tirto.id - 10 Muharram merupakan hari istimewa bagi umat Islam. Terdapat sejumlah amalan yang disunnahkan bagi umat Islam setiap tanggal 10 Muharram.
10 Muharram termasuk salah satu hari yang lebih baik dari hari-hari lainnya. Muharram juga termasuk dalam bulan yang diagungkan oleh Allah (syahrul hurum).
Terdapat empat bulan mulia dalam penanggalan kalender Hijriah menurut Allah SWT, yaitu Muharram, Rajab, Dzulqaidah, dan Dzulhijjah. Kemuliaan bulan tersebut termaktub dalam Al-Qur'an Surat at-Taubah: 36.
Pada bulan tersebut, Allah memerintahkan umat Islam untuk menjaga diri dan meninggalkan pertumpahan darah di bulan haram. Allah juga akan melipatgandakan pahala amal ibadah hambaNya.
Hal yang Harus Dilakukan Pada 10 Muharram
Sejumlah peristiwa penting dalam Islam terjadi pada 10 Muharram atau hari Asyura. Di hari Asyura, Nabi Musa dan orang-orang Israel diselamatkan dari tirani Firaun di Mesir.
Dalam Islam, Asyura merupakan peristiwa yang sakral, karena menandai gugurnya Imam Hussein bin Ali, cucu Nabi Muhammad beserta anggota keluarga dan sahabatnya dalam Pertempuran Karbala
tahun 680 M.
Pada hari itu, Allah SWT menerima pertaubatan yang dilakukan oleh Nabi Adam setelah ia dikirim ke bumi bersama Hawa dalam kondisi terpisah.
Dalam menghidupkan bulan Muharram, umat Islam disunnahkan untuk menunaikan puasa Asyura. Hukum puasa Asyura adalah sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan.
Puasa Asyura merupakan puasa mulia setelah puasa Ramadhan. Kesunnahan tersebut diriwayatkan dari Imam Muslim dalam sebuah hadis:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)
Artinya, “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim).
Melansir laman resmi Baznas, Rasulullah SAW memerintahkan umat Islam menjalankan puasa Asyura sebagai wujud syukur atas keselamatan Nabi Musa dari Firaun.
Selain puasa Asyura, umat Islam juga disunnahkan untuk mengerjakan puasa Tasu’a pada 9 Muharram atau puasa pada 11 Muharram. Hal ini untuk membedakan dengan kebisaan orang-orang Yahudi yang berpuasa pada 10 Muharram.
Selain puasa sunnah, umat Islam juga dianjurkan untuk bersedekah dan membahagiakan anak yatim. Membahagiakan anak yatim melengkapi kebaikan pada hari Asyura.
Membahagiakan anak yatim telah dicontohkan oleh Rasulullah. Semasa hidup, Rasulullah tidak hanya menjamu anak yatim, tetapi juga menjamu keluarga anak yatim.
Hal ini diterangkan dalam kitab Tanbihul Ghafilin bi-Ahaditsi Sayyidil Anbiyaa-i wal Mursalin disebutkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda:
مَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أَعْطَاهُ اللَّهُ تَعَالَى ثَوَابَ عَشْرَةِ آلافِ مَلَكٍ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ مِنَ الْمُحَرَّمِ أُعْطِيَ ثَوَابَ عَشْرَةِ آلَافِ حَاجٍّ وَمُعْتَمِرٍ وَعَشْرَةِ آلافِ شَهِيدٍ ، وَمَنْ مَسَحَ يَدَهُ عَلَى رَأْسِ يَتِيمٍ يَوْمَ عَاشُورَاءَ رَفَعَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ دَرَجَةً
“Barangsiapa berpuasa para hari Asyura (tanggal 10) Muharram, niscaya Allah akan memberikan seribu pahala malaikat dan pahala 10.000 pahala syuhada’. Dan barang siapa mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, niscaya Allah mengangkat derajatnya pada setiap rambut yang diusapnya“.
Berikut beberapa amalan lain yang dapat dilakukan oleh umat Islam pada hari Asyura:
- Bersedekah
- Menyelenggarakan shalat sunah
- Membaca Surat Iklas 1000 kali
- Mengunjungi Ulama yang shaleh
- Mandi
- Bersikap baik kepada anak yatim
- Memberi makan dengan ikhlas kepada anggota keluarga
- Mengoleskan Surmah (Kollyrium) pada mata
- Memotong kuku
- Menjenguk orang sakit
- Meminta keberkahan doa kepada orang alim
- Mengingat kesyahidan Imam Husain
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Indyra Yasmin
Masuk tirto.id

































