Menuju konten utama

Hukum Tadarus Al Qur'an Bulan Ramadhan & Keutamaan Membaca Alquran

Hukum tadarus Al Qur'an pada bulan Ramadhan dan keutamaan membaca Alquran sepanjang bulan Ramadhan.

Hukum Tadarus Al Qur'an Bulan Ramadhan & Keutamaan Membaca Alquran
Sejumlah santri Pesantren Al Kautsar membaca Al Quran bersama-sama dengan menerapkan jaga jarak di Masjid Daarul Qu'ran, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/5/2020). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww.

tirto.id - Tadarus Al-Qur'an di masjid pada bulan Ramadhan merupakan ibadah yang sudah dilaksanakan sejak masa khalifah Umar bin Khattab. Membaca Alquran akan menjadi lantaran bagi seseorang untuk mendapatkan syafaat pada Hari Kiamat.

Dalam Kitab Al-Adzkar, Imam Yahya bin Syaraf an-Nawawi menyebutkan waktu terbaik untuk membaca Al-Qur'an adalah ketika shalat. Beberapa imam mazhab berpendapat bahwa memperpanjang qiyam (berdiri) dengan membawa Al-Qur'an yang lama lebih utama daripada memperpanjang bacaan sujud atau gerakan lain dalam shalat.

Jika membaca Al-Qur'an di luar shalat, yang paling utama waktunya adalah pada malam hari. Imam Nawawi menyebutkan waktu separuh malam terakhir lebih afdal daripada separuh awal malam. Kebanyakan orang cenderung lebih suka membaca kitab dalam jeda antara maghrib dan isya'.

Bagaimana jika membaca Al-Qur'an pada pagi hari? Waktu ideal tersebut ada pada setelah shalat subuh. Istimewanya Al-Qur'an ini adalah banyaknya kesempatan bagi seorang muslim untuk membacanya sepanjang hari, karena bahkan Al-Qur'an dapat dibaca pada waktu yang terlarang untuk shalat.

Bagaimana dengan membaca Al-Qur'an pada Ramadhan? Menurut Imam Nawawi, membaca kitab ini pada 10 hari terakhir Ramadhan adalah salah satu yang terbaik, di samping membaca pada Jumat, Senin, Kamis, Arafah (9 Zulhijah), dan 10 hari awal Zulhijah.

Keutamaan Membaca Al-Qur'an

Dalam Buku Saku Sukses Ibadah Ramadhan oleh Ma'ruf Khozin disebutkan bahwa tadarus Al-Qur'an secara spesifik di masjid sudah dilakukan sejak masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Diriwayatkan dari Abi Ishaq al-Hamdani, bahwa Ali bin Abi Thalib keluar pada awal Ramadhan, lentera dinyalakan dan kitab Allah dibaca di masjid-masjid.

Ketika itu, Ali berkata, "Semoga Allah menerangimu, wahai Umar dalam kuburmu, sebagaimana engkau telah menerangi masjid-masjid Allah dengan al-Quran”.

Imam Nawawi menyebutkan bahwa membaca Al-Qur'an adalah zikir yang paling muakkad. Ini berdasarkan riwayat dari jalur Anas bin Malik, bahwa Nabi saw. bersabda, "Barang siapa telah membaca 50 ayat (Al-Qu'ran) dalam sehari semalam, ia tidak termasuk dalam catatan orang yang lalai. Barang siapa membacanya 100 ayat, ia termasuk dalam catatan orang-orang yang patuh (kepada Allah). Barang siapa membacanya 200 ayat, ia tidak dihujah (dimintai keterangan) oleh Al-Qur'an nanti pada hari kiamat. Barang siapa membaca 500 ayat, dicatat pahala yang amat banyak baginya."

Secara umum, membaca Al-Qur'an dengan ayat apa pun, jika 50 ayat berarti seorang muslim tidak dicatat sebagai orang yang lalai. Jika bacaanya mencapai 100 ayat, seorang muslim tercatat sebagai hamba Allah yang patuh.

Jika membaca 200 ayat, ia tidak dimintai keterangan pada hari kiamat. Terakhir, jika yang dibaca adalah 500 ayat, akan ada pahala berlimpah untuk sang pembaca Al-Qur'an.

Secara spesifik, terdapat ayat-ayat atau surah tertentu yang ketika dibaca dengan tulus ikhlas, akan membantu seseorang untuk lebih dekat pada kasih sayang dan cinta Allah.

Misalnya, membaca Surah Yasin akan berkorelasi dengan diampuninya dosa-dosa terdahulu.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi saw. bersabda, "Barangsiapa membaca Surah Yaasin pada siang dan malam hari dengan mengharap keridaan Allah, diampuni dosa-dosanya."

Berikutnya, membaca Surah Al-Waqiah dengan tulus mengharap rida Allah, akan membuat seseorang mendapatkan kelapangan rezeki.

Ibnu Mas'ud berkata, bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda "Barang siapa membaca surah Al-Waqi'ah setiap malam, ia tidak akan ditimpa kefakiran."

Nabi Muhammad Saw. sendiri secara khusus diriwayatkan tidak akan tidur sebelum membaca Surah as-Sajdah dan al-Mulk.

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2022 atau tulisan lainnya dari Fitra Firdaus

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Iswara N Raditya