajang untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ghirah mempelajari Al-Qur’an secara bersama-sama.

Selain itu, tadarus Al-Qur’an juga bisa menjadi momentum penting pada bulan Ramadhan untuk menanamkan kebersamaan dengan sesama umat Islam. Amalan tadarus Al-Qur’an akan menghadirkan pengalaman untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an.

Keutamaan Tadarus Al-Qur’an di Bulan Ramadhan

Tadarus Al Quran di Banda Aceh

Umat Islam membaca Al Quran seusai menunaikan ibadah shalat Subuh di Masjid Baitusshalihin, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (8/3/2025). ANTARA FOTO/Ampelsa/aww.

Amalan tadarus Al-Qur’an pada bulan Ramadhan mempunyai berbagai keutamaan. Tadarus Al-Qur’an bernilai pahala yang besar di sisi Allah Swt.

Apalagi amal kebaikan pada bulan Ramadhan akan dilipatgandakan di sisi Allah Swt. Amalan membaca Al-Qur’an saja sudah bernilai pahala.

Begitu pula dengan amalan membaca Al-Qur’an yang dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Membaca Al-Qur’an ini disertai dengan niat untuk belajar dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an.

Tadarus Al-Qur’an turut menjadi sarana untuk memperkuat hubungan atau kedekatan spiritual dengan Allah Swt. Kesibukan atau rutinitas harian akan terasa terurai begitu melaksanakan amalan tadarus Al-Qur’an.

Hati menjadi tenteram dan tenang sehingga ibadah terasa lebih khusyuk. Amalan tadarus Al-Qur’an juga menjadikan suasana Ramadhan terasa lebih bermakna.

Keutamaan lain dari tadarus Al-Qur’an ialah dapat mempererat ukhuwan atau kebersamaan sesama umat Islam. Tadarus biasanya dilaksanakan secara berkelompok di majlis ilmu atau di masjid-masjid.

Amalan ini akan menghadirkan ruang kebersamaan untuk saling mendukung, mengingatkan, dan belajar lebih dekat dengan Al-Qur’an, tanpa merasa dihakimi. Tadarus Al-Qur’an bersama tidak hanya sebagai ibadah personal, tetapi juga ibadah sosial yang lekat dengan nilai kebaikan.

Konsistensi dalam melaksanakan ibadah juga dilatih dalam amalan tadarus Al-Qur’an pada bulan Ramadhan. Umumnya, tadarus Al-Qur’an dilaksanakan setiap hari selama bulan Ramadhan.

Harapan dari tadarus Al-Qur’an tentu dapat berlanjut meskipun bulan Ramadhan sudah usai. Dengan demikian, Al-Qur’an akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Hukum Tadarus Al-Quran di Bulan Ramadhan

Membicarakan tadarus Al-Qur’an juga perlu dibarengi dengan pemahaman tentang hukum tadarus Al-Qur’an.

Tadarus Al-Qur’an merupakan salah satu amalan Ramadhan memiliki berbagai keutamaan. Lantas, bagaimana hukum tadarus Al-Qur’an di bulan Ramadhan?

Hukum tadarus Al-Qur’an di bulan Ramadhan adalah sunah mukkadah, yakni sangat dianjurkan. Itu artinya, ibadah tadarus Al-Qur’an memiliki kedudukan tidak wajib dilaksanakan, tetapi sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.

Keutamaan dalam tadarus Al-Qur’an sangatlah besar, terutama saat bulan suci Ramadhan. Anjuran untuk mengamlakna tadarus Al-Qur’an dilandaskan atas amalan yang dilaksanakan oleh Rasulullah Muhammad saw.

Dijelaskan dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim bahwa setiap bulan Ramadhan, Malaikat Jibril datang untuk menyimak bacaan Al-Qur’an Nabi Muhammad saw. Hadis inilah yang menjadi landasan amalan tadarus Al-Qur’an pada bulan Ramadhan.

Para ulama bersepakat bahwa memperbanyak membaca dan mempelajari Al-Qur’an pada bulan Ramadhan merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Sebagian ulama pun menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan waktu terbaik untuk menyelesaikan atau mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an, baik secara individu maupun secara berjemaah.

Hukum tadarus Al-Qur’an pada bulan Ramadhan adalah sunah muakkadah yang bernilai pahala besar. Membaca satu huruf Al-Qur’an saja sudah bernilai 1 pahala. Apalagi jika membaca Al-Qur’an ini dilaksanakan pada bulan Ramadhan yang penuh keberkahan.

Tadarus juga menjadi amalan untuk memperbaiki baacaan, memahami makna Al-Qur’an, dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Terlebih lagi, tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan secara berkelompok di majlis ilmu atau di masjid-masjid.

Dengan demikian, bisa dipahami bahwa tadarus Al-Qur’an saat bulan Ramadhan bukanlah kewajiban, melainkan amalan sunah yang sangat dianjurkan. Sebaiknya umat Islam tidak meninggalkan amalan ini untuk meraih keutamaan pada bulan suci Ramadhan.

Doa Sebelum Tadarus

Ilustrasi Tadarus Alquran

Ilustrasi Tadarus Alquran. foto/istokcphoto

Doa sebelum tadarus perlu dilafalkan sebelum memulai amalan tadarus Al-Qur’an. Melafalkan doa sebelum tadarus termasuk salah satu adab membaca Al-Qur’an.

Lantas, seperti apa lafal dan arti doa sebelum tadarus? Simak penjelasannya berikut:

اَللّٰهُمَّ افْتَحْ عَلَىَّ حِكْمَتَكَ وَانْشُرْ عَلَىَّ رَحْمَتَكَ وَذَكِّرْنِىْ مَانَسِيْتُ يَاذَاالْجَلاَلِ وَاْلاِكْرَامِ

Artinya:"Ya Allah bukakanlah hikmahMu padaku, bentangkanlah rahmatMu padaku dan ingatkanlah aku terhadap apa yang aku lupa, wahai dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan."

Doa Setelah Tadarus

Begitu selesai membaca Al-Qur’an, doa setelah tadarus dapat dilafalkan dengan baik sebagai salah satu wujud adab membaca Al-Qur’an. Doa setelah membaca tadarus berisi makna rasa syukur atas kesempatan membaca Al-Qur’an yang sudah dilaksanakan.

Lantas, seperti apa lafal dan arti doa setelah tadarus? Berikut lafal dan artinya:

اَللّٰهُمَّ ارْحَمْنِىْ بِالْقُرْآنِ. وَاجْعَلْهُ لِىْ اِمَامًا وَنُوْرًا وَّهُدًى وَّرَحْمَةً. اَللّٰهُمَّ ذَكِّرْنِىْ مِنْهُ مَانَسِيْتُ وَعَلِّمْنِىْ مِنْهُ مَاجَهِلْتُ. وَارْزُقْنِىْ تِلاَ وَتَهُ آنَآءَ اللَّيْلِ وَاَطْرَافَ النَّهَارٍ. وَاجْعَلْهُ لِىْ حُجَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya: "Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Qur'an yang agung, jadikanlah ia bagiku cahaya petunjuk rahmat. Ya Allah, ingatkanlah apa yang telah aku lupa dan ajarkan kepadaku apa yang tidak aku ketahui darinya, anugerahkanlah padaku kesempatan membacanya pada sebagian malam dan siang, jadikanlah ia hujjah yang kuat bagiku, wahai Tuhan seru sekalian alam."

Doa Khatam Al-Qur’an

Selain bacaan doa sebelum dan sesudah membaca Al-Qur’an atau tadarus, ada juga doa khatam Al-Qur’an. Lafal doa khatam Al-Qur’an diamalkan jika sudah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an 30 juz.

Melansir laman NU Online, berikut lafal dan arti doa khatam Al-Qur’an:

اَللّٰهُمَّ رَبَّنَا يَارَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَتُبْ عَلَيْنَا يَا مَوْلَانَآ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ. وَاهْدِنِيْ وَاهْدِنَا وَوَفِّقْنَا إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيْقٍ مُسْتَقِيْمٍ بِبَرَكَةِ خَتْمِ الْقُرْأٓنِ الْعَظِيْمِ. وَبِحُرْمَةِ حَبِيْبِكَ وَرَسُوْلِكَ الْكَرِيْمِ. وَاعْفُ عَنَّا يَاكَرِيْمُ وَاعْفُ عَنَّا يَارَحِيْمُ. وَاغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا بِفَضْلِكَ وَكَرَمِكَ يَآأَكْرَمَ اْلأَكْرَمِيْنَ وَيَآأَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

“Ya Allah, Tuhan kami. Ya Tuhan kami, terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah taubat kami, wahai Tuan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Berilah petunjuk kepadaku, serta berilah hidayah dan taufik kepada kami menuju jalan yang haq dan jalan yang lurus dengan perantara berkah khatam Al-Qur’an yang agung, juga dengan perantara kemuliaan kekasih dan utusan-Mu yang terhormat. Maafkan kami, wahai Yang Maha Pemurah; maafkan kami, wahai Yang Maha Penyayang. Ampuni dosa-dosa kami dengan perantara Keutamaan dan Kepemurahan-Mu, wahai Yang Maha Pemurah dari semua pemurah dan Maha Penyayang dari semua penyayang.”

اَللّٰهُمَّ زَيِّنَّا بِزِيْنَةِ خَتْـمِ الْقُرْأٓنِ. وَأَكْرِمْنَا بِكَرَامَــةِ خَتْمِ الْقُرْأٓنِ. وَشَرِّفْنَا بِشَرَافَةِ خَتْمِ الْقُرْأٓنِ. وَأَلْبِسْنَا بِخِلْعَةِ خَتْمِ الْقُرْأٓنِ. وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْقُرْأٓنِ. وَعَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَآءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الْأٓخِرَةِ بِحُرْمَةِ خَتْمِ الْقُرْأٓنِ. وَارْحَمْ جَمِيْعَ أُمَّةِ مُحَمَّـدٍ بِحُرْمَةِ خَتْمِ الْقُرْأٓنِ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْأٓنَ لَنَا فِي الدُّنْيَا قَرِيْنًا. وَفِي الْقَبْرِ مُوْنِسًا. وَفِي الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا. وَعَلَى الصِّرَاطِ نُوْرًا. وَإِلَى الْجَنَّةِ رَفِيْقًا. وَمِنَ النَّارِ سِتْرًا وَحِجَابًا. وَإِلَى الْخَيْرَاتِ كُلِّهَا دَلِيْلاً وَإِمَامًا. بِفَضْلِكَ وَجُوْدِكَ وَكَرَمِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Ya Allah, hiasilah kami dengan hiasan khatam Al-Qur’an. Muliakanlah kami dengan kemuliaan khatam Al-Qur’an. Berilah kami kehormataan dengan kehormatan khatam Al-Qur’an. Berilah kami pakaian dengan pakaian khatam Al-Qur’an. Masukkan kami ke surga bersama Al-Qur’an. Lindungi kami dari setiap bala dunia dan siksa akhirat dengan perantara khatam Al-Qur’an. Dan berilah rahmat kepada seluruh umat Nabi Muhammad dengan perantara khatam Al-Qur’an. Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an sebagai teman kami di dunia, sebagai penyejuk di dalam kubur, sebagai syafaat di hari kiamat, sebagai cahaya di atas shirath, sebagai kawan menuju surga, sebagai pelindung dan pembatas dari neraka, sebagai bukti dan imam terhadap semua kebaikan. dengan perantara Keutamaan, Kedermawanan, dan Kepemurahan-Mu, wahai Yang Maha Penyayang dari semua penyayang.”

اَللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا بِكُلِّ حَرْفٍ مِنَ الْقُرْأٓنِ حَلاَوَةً. وَبِكُلِّ كَلِمَةٍ كَرَامَةً. وَبِكُلِّ أٓيَةٍ سَعَادَةً. وَبِكُلِّ سُوْرَةٍ سَلاَمَةً. وَبِكُلِّ جُزْءٍ جَزَآءً. وصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ أَجْمَعِيْنَ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. اَللّٰهُمَّ انْصُرْ سُلْطَانَنَا سُلْطَانَ الْمُسْلِمِيْنَ. وَانْصُرْ وُزَرَآءَهُ وَوُكَلآءَهُ وَعَسَاكِرَهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. وَاكْتُبِ السَّلاَمَةَ وَالْعَافِيَةَ عَلَيْنَا وَعَلَى الْحُجَّاجِ وَالْغُزَاةِ وَالْمُسَافِرِيْنَ وَالْمُقِيْمِيْنَ. فِيْ بَرِّكَ وَبَحْرِكَ مِنْ أُمَّةِ مُحَمَّـدٍ أَجْمَعِيْنَ

"Ya Allah, berikanlah kami hasil manis dengan perantara setiap huruf dalam Al-Qur’an, berikanlah kemuliaan dengan perantara setiap kata dalam Al-Qur’an, berikanlah kebahagiaan dengan perantara setiap ayat dalam Al-Qur’an, berilah keselamatan dengan perantara setiap surat dalam Al-Qur’an, dan berilah balasan dengan perantara setiap juz dalam Al-Qur’an. Semoga Allah melimpahkan rahmat ta‘dhim kepada Nabi Muhammad beserta keluarganya yang suci lagi bersih. Ya Allah, berilah pertolongan kepada pemimpin kami, yakni pemimpin kaum muslimin. Berilah pertolongan kepada menteri-menteri, wakil-wakil, dan tentara-tentara muslim hingga hari akhir. Dan tetapkanlah keselamatan dan kesehatan kepada kami dan kepada orang-orang yang beribadah haji, kepada orang-orang yang berjihad (di jalan Allah), kepada para musafir, dan kepada seluruh umat Nabi Muhammad yang tinggal di darat maupun di laut-Mu."

اَللّٰهُمَّ بَلِّغْ ثَوَابَ مَا قَرَأْنَاهُ وَنُوْرَ مَا تَلَوْنَاهُ لِرُوْحِ نَبِيِّنَا مُحَمَّـدٍ صَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. وِلِأَرْوَاحِ أَوْلَادِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَأَصْحَابِهِ رِضْوَانُ اللهِ تَعَالَى عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ. وَلِأَرْوَاحِ أٓبَآئِنَا وَأُمَّهاتِنَا وَأَبْنَآئِنَا وَبَنَاتِنَا وَإِخْوَانِنَا وَأَخَوَاتِنَا وَأَصْدِقَآئِنَا وَأُسْتَاذِنَا وَأَقْرِبَآئِنَا وَمَشَايِخِنَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا وِلِأَرْوَاحِ جَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ. اَلْأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَآأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. جَزَى اللهُ عَنَّا مُحَمَّـدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَاهُوَ أَهْلُهُ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ ِللّٰهِ رَبِّ الْعَالِمِيْنَ. آمِيْنَ

"Ya Allah, sampaikanlah pahala bacaan Al-Qur’an kami dan sampaikanlah cahaya lantunkan Al-Qur’an kami kepada ruh Nabi kita Nabi Muhammad ﷺ, dan juga kepada ruh anak-anak, istri-istri, dan sahabat-sahabat beliau—semoga Allah meridhai mereka semuanya. Dan juga kepada ruh-ruh bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, putra-putra kami, putri-putri kami, saudara-saudara kami, saudari-saudari kami, teman-teman kami, guru-guru kami, kerabat-kerabat kami, syekh-syekh kami, orang-orang yang memiliki hak atas kami, dan juga kepada seluruh mukmin dan mukminat, muslim dan muslimat, baik yang masih hidup ataupun yang sudah meninggal, dengan perantara rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang dari semua penyayang. Semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepada Nabi Muhammad ﷺ atas jasa-jasa beliau kepada kita dengan balasan yang layak beliau terima. Mahasuci Tuhanmu Yang Maha Mulia dari apa yang mereka sifatkan. Kesejahteraan semoga dilimpahkan atas para rasul. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam. Amin..."

Doa sebelum dan sesudah tadarus dapat dilafalkan bersama sebagai salah satu adab membaca Al-Qur’an. Bacaan doa ini perlu dilafalkan dengan niat tulus ikhlas untuk memulai membaca Al-Qur’an dan untuk menyelesaikan bacaan Al-Qur’an dengan mengharapkan rida Allah Swt. semata.

Cek informasi lain tentang Ramadhan:

Kumpulan Artikel Ramadhan

Baca juga artikel terkait SUPPLEMENT CONTENT atau tulisan lainnya dari Nurul Azizah

tirto.id - Edusains
Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Nurul Azizah & Iswara N Raditya